Laman

Pengertian Politik

Politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan, khususnya dalam negara. Pengertian ini merupakan upaya penggabungan antara berbagai definisi yang berbeda mengenai hakikat politik yang dikenal dalam ilmu politik.
Politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusionalmaupun nonkonstitusional.
Di samping itu politik juga dapat ditilik dari sudut pandang berbeda, yaitu antara lain:
  • politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama (teori klasik Aristoteles)
  • politik adalah hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan dan negara
  • politik merupakan kegiatan yang diarahkan untuk mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan di masyarakat
  • politik adalah segala sesuatu tentang proses perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik.
Dalam konteks memahami politik perlu dipahami beberapa kunci, antara lain:kekuasaan politiklegitimasisistem politikperilaku politikpartisipasi politik,proses politik, dan juga tidak kalah pentingnya untuk mengetahui seluk beluk tentang partai politik.
Definisi Ilmu Poltitik
Ilmu Politik merupakan Ilmu yang mempelajari Politik, untuk mengetahui lebih lanjut maka perlulah diketahui definisi Politik itu sendiri, yaitu:
1. Politik adalah bermacam-macam kegiatan dalam suatu sistem politik (atau negara) yang menyangkut proses menetukan tujuan-tujuan dari sistem tersebut dan melaksanakan tujuan-tujuan tersebut. (Miriam Budiarjo)
2. Politik menyangkut “who gets what, when, and how” (Harold Laswell)
3. Politik adalah interaksi antara pemerintah dan masyarakat, dalam rangka proses pembuatan dan pelaksanaan keputusan yang mengikat tentang kebaikan bersama masayarakat yang tinggal dalam suatu wilayah tertentu. ( Ramlan Surbakti )

Sehubungan dengan definisi yang telah dikemukakan di atas, maka kita mengenal adanya konsep-konsep dasar Ilmu Politik, yaitu:

1. Negara
Menurut Prof. Miriam Budiarjo, Negara adalah suatu daerah teritorial yang rakyatnya diperintah (governed) oleh sejumlah pejabat dan yang berhasil menuntut dari warga negaranya ketaatan pada peraturan perundang-undangan melalui penguasaan (control) monopolistis dari kekuasaan yang sah.
Menurut Roger H. Soltau, Negara adalah alat (agency) atau wewenang (authority) yang mengatur atau mengendalikan persoalan-persoalan bersama, atas nama masyarakat.
Syarat berdirinya suatu negara adalah memiliki wilayah, penduduk, pemerintah, dan kedaulatan. Sifat–sifat Negara adalah memaksa, monopoli, dan mencakup semua. Sedangkan tujuan akhir negara adalah menciptakan kebahagiaan bagi rakyatnya (bonum publicum, common good, common wealth).

2. Kekuasaan
Kekuasaan merupakan kemampuan seseorang atau suatu kelompok untuk mempengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain sesuai dengan keinginan /tujuan dari perilaku.(Miriam Budiarjo)
Menurut Harold D. Laswell dan A. Kaplan dalam Power and Society: “ Ilmu Politik mempelajari pembentukan dan pembagian kekuasaan.”
Sedangkan menurut W.A Robson dalam The University Teaching of Social Sciences: “Ilmu Politik mempelajari kekuasaan dalam masyarakat, … yaitu sifat hakiki, dasar, proses-proses, ruang lingkup dan hasil-hasil. Focus perhatian sarjana ilmu politik…tertuju pada perjuangan untuk mencapai atau mempertahankan kekuasaan, melaksanakan kekuasaan atau pengaruh atas orang lain, atau menentang pelaksanaan kekuasaan itu.”

3. Pengambilan Keputusan
Keputusan (decision) adalah membuat pilihan diantara beberapa alternatif, sedangkan istilah Pengambilan Keputusan (decision making ) menunjuk pada proses memilih berbagai aternatif yang ada untuk kebijakan publik. Pengambilan keputusan sebagai konsep pokok dari politik menyangkut keputusan-keputusan yang diambil secara kolektif dan yang mengikat seluruh masyarakat. Keputusan-keputusan itu dapat menyangkut tujuan masyarakat, dapat pula menyangkut kebijakasanaan-kebijaksanaan untuk mencapai tujuan tersebut (Miriam Budiarjo).
“The process of making government policies” (Ranney)

4. Kebijaksanaan Umum (public policy)
Merupakan suatu keputusan yang diambil oleh seorang pelaku atau oleh kelompok politik dalam usaha memilih tujuan-tujuan dan caa-cara untuk mencapai tujuan tersebut. Pada prinsipnya pihak yang membuat kebijsanaan tersebut memiliki kekuasaan untuk melaksanakannya. (Miriam Budiarjo)

5. Pembagian (distribusi) dan alokasi (allocation)
Merupakan pembagian dan penjatahan dari nilai-nilai (values) dalam masyarakat.

Sumber : buku Meriam Budiarjo
sebagian dikutip dari www.wikipedia.org


Code warna HML

 Halo guys.... hayooo siapa yang suka bosenan liat blog gitu2 aja?? nah ini dia! MAKE YOUR BLOG FULLCOLOR.....!! warna-warnanya tersedia disini! tinggal pilih saja mana yang kau suka, okey;)


Silakan diperbesar agar lebih terlihat jelas
jangan lupa tinggalkan pesan and follow me be my friend! :D

Thank you guys ;)

Komunikasi NonVerbal



Komunikasi nonverbal
 adalah proses komunikasi dimana pesan disampaikan tidak menggunakan kata-kata. Contoh komunikasi nonverbal ialah menggunakan gerak isyarat, bahasa tubuh, ekspresi wajah dan kontak mata, penggunaan objek seperti pakaian, potongan rambut, dan sebagainya, simbol-simbol, serta cara berbicara seperti intonasi, penekanan, kualitas suara, gaya emosi, dan gaya berbicara.
Para ahli di bidang komunikasi nonverbal biasanya menggunakan definisi "tidak menggunakan kata" dengan ketat, dan tidak menyamakan komunikasi non-verbal dengan komunikasi nonlisan. Contohnya, bahasa isyarat dan tulisan tidak dianggap sebagai komunikasi nonverbal karena menggunakan kata, sedangkan intonasi dan gaya berbicara tergolong sebagai komunikasi nonverbal. Komunikasi nonverbal juga berbeda dengan komunikasi bawah sadar, yang dapat berupa komunikasi verbal ataupun nonverbal.

Jenis-jenis komunikasi nonverbal

Komunikasi objek

Komunikasi objek yang paling umum adalah penggunaan pakaian. Orang sering dinilai dari jenis pakaian yang digunakannya, walaupun ini dianggap termasuk salah satu bentuk stereotipe. Misalnya orang sering lebih menyukai orang lain yang cara berpakaiannya menarik. Selain itu, dalam wawancara pekerjaan seseorang yang berpakaian cenderung lebih mudah mendapat pekerjaan daripada yang tidak. Contoh lain dari penggunaan komunikasi objek adalah seragam.
Sentuhan
Haptik adalah bidang yang mempelajari sentuhan sebagai komunikasi nonverbal. Sentuhan dapat termasuk: bersalaman, menggenggam tangan, berciuman, sentuhan di punggung, mengelus-elus, pukulan, dan lain-lain. Masing-masing bentuk komunikasi ini menyampaikan pesan tentang tujuan atau perasaan dari sang penyentuh. Sentuhan juga dapat menyebabkan suatu perasaan pada sang penerima sentuhan, baik positif ataupun negatif.
 Kronemik
Kronemik adalah bidang yang mempelajari penggunaan waktu dalam komunikasi nonverbal. Penggunaan waktu dalam komunikasi nonverbal meliputi durasi yang dianggap cocok bagi suatu aktivitas, banyaknya aktivitas yang dianggap patut dilakukan dalam jangka waktu tertentu, serta ketepatan waktu (punctuality).
 Gerakan tubuh
Dalam komunikasi nonverbal, kinesik atau gerakan tubuh meliputi kontak mata, ekspresi wajah, isyarat, dan sikap tubuh. Gerakan tubuh biasanya digunakan untuk menggantikan suatu kata atau frase, misalnya mengangguk untuk mengatakan ya; untuk mengilustrasikan atau menjelaskan sesuatu; menunjukkan perasaan, misalnya memukul meja untuk menunjukkan kemarahan; untuk mengatur atau menngendalikan jalannya percakapan; atau untuk melepaskan ketegangan.
 Proxemik
Proxemik atau bahasa ruang, yaitu jarak yang Anda gunakan ketika berkomunikasi dengan orang lain, termasuk juga tempat atau lokasi posisi Anda berada. Pengaturan jarak menentukan seberapa jauh atau seberapa dekat tingkat keakraban Anda dengan orang lain, menunjukkan seberapa besar penghargaan, suka atau tidak suka dan perhatian Anda terhadap orang lain, selain itu juga menunjukkan simbol sosial. Dalam ruang personal, dapat dibedakan menjadi 4 ruang interpersonal :
  • Jarak intim
    Jarak dari mulai bersentuhan sampai jarak satu setengah kaki. Biasanya jarak ini untuk bercinta, melindungi, dan menyenangkan.
  • Jarak personal
    Jarak yang menunjukkan perasaan masing - masing pihak yang berkomunikasi dan juga menunjukkan keakraban dalam suatu hubungan, jarak ini berkisar antara satu setengah kaki sampai empat kaki.
  • Jarak sosial
    Dalam jarak ini pembicara menyadari betul kehadiran orang lain, karena itu dalam jarak ini pembicara berusaha tidak mengganggu dan menekan orang lain, keberadaannya terlihat dari pengaturan jarak antara empat kaki hingga dua belas kaki.
  • Jarak publik
    Jarak publik yakni berkisar antara dua belas kaki sampai tak terhingga.
 Vokalik
Vokalik atau paralanguage adalah unsur nonverbal dalam suatu ucapan, yaitu cara berbicara. Ilmu yang mempelajari hal ini disebut paralinguistik. Contohnya adalah nada bicara, nada suara, keras atau lemahnya suara, kecepatan berbicara, kualitas suara, intonasi, dan lain-lain. Selain itu, penggunaan suara-suara pengisi seperti "mm", "e", "o", "um", saat berbicara juga tergolong unsur vokalik, dan dalam komunikasi yang baik hal-hal seperti ini harus dihindari.
 Lingkungan
Lingkungan juga dapat digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan tertentu. Diantaranya adalah penggunaan ruang, jarak, temperatur, penerangan, dan warna.

 Fungsi Komunikasi Nonverbal

 Fungsi pertama : Repetisi
Perilaku nonverbal dapat mengulangi perilaku verbal. Misalnya, Anda menganggukkan kepala ketika mengatakan "Ya," atau menggelengkan kepala ketika mengatakan "Tidak," atau menunjukkan arah (dengan telunjuk) ke mana seseorang harus pergi untuk menemukan WC.
 Fungsi Kedua : Subtitusi
Perilaku nonverbal dapat menggantikan perilaku verbal, jadi tanpa berbicara Anda bisa berinteraksi dengan orang lain. Misalnya, seorang pengamen mendatangi mobil Anda kemudian tanpa mengucapkan sepatah katapun Anda menggoyangkan tangan Anda dengan telapak tangan mengarah ke depan (sebagai kata pengganti "Tidak").
Isyarat nonverbal yang menggantikan kata atau frase inilah yang disebut emblem.
 Fungsi Ketiga : Kontradiksi
Perilaku nonverbal dapat membantah atau bertentangan dengan perilaku verbal dan bisa memberikan makna lain terhadap pesan verbal . Misalnya, Anda memuji prestasi teman sambil mencibirkan bibir.
Fungsi Keempat : Aksentuasi
Memperteguh, menekankan atau melengkapi perilaku verbal. Misalnya, menggunakan gerakan tangan, nada suara yang melambat ketika berpidato. Isyarat nonverball tersebut disebut affect display.
Fungsi Kelima : Komplemen
Perilaku Nonverbal dapat meregulasi perilaku verbal. Misalnya, saat kuliah akan berakhir, Anda melihat jam tangan dua-tiga kali sehingga dosen segera menutup kuliahnya.


Sumber : Wikipedia.org

Dikutip oleh :
*Sebagai catatan kuliah

Belajar dari kebaikkan Habil



Teringat suatu kisah kedua putra Nabi Adam AS yaitu Habil dan Qabil yang diabadikan dalam Al-Qur'an. Ada dua pelajaran yang diambil dari kisah ini. Langsung saja singkat ceritanya seperti ini. Cekidott!!

Nabi Adam AS dan Hawa dikaruniai anak. Hawa selalu melahirkan anak kembar laki-laki dengan perempuan. Dalam Al-Qur'an kedua anak laki2 Nabi Adam AS diberi nama Qabil dan Habil. Qabil lahir dengan saudara perempuannya, begitu pula Habil. Namun, berbeda dengan Habil saudara perempuan Qabil lebih cantik. Karena sudah dewasa Nabi Adam AS berniat menikahkan anak-anaknya dengan silang. Qabil dengan saudara perempuan Habil, begitupun sebaliknya. Namun Qabil tidak terima dengan hal ini, ia bersih keras akan menikahi saudara perempuannya sendiri dan tidak rela saudarinya yang cantik akan dinikahkan dengan Habil.
Melihat hal ini tentunya nabi Adam AS menjadi bingung, akhirnya Allah memberi petunjuk dengan mempersembahkan kurban. Siapa yang kurbannya diterima maka ialah yang akan menikahi saudara perempuan Qabil.
Habil bekerja sebagai peternak, maka ia mempersembahkan hewan ternaknya yang paling baik. Sedangkan Qabil bekerja sebagai Petani, tetapi ia mempersembahkan hasil pertaniannya yang buruk karena tidak ikhlas memberi hasil panennya. Allah maha mengetahui hati manusia. Maka kurban Habillah yang diterima, sedangkan kurban Qabil tidak diterima. 

"Dan ceritakanlah (Muhammad) yang sebenarnya kepada mereka tentang kisah kedua putra Adam, (Qabil dan Habil) ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka (kurban) salah seorang dari mereka berdua (Habil) diterima dari yang lain (Qabil) tidak diterima. Dia Qabil berkata, "sungguh aku pasti membunuhmu!" Dia (Habil) berkata "sesungguhnya Allah hanya menerima (amal) dari orang yang bertakwa." (QS Al-Ma'idah: 27)

Qabil pun tidak terima karena kurbannya ditolak, sedangkan kurban Habil diterima oleh Allah. Suatu hari Habil terlambat pulang, Nabi Adam AS menyuruh Qabil untuk mencari saudaranya. Qabil pun berangkat mencari, dan keduanya bertemu. Qabil merasa dendamnya yang membara, ia melampiaskan amarahnya. Akhirnya ia membunuh saudaranya secara diam-diam tanpa sepengetahuan ayahnya yaitu Nabi Adam AS.

"Sungguh, jika engkau (Qabil) menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Aku takut kepada ALLAH Tuhan seluruh alam." (QS. Al-Ma'idah: 28)

Pelajaran pertama ketika Habil mempersembahkan kurban. Pelajaran yang didapatkan dari Habil adalah sifat ikhlas yang dimilikinya. Yaitu memberi tanpa pamrih, ia benar-benar benar memberi yang terbaik walau ia belum tahu siapa yang akan dipilih nanti. Tapi benar-benar ada nilai ketulusan disitu. Ketulusan untuk memberi tanpa pamrih, walaupun tidak mengharapkan balasan tetapi itulah yang akan dibalas. Karena ia tahu bahwa hanya untuk Tuhannyalah ia berbuat. Maka Tuhannyalah yang kelak akan membalas. Sesungguhnya ALLAH Maha Mengetahui.

Inilah yang kadang sulit dilakukan, memberi tanpa pamrih atau berbuat tanpa mengharapkan imbalan. Tapi jika benar-benar kita melakukannya niscaya kitalah pemenangnya. Jangan khawatir Allah Maha mengetahui isi hati manusia maka DIAlah yang akan menilai. Maka kita coba yuk dari sekarang....!! :D

Pelajaran kedua ketika Qabil mengancam ingin membunuh Habil. Tetapi habil tetap bersikap baik dan memperingatinya. Pelajaran yang diambil adalah sifat habil yang benar-benar menjaga ketakwaannya pada Tuhannya. Ia tidak melakukan kejahatan walau sedang dijahati orang karena rasa ketakutannya dan ketundukkannya pada Tuhannya. Ia tidak menyakiti saudaranya walau ia disakiti.

Nah, tentunya ini pelajaran berharga. Yang ingin disampaikan disini bahwa sejahat apapun orang, jangan pernah membalas dengan kejahatan pula. Walaupun kita dijahati atau disakiti orang lain jangan dibalas oleh kejahatan lagi, coba balaslah dengan kebaikan. Yakinlah bahwa ada yang Maha Membalas serta Maha Bijaksana yaitu Tuhan semesta alam. Dan yakinlah bahwa kebaikkanmu akan dihargai, karena DIA Maha Melihat serta Maha Mengetahui. Tetaplah berpositif thinking bahwa tidak ada orang yang jahat, ALLAH menciptakan semua makhluk dengan kebaikan. Yang membentuknya jahat adalah faktor-faktor tertentu yang mewarnai kehidupan. Cobalah menghindari rasa dendam, karena itu tidak akan menguntungkan kita. Tetaplah berprasangka baik. Dengan begitu maka hidup akan menjadi damai.

Ciptakanlah kedamaian dalam hidupmu!
Sebarkanlah kebaikan di sekitarmu!
Ayo... mulai dari diri kita sendiri....!!! chayo..!!  ^__^

Mencari Keajaiban Mimpi

merenung bersama hembusan angin
hanya ada serpihan udara tersisa
tak sanggup melihat gelapnya malam

menapaki bebatuan tajam
mencari jalan keluar yag kian jauh
meniti masa depan tak karuan

sesak, seolah tak bernafas
menunggu sesuatu yang tak pasti
akankah ada keajaiban menghampiri?

pasti....
saat mimpi bukan lagi khayalan
saat mimpi bukan angan-angan semata

tapi.....
ketika mimpi terwujud menjadi suatu langkah yang nyata
ketika mimpi tercipta menjadi serpihan masa depan cemerlang

perlahan tapi pasti
semua itu akan menjadi nyata
itulah keajaiban mimpi....
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...