Laman

“Aku Bertahan, Tapi Aku Luka”

Aku masih di sini...
Di rumah yang sama, di sisi orang yang sama...
Tapi aku bukan lagi perempuan yang sama.

Dulu aku mencintainya dengan utuh.
Tapi sejak hari itu... saat kepercayaanku dihancurkan oleh perselingkuhan,
hatiku seperti pecah dan tak bisa kembali seperti semula.

Tapi aku tetap memilih bertahan.
Bukan karena aku lupa,
Tapi karena aku terlalu mencintai anak-anak yang tidak salah apa-apa.

Kadang aku berpura-pura tertawa...
Tapi di dalam, aku sedang menahan tangis.
Kadang aku terlihat kuat...
Padahal setiap malam aku bergulat dengan bayangan yang terus menyakitkan.

Aku tahu, orang lain bilang aku bodoh...
Tapi hanya aku yang tahu, bagaimana rasanya jadi ibu yang ingin anak-anaknya tetap punya rumah.

Aku bertahan...
Tapi bukan berarti aku baik-baik saja.

Aku sedang belajar sembuh.
Bukan untuk dia. Tapi untuk diriku sendiri... dan untuk anak-anakku.

Dan aku percaya,
Tuhan tidak tidur.
Doaku akan sampai.
Lukaku akan sembuh.
Dan aku akan kembali utuh... dengan cara-Nya.

Suatu hari nanti.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...