Laman

My Big Dreams

Hari ini, tepatnya hari senin 27/02/2012. Hari dimana semua orang sibuk dengan aktivitas rutinnya setelah weekend. Dalam dinginya udara pagi berhembus, menyambut fajar menyongsong. Bising suara burung berkicau menyambut indahnya pagi ini. Suara adzan subuh pun sudah tiada bersama fajar, terhapus oleh sinarnya matahari pagi. Sebuah Al-qur'an yang baru saja kubaca, kini sudah tertutup rapih diatas sajadah. Mukena yang masih kukenakan seolah menjadi saksi. Terdiam sejenak bersama ayat-ayat dzikir yang sudah tak terdengar lagi dari bibirku.

Dalam lamunan, ada sebuah mimpi yang menggelitik pikiranku. Sebuah mimpi usang yang dulu pernah tercipta. Sebuah mimpi mungkin orang kan bilang mustahil. Belajar dan menuntut ilmu diluar negri, Bahkan mengelilingi dunia itu mimpi terbesarku. Mimpi yang sering ditertawakan orang-orang sekelilingku. Yah memang, bagaimana bisa? Aku bukan anak konglomerat, pengusaha atau pejabat. Aku pun bukan orang kaya yang punya banyak uang untuk membiayai hidupku diluar sana. Teringat ketika harus pintar-pintar memilih universitas. Suatu universitas negri menjadi pilihanku karna tentu biayanya pun lebih murah. Tapi satu hal yang membuat aku kecewa. Ketika diterima di salah satu universitas itu, sayangya jurusan yang ditawarkan bukan yang aku inginkan. Begitu beratnya ketika harus mencari universitas swasta yang biayanya terjangkau. Akhirnya aku putuskan untuk kuliah di salah satu universitas swasta degan jurusan yang aku idamkan. Alhamdulillah dengan jurusan ini, semoga ini adalah langkah awalku.

Dan langkah-langkah selanjutnya sudah tersusun rapih dalam buku catatanku. Tercatat tiga langkah pasti yang haruz kulakukan. Pertama, Haruz selalu IP min 3,25. Kedua, toefl min 550 dan menguasai bahasa asing. Ketiga, cari info beasiswa dan ikutin lomba-lomba yang mendukung. Insya Allah...... S2 around the world...!! Bismillah.... Mudah-mudahan ALLAH SWT mengizinkan.

"Nothing is impissible" Gak ada yang gak mungkin. "You Can if you think You CAN" Kamu bisa klo kamu berfikir bisa. Pokoknya haruz YAKIN...!! DO THE BEST.......!!!

Amin... Amin... Allahumma amin...
Minta doanya ya teman2. makacih...

Mengetahui Kelebihan Diri

Asyikkk dapet tips dari Annida... senengnya... ^^
- Bidang apa saja sih yang kita senangi? Sesuatu yang penuh gairah dan semangat kita lakukan. Tanpa harus diminta atau disuruh, kita akan melakukannya secara sukarela tanpa dibayar, bahkan kita mau mengeluarkan uang untuk apa yang kita lakukan. Inilah yang disebut dengan hobi.
- Seseorang yang punya hobi tertentu akan melakukannya dengan sepenuh hati. Misalnya orang yang hobi memelihara tanaman, dia rajin menyiram dan merawat tanaman setiap hari. Dia rela mengeluarkan uang berapapun untuk membeli tanaman, pupuk, alat-alat dan semacamnya. Hobi bisa membawa kebahagiaan dan juga penghasilan. If we do what we love, then money will follow.
- Bertanya kepada orang terdekat! Orang yang cukup tahu diri kita adalah orang terdekat. Bisa orang tua, kakak-adik, saudara, keluarga, atau teman. Merekalah yang tahu tentang diri kita dari kecil sampai dewasa. Jadi mereka sedikit banyak tahu apa potensi diri kita. Terkadang kita tidak menyadari potensi yang kita miliki, perlu orang lain untuk membantu menyadarkan.
- Mencoba hal-hal baru! Begitu banyak yang bisa kita lakukan di dunia ini. Wawasan, pergaulan dan keberanian yang terbataslah yang menghambat kita untuk melakukannya. Kita bisa mencoba hal-hal baru yang belum pernah kita lakukan. Tentu saja yang kita lakukan tidak boleh melanggar hukum yah. Dengan mencoba banyak hal, mungkin kita akan menemukan potensi diri yang selama ini tersembunyi.
- Banyak membaca, melihat dan merasakan. Dengan begitu akan banyak informasi dan pengetahuan yang bertambah. Bacaan dan tontonan yang kita sukai itu bisa jadi adalah sebuah potensi. Jika kita suka membaca perkembangan dunia komputer, internet dan semacamnya. Kita bisa menjadi ahlinya, asalkan terus konsisten untuk menambah pengetahuan.

Sudahkah Anda Sukses?


New motivasi from my inspiration OLLIE SALSABEELA
Terinspirasi dari bukunya Jack Canfield, The Success Principles, ternyata kita bisa menciptakan kesuksesan setiap hari. Begini prinsipnya:


Success Basics
Mengambil tanggung jawab 100% untuk hidup saya. Mengetahui jelas tujuan hidup saya. Berfokus pada kemampuan yang unik. Penentuan tujuan. Menciptakan hubungan yang berharga. Mengembangkan kebiasaan baik. Tak pernah berhenti belajar. Mengelola waktu. Membersihkan hal-hal yang belum selesai, sehingga bisa bergerak maju.

Sukses dalam Gagasan & Sikap
Menghadapi hidup dengan gairah dan antusiasme. Memiliki sikap syukur. Melepaskan pengalaman masa lalu. Visualisasi. Percaya dunia ingin membantu saya. Memverifikasi asumsi saya. Berpikir di luar kebijaksanaan konvensional. Mempercayai intuisi saya. Menjaga mata pada tujuan. Berfokus 100% pada tugas yang dihadapi. Membuat perubahan dalam hidup saya. Hidup dengan integritas. Menjadi berkelas.

Mengambil Tindakan
Merasa ketakutan dan tetap melakukannya juga. Menganalisis apa yang tidak bekerja. Selalu berusaha untuk memperbaiki diri. Mengambil risiko. Meminta bantuan. Mengubah sikap saya terhadap penolakan. Menjadi gigih. Bersiap-siap sebelum kesempatan muncul. Melakukan beberapa hal setiap hari menuju tujuan saya. Selalu melakukan yang terbaik. Melakukan 100% untuk mencapai tujuan saya – tanpa pengecualian. Merayakan keberhasilan.

Membangun Hubungan
Menjauhi ‘toxic person’. Menghargai orang-orang yang telah membantu saya. Mendengarkan lebih. Mengatakan yang sebenarnya. Menjaga janji. Forgiving. Menghormati orang lain. Menciptakan win-win situation. Mempercayai diri sendiri dan orang lain.

Success & Money
Membayar diri saya lebih dulu. Investasi untuk masa depan saya. Mengurangi pengeluaran tanpa mengurangi ‘hidup’. Mencari cara untuk bersedekah.

Sukses Harian
Menjadi pengamat tindakan saya sendiri dan orang lain. Mengakses kearifan batin saya sendiri. Memelihara hubungan spiritual yang mendalam. Menciptakan energi tak terbatas. Tetap seimbang dan bebas stres. Mendapatkan istirahat yang cukup.

Action
Making a start on my success goal. Teaching and empowering others.
Good luck, guys!  

Sumber : http://www.salsabeela.com 

Menjadi Pribadi Yang Baik

Kunci, Anda pasti tidak asing dengan benda yang satu ini. Bentuknya beraneka ragam begitupula dengan teknologinya, mulai dari yang konvensional sampai yang modern. Begitu pentingnya kunci sampai-sampai kita dibuat panik ketika kehilangan kunci, bahkan supaya terhindar dari kepanikan, kita melakukan tindakan preventif dengan menggAndakan kunci sebagai cadangan.
Tapi ada satu hal yang tak tergantikan dari kunci yaitu fungsinya. Kunci secara fisik ataupun dalam arti kata yang tidak sebenarnya berfungsi untuk membuka, membawa kita untuk masuk ataupun keluar.
Begitupula dengan membuka kunci untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Dalam materi presentasi Roslina Verauli M,Psi dalam OktoTalkshow Care Yourself In and Out, disampaikan “ 5 Keys to be Good” yang dibawakan dengan menarik dan sangat atraktif. Peserta talkshow yang rata-rata adalah perempuan muda, tampak sungguh-sungguh dalam mengikuti tiap informasi yang disampaikan oleh Vera.

Berikut kunci-kunci yang harus Anda simpan dan gunakan untuk menjadi lebih baik dari sekarang :

Memahami diri sendiri
Menjadi pribadi yang optimis, di tengah segala ketidakoptimisan yang sering kali muncul. Baik di tempat kerja, keluarga ataupun dengan diri sendiri. Mengenal kekuatan yang ada dalam diri untuk terus dikembangkan bukan malah sibuk dengan “mengurung” diri dengan kelemahan yang dimiliki. ”Memperkaya” diri untuk meraih pencapaian diri, tujuan yang telah ditetapkan. Memperkaya bukan dalam hal keuangan tapi menambah pengalaman dan terus mengembangkan diri.

Mencapai tujuan yang ditetapkan
Saat ini kita telah memiliki peran masing-masing, baik jabatan di kantor atau juga peran di kehidupan sehari-hari. Dalam ilmu psikologi ada 3 hal yang harus dipahami yaitu mengenal diri secara faktual, mengenal diri dalam format “seharusnya”, dan juga mencapai peran yang ideal.
Hidup adalah menjalankkan kehidupan itu sendiri, jangan terjebak pada kehidupan “mimpi” yang hanya di awang. Jika Anda punya resolusi tahun ini, wujudkan dan laksanakan apapun daya upayanya. Salah satunya dengan Anda punya contoh atau role model, hal ini membuat Anda jauh lebih terarah dalam meraih tujuan.

Membuat hubungan yang positif
Dari segala kesibukan Anda, siapkan waktu khusus untuk lebih “intim” dengan semua orang yang terhubung dengan Anda terutama yang terdekat dengan Anda. Hubungan kerja atau juga pertemanan butuh dirawat dengan baik, hal ini sangat berpengaruh pada kualitas tiap hubungan yang terjadi.
Ciptakan komunikasi yang efektif, mengingat waktu menjadi hal yang penting dalam hidup, apalagi di kota besar yang serba cepat ini. Satu lagi yang penting adalah mau mendengarkan, pastikan bahwa komunikasi yang dibuat untuk menciptakan positif adalah komunikasi dua arah. Belajarlah untuk mau mendengar bahkan menyimak apa yang didengar.

Memperkaya diri secara spiritual
Selalu ingat untuk bersyukur dan ikhlas. Dua hal ini yang membuat jiwa kita jauh lebih positif. Apapun ajaran yang Anda percaya, pastilah selalu mengingatkan untuk menjadi selalu bersyukur dan ikhlas.

Tampil baik dan menarik
Pesan yang paling mudah diterima adalah sikap tubuh, yang sangat kasat mata. Maka perhatikanlah pesan fisik Anda, penuhi kebutuhan biologis yang paling sederhana adalah kebutuhan istirahat malam selama 8 jam dan juga perawatan tubuh seperti pijat, spa, creambath, dan lain-lain.
Pesona tampilan juga merupakan hal penting yaitu melalui sikap tubuh yang prima, menemukan sikap berdiri yang baik. Ekspresi wajah yang menyenangkan, salah satunya dengan senyum yang hangat.
Senyum bukan hanya pada tarikan kecil di sudut bibir, mata Anda pun juga harus tersenyum, tulus. Dan juga berikan pesan dan juga kesan tentang diri Anda yang sebenarnya, jujur, tidak palsu. Karena ketika bertemu dengan orang lain, bisa jadi Anda akan sering bertemu secara intens, jadi berikanlah kesan diri Anda yang sebenarnya tidak perlu bertopeng.
Jika Anda sudah memegang kunci-kunci yang telah dijabarkan di atas, maka Anda tak perlu lagi khawatir dalam menghadapi tahun yang masih baru ini. Bahkan ketika tahun tak lagi baru, semangat Anda untuk menjadi pribadi yang lebih baik terus terjaga. Tidak perlu menduplikat kunci  untuk pribadi yang positif?

Sumber : oktomagazine.com 

Jangan Menunggu!

Banyak orang yang suka mengeluh dalam hidupnya. Misalnya, dengan menyalahkan nasib buruk yang menimpanya. 

Tentu saja cara ini tidak akan pernah menjadikan kehidupannya menjadi lebih baik, bukan?

Ada pepatah bijak mengatakan :

     "You can not chance the wind direction,                                                                 but you can only chance your wing direction"
Kita  tidak akan pernah bisa merubah arah angin, yang dapat kita lakukan adalah mengubah arah sayap.

Dengan kata lain...

'Realita' kehidupan tidak akan berubah kecuali kita sendirilah yang mengubah 'sudut pandang' terhadap realita yang ada! 

     Fakta: "Tidak ada seorang pun yang memilih kita untuk sukses. Kita sendirilah yang menentukan pilihan tersebut!"



Kebanyakan orang akan tertarik sejenak ketika diingatkan akan hal di atas, tapi kemudian berlalu kembali.... Sementara waktu terus berjalan, dan akhirnya tidak pernah ada perubahan dalam hidupnya! 

Sangat disayangkan.

Seringkali orang tidak berani melakukan perubahan dalam hidupnya. Dia hanya menunggu, dan menunggu adanya perubahan tersebut. 

Menunggu bantuan orang lain, menunggu bantuan teman untuk mendapatkan pekerjaan yang enak, sampai menunggu warisan ;-) 

Sekarang logikanya, jika memang hanya dengan menunggu perubahan itu akan datang, maka jumlah orang sukses seharusnya jauh lebih banyak. 

Bukankah kenyatannya tidak demikian?

Lalu, jika ingin sukses, apa yang seharusnya kita lakukan? 

Ciptakan perubahan! 

Jangan selalu menunggu orang lain.

Berikut beberapa tips yang bisa membantu kita untuk menciptakan perubahan:


1. Do your best, whatever happens will be for the best! will be for the best! 
    Lakukan dan selesaikan semua tugas dan pekerjaan semaksimal mungkin,     bukan hanya terus menunggu dan berharap. Lakukan semuanya dengan tujuan     untuk selalu mendapatkan hasil *terbaik* yang bisa Ima capai!
2. Mulai buat jaringan seluas-luasnya. 
    Dengan banyak mengenal orang, maka pengetahuan kita akan semakin     bertambah. Seseorang yang kelihatannya sederhana bisa jadi menyimpan    kedalaman ilmu yang tidak kita duga! Oleh sebab itu, alangkah bijaknya jika     kita menjadikan 'setiap orang adalah guru' dan kehidupan ini adalah universitasnya.
3. Berusahalah selalu untuk bersikap proaktif. 
    Sikap ini sangat diperlukan jika ingin mendapatkan kesempatan yang lebih     luas dan cepat dalam berbagai macam hal!
4. Bersikaplah Fleksibel. 
    Cobalah untuk memahami suatu hal dari berbagai sudut pandang. Jangan     terpaku pada satu cara, yang bisa jadi tidak lagi relevan kita gunakan. 
    Dengan bersikap fleksibel, wawasan kita akan semakin bertambah.

Satu hal penting yang harus selalu diingat: Kita-lah yang memutuskan untuk berubah. 
Kita-lah yang menentukan menjadi sukses, bukan orang lain!

Jika pilihan sukses tidak pernah kita ambil, maka orang lain akan mengambil pilihan tersebut. 
Dan, kita akhirnya hanya akan menyaksikan kesuksesan mereka, tanpa pernah merasakannya...

Bukankah Ima tidak berharap demikian? Jika memang tidak, tentukan perubahan... 
MULAI HARI INI. Jangan terus menunggu! ^_^



Ditulis oleh: Anne Ahira

Anak Ojek payung

            Langit sangat kelabu di hiasi butiran air yang menetes. Hujan mewarnai suasana kampus seolah tak memberi celah padaku untuk pulang. Sedikit demi sedikit butirannya turun dengan riang. Tak sedikitpun matahari berani nenampakkan cahayanya. Hingga air jatuh dengan deras membasahi bumi. Aku berlari dalam puing-puing hujan mencoba menemukan tempat berteduh. Jilbab yang kukenakan terasa basah menembus rambutku hingga menyentuh kulit kepala. Bajuku pun terasa lepek di ciprati air hujan. Lunglai ketika melewati parkiran kampus. Sesekali melirik teman berada dalam mobil tanpa memperdulikan hujan. Terlintas dalam pikiran 'andainya aku seperti itu, aku tak mungkin hujan2an' berandai-andai dalam benakku. Langkahku semakin pasti ketika berhasil melintasi sudut gerbang kampus. Dari kejauhan terlihat sesosok anak kecil berlari menghampiriku. Seorang anak kecil setengah baya yang masih memakai celana seragam sekolah berwarna merah. Ia melepaskan payung yang ia bawa dan menjulurkannya padaku berharap aku akan menerimanya. Ku ambil panyung yang ia genggam sambil melanjutkan langkahku. Sesekali ku melihat anak itu lirih gemetar menahan dinginnya udara. Mengenggam jari-jari tangannya dan mengusapnya sambil menggigil. Kakinya pun telanjang tanpa alas, terlihat sakit menerpa bebatuan. Dengan rasa iba, ku gerakkan payung kearah sebelahku untuk melindunginya.
sumber foto dari google

"Ih_ sudah saya mah tak apa ka! saya sudah biasa kehujanan". Kata anak itu sambil tersenyum.

"Lho ko gitu dek? apa kamu tak sakit?" Tanyaku kemudian.

            Tak ada jawaban yang ia keluarkan dari mulutnya. Ia hanya diam seribu bahasa. Mungkin ada sesuatu yang tak ingin ia ungkapkan. Rasa hening tercipta dalam langkah kami. Suara bising diwarnai butiran air hujan yang jatuh. Ku hentikan langkah kaki di depan halte bus. Ku ajak ia duduk di sudut halte. Terlihat kegelisahannya menunggu upah dariku sebagai jasa 'ojek payung'. Aku sibuk merogoh tas yang sedang aku genggam. Uang selembaran kutemukan disudut dompetku.

"Adek pulang sekolah? sekolahnya kelas berapa dek?" Kataku sambil menyodorkan uang kepadanya.

"Iya kak, dulu pernah sekolah tapi sekarang udah enggak". Jawabnya.

"Lho?? ko bisa?? kenapa??" Tanyaku heran.

"Sejak ibu sakit, saya tak bisa sekolah lagi kak, karna tak ada biaya. Semenjak bapak meninggal, ibu yang cari uang untuk kami. Tapi sekarang ibu sakit, jadi tak ada yang cari uang. Saya anak pertama kak jadi harus mengurus ibu dan 2 adik saya yang masih kecil".

"Jadi adek kerja?" Aku semakin penasaran.

"Iya kak. Dari pagi sampai sore saya harus cari uang untuk makan sehari-hari. Subuh-subuh saya pergi ke pasar untuk membantu mengangkat barang-barang dipasar, siangnya saya berkeliling pasar untuk meminta sisa-sisa minyak sayur ke warung-warung untuk dijual lagi. Terus saya ngamen dan kalo turun ujan saya begini kak". Jelasnya.

               Astagfirullah.... seakan jantungku berhenti berdetak. Miris hati ini mendengar ceritanya. Tak terasa air mata ini menetes di wajahku. Suatu ketegaran yang telah ku saksikan. Tak ada kesedihan yang tertera di wajahnya. Tetapi sebuah harapan yang kulihat dalam benaknya berharap semua ini kan berganti.

"Adek ga capek atau sakit setiap hari harus begitu?" Tanyaku sambil menghapus air mata berharap ia tak melihatnya.

"Yah_ kalo ditanya begitu mah pasti lah kak, tapi gak bisa ngeluh. Kalo bukan saya yang cari uang, siapa lagi? adek2 saya masih pada kecil kak. Kadang kalo saya merasa capek, saya langsung berziarah ke kuburan bapak. Sambil doa, kadang merenung 'kenapa bapak ninggalin kita duluan?'. Saya juga pingin sekolah dan hidup normal kayak anak-anak lain. Tapi gimana lagi?" jelasnya dengan suara kecil.

"Ibu tahu apa yang ade kerjakan?"

"Iya. Ibu juga mengerti apa yang saya kerjakan, pesen ibu gak boleh tinggalin solat dan selalu berdoa sama ALLAH biar ibu cepet sembuh". Jawabnya sedih merundukkan wajahnya.

"Emang ibu kerja apa dek?"

"Ibu jualan, itu juga klo ada modal. Klo ga ada, biasanya ngutang dulu sama tetangga. Yah_ kita mah orang kecil kak. Ga berharep banyak deh, cukup untuk makan itu udah Alhamdulillah. Pinginnya sih, bisa sekolah lagi kayak dulu. Apalagi klo kayak kakak sampe sarjana". Tangkasnya sedih memupus harapan.

                Subhanallah.... Subhanallah.... Ceritanya menggentarkan diriku. Mencabik-cabik kesombonganku, runtuh bersama keegoisanku. Tak ada kata-kata lagi yang dapat kukeluarkan dari mulutku. Hati ini mendorong tanganku meraba dompet berharap ada uang sisa dari uang jajanku. Alhamdulillah... beberapa lembar kutemukan dan menyisakan separuh untuk ongkos pulang.

"Dek, ini ambil untuk berobat ibu. Maaf kakak cuma punya segini mudah-mudahan bisa bantu yah". Kataku sambil menyodorkan beberapa lembar uang.

         Kata-kataku membuyarkan lamunanya, dengan muka heran ia melihatku penasaran. Melihat matanya yang berbinar, dan sedikit senyum menghiasi wajahnya. Air mata ini sudah tidak bisa ku bendung lagi.

"Udah... ambil aja dek, kakak cuma mau bantu kamu, tapi maaf hanya bisa segini. Mudah-mudahan ibumu cepet sembuh yah... Jangan putus asa, yakin aja ALLAH pasti mendengar doa-doamu. kakak doakan Insya allah suatu saat akan berubah menjadi lebih baik. amin.. Kakak pergi dulu ya dek....."

                 Kugenggam tangannya dan kuletakkan uang itu diatas jemarinya. Aku melangkahkan kakiku dan segera berpaling. Berharap ia tak melihat air mataku. Ia memanggilku dan terdengar kata terima kasih yang ia ucapkan. Segera aku menaiki bus menjauh darinya berharap tidak membuatnya sedih.

                Suara gemuruh kilat sudah tak terdengar. Hujan yang sempat turun dengan lebat seketika berhenti. Rintik-rintik hujan yang masih senang bernari-nari membasahi bumi. Terdiam sejenak meratapi jalan2 yang basah dibalik kaca jendela bus. Masih teringat dalam benakku ketika bapakku pergi beberapa tahun lalu. Teringat jelas dalam benakku bagaimana ibu berjuang untuk menyekolahkanku. Sangat jelas sekali, saat ini pun ibuku sedang sakit. Namun apa yang terjadi pada diriku?? Aku masih bisa makan, aku masih sekolah bahkan ketingkat yang lebih tinggi. Suatu hal yang tak pernah kubayangkan, kehidupan anak itu sama dengan apa yang kualami sampai saat ini. Subhanallah..... Aku lebih beruntung darinya. Air mata ini terus mengalir membasahi pipiku. Beberapa huruf yang ingin ku ucapkan terasa asing dilidah. Seakan ku tak pernah mengucapkannya. "Alhamdulillah" kata itu gumam dalam hatiku. Mengapa??? sampai saat ini aku tak pernah bersyukur. Aku selalu megeluh dengan hidupku. Selalu mengeluh jika semua tak seperti apa yang kuinginkan.  Astagfirullah..... istigfar terasa dalam hati, tak tahu apa yang kurasakan seolah keegoisanku gemuruh tergulung ombak. Kesombonganku tercacah dengan pisau-pisau yang tajam. Merenung di kebisingan suasana dalam bus.  Terdengar suara kondektur yang berusaha meminta ongkos memecahkan lamunanku.

Alarm HP bunyi dari tasku terdengar suara adzan menandakan waktu ashar tiba. Beberapa note di Hp terbuka tertera bacaan Al-qur'an surat Ar-rahman berbunyi


"Fabiayyi  aaLaaai Rabbikumaa tukadzzibaan" artinya "Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kau dustakan?"

Dimana Tempat Terbaik Kita?

Saat saya menulis artikel ini, saya sedang berada di Amerika. Saya menerima sebuah sms dari seorang kawan di Indonesia yang mengatakan..

"Ahira, saya ingin sekali pergi ke Amerika, karena di sana pastilah saya bisa berhasil!"

SMS dari teman saya membuat saya berpikir, kayaknya pikiran dia bisa jadi sama dengan pikiran banyak teman-teman saya yang lain, mereka yang selalu memikirkan kalau 'tempat lain' pasti lebih cocok untuknya bisa menggapai sebuah kesuksesan!

Oleh sebab itu saya menulis sebuah artikeldengan judul:
"Di Mana Tempat Terbaik Kita?"

Semoga tulisan saya bermanfaat, dan bisa dijadikan inspirasi untuk Ima

Di Mana Tempat Terbaik Kita?

Ditulis oleh: Anne Ahira

Dimanapun kita berada, maka disitulah tempat terbaik kita..!

Seringkali kita merasa terkungkung dengan lingkungan dimana kita beada. Tidak jarang orang berpikir dan merasa bahwa tidak mungkin bagi mereka untuk bisa meraih sukses. Misalnya mereka yang hidup di daerah terpencil, merasa susah, dan jauh untuk mendapat sentuhan teknologi, atau menerima informasi terbaru dengan cepat. Hingga berpikir, begitu susahnya berjuang dan mengembangkan usaha. Sebaliknya, mereka yang hidup di kota besar berpikir betapa sesaknya dunia. Begitu ketatnya tingkat persaingan hidup. Dimana pun berada, saling sikut, saling senggol, saling tendang. Hingga akhirnya memutuskan, memang susah untuk menjadi yang terdepan. Dalam berjuang segala sesuatunya memang seringkali tidak sesuai keinginan kita. Bisa jadi kita merasa lingkungan tidak lagi ramah, dan kondisinya tidak nyaman. Padahal sesungguhnya, dimanapun kita berada, pahami bahwa ITULAH tempat terbaik kita. Tempat dimana kita hidup,tempat di mana kita memperjuangkan apapun yang kita inginkan. 

Sekarang, mari kita renungkan sejenak...

1. Jika kita selalu saja berpikir bahwatempat lain adalah lebih baik, maka sampai kapan kita akan mulai berjuang?
2. Jika kita selalu saja menunggu datangnya kesempatan emas di tempat lain, berapa banyak waktu yang terbuang, hanya sekadar untuk menunggunya?
3. Jika kita selalu saja menunda apapun yang bisa kita lakukan di tempat kita berada sekarang, maka berapa banyak kesempatan yang terbuang percuma?

Dan masih banyak lagi hal yang perlu kita renungkan..!

Karenanya, jika saja kita mau berpikir bahwa inilah tempat terbaik kita, maka kita akan memiliki kesadaran dan kemampuan untuk membuat segala sesuatunya menjadi lebih baik, lebih bernilai, dan penuh arti!
Ima temanku tersayang... 
Kita semua memiliki kesempatan emas untuk menjadi besar & benar dimana saja...
asal, kita mau memperjuangkannya!


From my inspiration.....

 Anne Ahira

Rotasi Mimpi


Hari berganti Minggu
Minggu berganti Bulan
Bulan berganti Tahun
Tahun berganti Zaman

Waktu terus berputar tanpa lelah
Detik demi detik
Menit demi menit
Jam demi jam

Semuanya berjalan terus menerus
Tanpa berhenti sedetikpun
Tanpa memihak pada siapapun
Terus berputar dan berputar 
Sampai saatnya tiba....

Perubahan adalah sebuah Realita yang harus dihadapi
Dinamika hidup merupakan acuan untuk melangkah
Sebagai barometer untuk meraih kehidupan
Menuju sebuah misteri Mimpi

Sebuah mimpi menggantung diangkasa
Terbang bersama bintang dalam Cita-cita yang nyata
Menjadi sebuah Realita atau Angan??
Hanya dirimu yang dapat menjawabnya

Katakanlah kamu bisa meraihnya
Kamu bisa untuk menjalaninya
Gapailah semuanya

Teruslah berputar.....
Teruslah Berotasi......
Berputarlah dengan tasbihmu
Sampai waktu itu tiba.......

Sebuah Kesalahan

Teringat dalam ingatanku
Terlalu sakit untuk di ingat
Namun tak dapat tuk dilupakan

Hal terindah yang pernah ku raih
Sekejap sirna semata
Selalu ku bilang
Tak ingin keluar dari simfoni ini

Namun......
Seiring berjalannya waktu
Semuanya berubah tanpa kusadari

Tak pernah ku impikan tuk menjadi sperti ini
Jika aku tahu akan berakhir seperti ini
maka takkan ku pilih jalan itu

Tak tahu mengapa itu yang aku pilih?
Sebuah kecerobohan yang ku lakukan
Harus ku bayar dengan tanggung jawabku

Yah...... akan ku hapus semua itu
Takkan ku ulangi tuk kedua kalinya
Aku Janji........

Target yang Meleset

Waktu UTS sih ga da target tertentu, cuma yang penting ga kurang dari 70 aja. Eh_ tapi hasilnyaa.. ternyata ada yg kurang dari 70. Padahal beda dikit doang.... huft_
Hasil UTS, dan TARGET yang haruz d capai...... d buat, seminggu sebelum UAS

 No   Nama MK                                 UTS       Target UAS
 1     Pengantar Sosiologi                       88              98
 2     Pendidikan Agama                        85              95
 3    Pengantar Ilmu Politik                     80             90
 4    Bahasa Indonesia                           77              87
 5    Kewirausahaan                              78              88
 6    Pengantar Ilmu Komunikasi            70              80
 7    Bahasa Inggris I                             65              75

Targetnya berharap semua nilai naik 10, berpacuan pada nilai UTS. itu harapan ku......
Ternyata hasilnya................................... Gunjreng.......................
Ini dia.......... Hasil UAS semester 1

No    Nama MK                         UTS     UAS    NA       NH
 1   Pengantar Sosiologi               88         90      86.4        A
 2   Pengantar Ilmu Politik            80        90       84.0        A
 3   Kewirausahaan                      78        85       80.8        A
 4   Bahasa Indonesia                   77       80        80.6        A
 5   Pengantar Ilmu Komunikasi    70       65       71.0         B
 6   Bahasa Inggris I                     65      70        70.0         B-
 7   Pendidikan Agama                 85       0        48.0         D
Yah_ walau ga sesuai target, tapi tetap Bersyukur...... karena c0z semuanya naik walau ga naik 10. But..... 1 hal yang benar2 menganjal d benakku. Ada apa dengan nilai Agama????????? padahal waktu UTS ada di peringkat ke 2. UAS malah menurun drastis, GARA-GARA GA IKUT UJIAN. Benar2 sangat terpuruk, seharusnya bisa dapat A ternyata D. Yahhhhhh_ mau ga mau harus ngulang lah, for better IP.
  Nama Mata Kuliah                    SKS      Nilai      Mutu
Pengantar Ilmu Politik                    3            A         12.0
Pengantar Sosiologi                        3           A         12.0
Bahasa Indonesia                           3           A         12.0
Kewirausahaan                              2            A          8.0
Pengantar Ilmu Komunikasi            3            B           9.0
Bahasa Inggris I                             3            B-         8.1
Pendidikan Agama                         3           D           3.0
Waktu ngeliat ke atas sih msih enak-enak ja, eh....... pas liat ke bawahhhhhhh..........
Gunjrenggggggg............ gila?????? Sumpah sedih bgtttt...... nyesel bgttt... gara-gara gak ikud ujian, jdi dpt nilai D. Matkul Agama pulaaaaa....... yang gw yakinin bisa dapet A, jdi dpt D. Hufttt_ sumpah sdih bgt gw.......                                            
                                                     Total Mutu    : 64.1
                                                      Total SKS    : 20
                                                       IP                : 3.21
Gara-gara nilai agama yang kosong, jadi berdampak pada IP. Hiks.... Hiks... mau ga mau harus NGULANG...................!!!!!!!!!!

Sumpah malu baget, ketika tahu teman-teman lebih besar IP nya dari ku. Buttt........ Aku benar-benar bersyukur atas semuanya. Karna semua aku kerjakan sendiri  tanpa nyontek ke  teman-teman. Aku tetap bangga pada HASIL ku sendiri....!! Tanpa nyontek, akupun BISA. Aku yakin ALLAH pasti melihat USAHA bukan HASIL.
Tak ada Usaha yang Sia-sia. dan Tak ada keringat yang tidak dibayar.

Keep Spirit.............!!!!!!! Keep Struggle...........!!! Allahu Akbar....!!!
ALLAH bless me...... Amin......

Arti Sebuah Kesalahan

Sekecil kesalahan, membunuh Target Besar

Hari sabtu, tepatnya tgl 21 januari 2012. Sudah beberapa hari berlalu sampai saat ini. Terjadi insiden yang sangat merugikan bagi diriku. Tidak ku sadari ternyata hal kecil itu bisa membunuh target besarku yg sudah ku buat dri jauh2 hari. Hari itu, adalah hari ujian agama yang sudah terjadwal d kartu UAS ku. Ujian kali ini menandakan telah selesainya SKS semester 1 yg berjumlah 20 SKS.

Hari itu terjadwal jam 08.00 WIB ujian akan di mulai. memang, ujian matkul ini berbeda dengan yang lainnya yang sudah ku persiapkan seminggu sebelum UAS. Jadwal ujian ku hari jum'at tertera jam 15.30-17.10 WIB matkul Pengantar Ilmu Komunikasi. Setelah ujian kurang lebih jam 5 sore aku langsung berlari menuju masjid untuk menunaikan shalat ashar, karena mepet waktu magrib aku menunggu adzan magrib tuk melaksanakan shalat. Dari kampuz aku pulang kira2 jam setengah 7, karena jarak yang lumayan jauh. Jarang yang ditempuh antara rumah dan kampuz kurang lebih 2,5 jam, terpaksa sampai rumah larut malam.

Sesampainya di rumah setelah berbersih diri dan menunaikan shalat isya, langsung melirik materi agama untuk persiapan esok hari. Membaca, memahami, dan mengulang-ulang materi agama yang berjumlah 3 SKS. Waktu berdetak menunjukkan jam 24.30 WIB. Kantuk yang mengakar membuat mata ini terbuai tuk menutupnya, sampai lupa memasang alarm.

Terbuai mimpi, tiba2 mendengar kicauan burung. Membuka mata pelan2 melihat matahari yang sudah memancarkan cahaya melalui jendela kamarku. Segera bangun walau mata masih terbuai, melihat jam yang saat itu tertera pukul 05.30. Astagfirullah.... tersentak kaget langsung lari ke kamar mandi tuk mengambil air wudhu dan melaksanakan shalat subuh. Aku benar2 kesiangan, entah mengapa biasanya jam 4 sudah bangun, dan ba'da subuh langsung berangkat, sehingga jam 6 sudah di jalan agar diperkirakan jam stengah 8 sudah sampai kampus. Tapi, ada apa dengan hari ini? astagfirullah.... rasa penyesalanku aku meminta maaf pda Rabbku. Aku tak tahu apa yang akan terjadi nantinya, aku berusaha sebisaku agar tidak telat. Akhirnya, berangkat jam stengah 7 lewat, alhamdulillah hari ini weekend mudah2an jalanan sepi, harapku. Dalam perjalanan aku terus berharap agar tidak telat, tapi apa boleh buat sampai kampuz tepat pukul 09.00 tentu aku telat 1 jam sedangkan ujian selesai jam 09.30. Aku masih optimis tuk dapat mengerjakannya, tapi rasa optimis itu hilang sesampainnya aku d ruang ujian. Beberapa temanku sudah keluar jdi aku tdk masuk, karena yang ku tahu prosedurnya 'jika sudah ada yg keluar ruang ujian, yg baru datang tdk d perbolehkan masuk'. Astagfirullah.... ini benar2 bukan apa yang aku inginkan. Dengan rasa penuh kecewa langsung ku jejakkan kaki menunggalkan ruang ujian, dan berlari menuju masjid.

Mencoba tuk menghubungi dosen 'Pak Qosim' panggilku, tuk memohon kebijaksanaannya. Tak ada jawaban yang ku harapkan saat itu, justru aku suruh menghubungi Bagian Akademik kampuz. Dengan penuh harapan, langsung menjejakkan kaki berlari ke Biro akademik kampuz. Memohon untuk bertemu kepala bidang akademik, stelah bercerita panjang. Tak ada harapan yang menjadi kenyataan. Hanya kata "Pasrah" yang aku pertahankan sampai sekarang. Ini memang kesalahanku........

Yah..... apa boleh buat "Nasi sudah menjadi Bubur". Tak ada lagi harapan, hanya pasrah tuk menerima nilai 0 pada hasil UAS matkul ini. Apapun itu, aku siap menghadapi apapun yg terjadi.....

Ini memang kesalahanku, jadi Aku haruz beranggung jawab atas apa yang aku kerjakan.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...