Laman

Aku Lupa Merawat Diriku, Sampai Hidup Mengingatkanku dengan Cara yang Paling Menyakitkan

Setelah menikah, aku tidak pernah meminta apa-apa. Kecuali jajan sederhana dan minta keluar rumah walau sebentar untuk menghirup udara.

Aku jarang membeli baju baru. Bahkan aku lupa rasanya memilih sesuatu hanya karena aku suka, bukan karena anak butuh.

Skincare?
Hampir tidak pernah.
Makeup pun hanya setahun sekali, itu pun kalau merasa benar-benar perlu.

Kalau ada uang di tanganku, pikiranku otomatis membaginya:
untuk susu anak, untuk jajan mereka, untuk kebutuhan rumah, untuk jajan dan jalan2.

Tidak pernah ada pos khusus untuk diriku.
Lama-lama aku tidak hanya berhenti membeli sesuatu untuk diriku.
Aku berhenti memperhatikan diriku.
Aku merasa cukup selama anak-anak cukup.
Aku merasa bahagia selama rumah terlihat baik-baik saja.
Aku merasa tidak apa-apa selama semua orang nyaman.
Sampai akhirnya aku dikhianati...

Rasanya seperti ditampar keras oleh kenyataan.
Aku yang sudah berusaha “cukup”, ternyata tetap tidak cukup.
Aku yang sudah mengorbankan diri, tetap ditinggalkan.
Di titik paling hancur itu, aku justru menemukan sesuatu yang selama ini hilang: yaitu diriku sendiri.

Aku mulai bertanya, kapan terakhir kali aku merasa cantik untuk diriku sendiri?
Kapan terakhir kali aku duduk tenang tanpa merasa bersalah?
Kapan terakhir kali aku menganggap diriku penting?
Jawabannya menyedihkan.
Aku terlalu sibuk menjadi istri yang sabar.
Terlalu sibuk menjadi ibu yang ingin sempurna.
Sampai lupa menjadi perempuan yang utuh.

Dan di situlah aku belajar tentang self love.
Ternyata self love bukan tentang wajah glowing atau belanja mahal.
Self love adalah keberanian untuk berkata:
“Aku juga berhak diprioritaskan.”
Self love adalah tidak merasa bersalah saat membeli skincare sederhana.
Self love adalah tidak merasa egois saat ingin keluar sebentar untuk menenangkan pikiran.
Self love adalah menjaga tubuh dan hati, bukan hanya menjaga rumah.

Aku tidak dikhianati karena aku tidak cantik. Aku tidak dikhianati karena aku kurang merawat diri.

Pengkhianatan adalah pilihan orang lain.
Tapi aku belajar satu hal: jangan sampai luka membuatku terus melupakan diriku sendiri.

Sekarang aku mulai pelan-pelan. Merapikan diri bukan untuk terlihat baik di mata orang lain, tapi agar saat bercermin, aku melihat perempuan yang dihargai oleh dirinya sendiri.
___________________________

🌷 Untuk Perempuan yang Lupa Dirinya Sendiri
Kalau kamu merasa seperti aku dulu, izinkan aku berbagi beberapa hal kecil yang bisa kamu mulai:
Sisihkan uang khusus untuk dirimu.
Tidak perlu besar. Tapi tetap ada. Kamu juga kebutuhan, bukan sisa.
Rawat tubuhmu walau sederhana.
Minum air cukup. Pakai lotion. Rapikan rambut. Hal kecil tapi menguatkan rasa berharga.

Ambil waktu sendiri tanpa rasa bersalah.
30 menit keluar rumah, ngopi sendiri, atau sekadar duduk tanpa distraksi. Berhenti menyalahkan diri atas pilihan orang lain.

Kesetiaan adalah komitmen, bukan hasil dari seberapa keras kamu berkorban.
Ingat: anak-anak tidak butuh ibu yang sempurna. Mereka butuh ibu yang sehat fisik dan hatinya.

Self love bukan berarti berhenti mencintai keluarga. Self love adalah memastikan cintamu tidak menghabiskan dirimu.
Karena ibu yang utuh, akan membesarkan anak-anak dengan hati yang utuh juga.
Dan sekarang, aku sedang belajar mencintai diriku lagi. Bukan karena aku sudah sembuh sepenuhnya.
Tapi karena aku tidak ingin kehilangan diriku dua kali. 🌷
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...