Laman

Visi Misi Cinta



VISI ->
"Menggapai Cinta Hakiki
dgn Bertemu Ilahi Rabbi"


MISI ->

* Memiliki Cinta dengan Memberikan Perhatian
* Memiliki Cita-cita dengan Berkaya Ilmu
* Memiliki Kesempatan dengan Beramal
* Memiliki Kesuksesan dengan Proses Berkesinambungan
* Memiliki Waktu dengan Berbakti
* Memiliki Hati dengan Berbagi
* Memiliki Kepercayaan dengan Keteladanan
* Memiliki Keikhlasan dengan Ketulusan
* Memiliki Harta dengan Berinfaq
* Memiliki Kebahagiaan Akhirat dengan Amal yang Bermanfaat

Miliki Cinta-Nya dengan Menggapai Bintang dalam hatimu
maka Insya Allah akan Bahagia (amin)

Tentang Seseorang 1



Ku goreskan penaku yang kubuat pada waktu fajar menjelang pagi, diteras depan rumah. Sambil mendengarkan lagu-lagu kesayanganku dari winamp laptop. Sesekali melihat hamparan langit luas yang dihiasi warna biru keoren-orenan, menandakan matahari kan terbit dari ufuk timur menuju barat. Tak lupa mengucapkan syukur pada Sang Khalik. Karna atas izin-Nya, aku dapat menghirup udara sejuk pagi ini. Melihat dan merasakan indahnya dunia ini. Subhanallah_ Maha Suci Engkau.

Ada satu hal yang ingin ku tuliskan disini. Tentang seseorang yang kukagumi karyanya. Tentang seseorang yang kukagumi peranannya. Aku mengenalnya lewat karya-karya indah yang ia abadikan dalam note fb dan blognya. Karya-karya yang ia tulis. Sering membuatku tergugah. Setiap untaian kalimat membuat hati ini pilu. Setiap kata-kata yang kubaca menggerakkan bibir ini tuk senyum. Entahlah, aku tak tahu. Setiap judul yang kubaca ada energi positif yang masuk dalam diriku. Meracuni ruang-ruang negatif yang tersembunyi dalam pikiranku. Bernari-nari indah dalam hati yang pilu. Cara penulisannya yang benar-benar membuatku tergugah. Yang menjadi inspirasi bagi setiap pembacanya. Cara penulisannya yang membuat orang lain tersentuh.
Aku belum pernah mengenalnya. Melihat wajahnya. Menatap bola matanya. Bertemu sekalipun tidak. Aku hanya mengenalnya lewat tulisan dan semua karya-karya indah yang ia buat.





Tanggal 18 Desember tepatnya hari sabtu. Melihat jadwal acara yang telah tertulis dalam buku agendaku. Ternyata ada acara yang penting yang harus ku hadiri. Forum diskusi dan silaturahmi anggota. Tapi entah mengapa hati ini berdebar. Tanpa ku hiraukan sama sekali. Aku langsung bergegas untuk menghadiri acara itu. Bus yang aku tumpangi membawaku ketempat yang aku tuju. Banyak pamplet maupun poster yang terpajang rapi didekat tempat acara itu. Ketika ku melihat satu poster yang menempel didinding. Aku tersentak kaget, dan langsung menggerakkan lisanku untuk membaca kedua kalinya. Ternyata aku tidak salah. Karna rasa penasaranku, aku langsung memasuki gedung itu dan langsung mengisi tempat terdepan.


Aku mulai lupa dengan apa yang aku pikirkan tadi selama acara berlangsung. Tapi, Ketika moderator menyebutkan nama sang pembicara. Aku tersentak yang keduakalinya. Seolah-olah nama itu tak asing untukku. Terdengar nama itu ditelingaku adalah nama seseorang yang kukagumi karyanya. Seorang Ikhwan yang duduk disebelah moderator ialah sang pembicara itu. Sesekali aku menatap wajahnya hampir sama dengan foto-foto yang ia posting dalam fbnya, bahkan mirip. Aku benar-benar tidak percaya. Orang yang aku kagumi ada didepanku.

Ternyata bukan hanya lewat tulisan, tapi lewat ucapanya pun ia sangat hebat dimataku. Lisannya sangat lihai dengan kata-katanya. Tidak sedikit tafsir atau hadist yang ia keluarkan untuk menguatkan argumenya. Bahkan sesekali dengan kiasan mahfudzot mengiringi alasan-alasannya. Cara bicaranya membuat ia bijak. Setiap desis yang ia keluarkan membuatnya wibawa.

Tadinya, aku hanya mengaguminya lewat karya yang ia tuliskan. tapi ternyata, akupun mengaguminya dengan apa yang ia katakan. Aku mengagumi peranannya. Aku tak mengenal ia sebelumnya. Aku pun tahu dia tak mengenalku. Aku tak tahu dia. Dan mungkin dia tak tahu bahwa aku ini ada dan mengaguminya. Tapi bukan karena aku ingin dia mengenalku. Bahwa kami saling mengenal. Tidak. Semua karya dan peranannya hanya dapat kusimpan dalam tulisan ini. Dan tulisan ini akan menjadi saksi bisu kekagumanku padanya.



Ketika ia berdo'a dalam karya-karyanya. Ketika ia berharap dalam penanya. Ketika ia mewujudkan mimpinya lewat tulisannya. Aku tahu itu ikhlas. Aku tahu itu tulus. Setulus ia menggoreskan tinta dalam karyanya. Hingga bibir ini kering. Dan lisan kan berkata :

"Aku mengagumimu lewat semua tinta yang kau goreskan,
Aku mengagumimu lewat karya-karya indah milikmu".

Aku hanya ingin mendeskripsikan kekagumanku padanya. Tanpa ada yang tahu. Bahkan ia sekalipun.

ENTAHLAH....


Yang selama ini kutakuti

Akhirnya datang menghantui ku

Yang selama ini ku ragukan keberadaannya
Akhirnya meracuni pikiran ku
Entahlah......
Apa yang ku rasa saat ini...??
Jantung ku berdebar kencang
Ah... tidak mungkin.....!!!
Apa yang aku pikirkan...???
Tidak.... tidak......!!!
Aku tak mau dibuai oleh nya.....
Akgghhh.....
Perasaan itu menghatui ku
Perasaan itu membayang-bayangi pikiran ku
Aku tahu itu manusiawi
Semua orang pasti merasakannya
Tapi..... tidak.....!!!!
Tidak untuk saat ini....
karna....
Masih banyak planing yang harus ku jalankan
Masih banyak jadwal yang harus kuselesaikan
Sebelum mengenal kata cinta....
Aku ingin menyelesaikan semuanya
Harapanku........
hanya satu cinta yang hidup dihatiku
aku ingin hanya satu orang yang singgah dihatiku
yaitu.... “dia”
seorang ikhwan yang akan menjadi suamiku
Entahlah.....
Siapa yang kelak akan jadi suamiku...
Semuanya adalah rahasia
Yang sudah di atur rapih oleh Sang Khalik
aku yakin.... dia pasti jauh lebih baik dari yang ku bayangkan.
Dan aku...... akan terus menjaga hati ini sampai kelak dia datang dan meminangku.....


CINTA adalah



Cinta adalah kekuatan,
yang mampu mengubah duri jadi mawar,
mengubah cuka jadi anggur,
mengubah sedih jadi riang,
mengubah amarah jadi ramah,
mengubah musibah jadi muhibbah...
itulah cinta.....
(diungkapkan oleh Husna, dalam KCB)

Sekalipun cinta telah aku uraikan,
dan ku jelaskan panjang lebar,
namun jika cinta kudatangi,
aku jadi malu pada keteranganku sendiri...
Meskipun lidahku telah menguraikan,
namun tanpa lidah, cinta pun lebih terang...
sementara pena begitu tergesa-gesa menuliskannya.
Kata-kata pecah berkeping-keping begitu sampai kepada cinta.
Dalam menguraikan cinta,
akal terbaring tak berdaya.
Bagaikan keledai terbaring dalam lumpur...
Cinta sendirilah yang menerangkan cinta percintaan...
(diungkapkan oleh Anna, dalam KCB)

RINDU


RINDU......
Rindu rasanya hati ini dengan Sang Pencipta
Mencoba mendekatkan diri
dengan melakukan apa yang telah diperintahkan-Nya
Tapi.....
Mengapa tak kunjung ku rasakan ketenangan hati ini...??
seakan-akan RINDU ini tak terpenuhi.....

Kesunyian malam
membangunkan ku tuk memenuhi cinta-Nya
Dalam sepertiga malam terakhir
Rakaat demi rakaat ku gerakkan tuk meminta ridha-Nya
Tapi.....
mengapa tak ku rasakan kenikmatan cinta itu...??
seakan-akan RINDU ini tak terpenuhi....

Lembaran demi lembaran ku buka kitab-Nya
Huruf demi huruf ku baca Firman-Nya
Lidah ini begitu getir membacanya
Tapi......
mengapa hati ini tak indah menerimanya...??
RINDU ini belum terpenuhi....

Ingin bermunajat pada-Nya
ingin merasakan pangkuan kasih-Nya
meneteskan air mata dalam belaian syahdu-Nya
karna dengan itu aq dapat merasakan cinta-Nya
dan RINDU ini akan terpenuhi.....

Miss U God......
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...