Laman

Cari Download Photoshop Gratis

Astagfirullah..... :face30: hari ni bad mood bgtttt.... :131: gak tahu harus gimana :s::q::s: sebenernya sebelumnya gue dah semangat banget lho :r: walaupun sekali udah gagal :face33:, tapi ga bakal nyerah lah sebelum coba :face15: terus menerus sampe bisa..... :132:. Apa hayo yang ima kerjain??? sebenernya simpel, gue cuma mau :88:DOWNLOAD PHOTOSHOP :88:. Sebab kalau beli lumayan mahal, jadi cari yang gratisan aja :132:.

Cari-cari :90: di mbah google, banyak sih website yang nulis tentang itu, tapi sayangnya ga dapet yang gratisan... gubrakkk :face53: sooo how :120::119: gak puas searching, pokoknya tetep nyari yg gratisann :face16:yah maklum mahasiswa maunya gratisan aja:10:. Setelah mengorbankan waktu tuk nyari, akhirnya ketemu juga di blognya CIK LYSAA. Ternyata disitu lengkap banget sampe ada cara-caranya juga. Klik akhirnya download dweh.... senengnyaaa :face42:

Setelah ikuti step by step, and nunggu download an ber jam-jam, udah selesai download. Buttt..... gak bisa dibuka :119: Tuing :118: tuing :face33:. WHY??????? ada apa ini????? GUBRAKKK..... :124:.
Ukkhhhh.... Sumpah Sebel bgttt.... :face3: .

Help me......:q::r::x::119:

15 januari 2011

DEFINISI HUKUM ISLAM



Menurut Dr. Muhammad Muslihuddin Islamic Law is divinely ordained system, the will of god to be estabilished on earth. It is called Shari’ah or the (right ) path. Al- quran and the Sunnah ( tradition of  prophet) are is two primary and original sources. Hukum islam adalah sistem hukum ketetapan dari Allah SWT, kehendak Allah yang ditegakkan diatas bumi. Hukum Islam itu disebut Syari’at atau jalan yang benar. Al – Quran dan sunnah Nabi merupakan dua sumber utama dan asli bagi hukum islam tersebut.
Menurut Prof. Hasbi, hukum Islam berarti seperangkatan peraturan berdasarkan Wahyu Allah dan Sunnah Rasul tentang tingkah laku manusia yang Mukallaf yang diakui dan diyakini berlaku dan mengikat untuk semua umat yang beragama Islam.
Menurut Etimologi, Syari’at berarti Al – Thariqah atau jalan. Pengertian atau ta’rif Syari’at Islam sebagai suatu pedoman hidup dan ketetapan hukum yang digariskan oleh Allah SWT. Syari’ah dinamakan hukum yang memiliki pengertian bahwa ketetapan peraturan Allah yang wajib ditaati. Syari’ah juga disebut Syara’ yaitu aturan yang dijalani manusia, atau suatu aturan agama yang wajib dijalani oleh manusia untuk mencapai kebahagiaan hidup baik di dunia maupun kelak di akhirat.
Jadi, Hukum Islam adalah hukum yang bersumber kepada nilai – nilai keislaman, yang dibentuk dari dalil – dalil Agama Islam. Hukum itu bisa berarti ketetapan, kesepakatan, anjuran, larangan, dsb. 

Dikutip dari berbagai sumber, digunakan untuk tugas kuliah

Disusun oleh :

Model-Model Komunikasi



Ø  
Model Gerbner

      #  Seseorang diperhatikan sebagai M yang berarti manusia (man) atau sebagai M bila urutan komunikasinya melibatkan alat mekanisme. M mungkin pengirim atau penerima pesan-perannya dimaknai berdasarkan letaknya dalam urutan komunikasi
  #  E’ adalah kejadian (event) sebagaima dipersepsi oleh M
   # S/E adalah pernyataan mengenai peristiwa
      # SSE adalah sinyal mengenai pernyataan mengenai kejadian
  #  SSSE adalah hasil yang dikomunikasikan
 Jadi, model Garbner menunjukkan bahwa seseorang mempersepsi suatu kejadian dan mengirim pesan kepada suatu Transmitter yang pada gilirannya mengirimkan sinyal kepada penerima (receiver); dalam transmisi itu sinyalnya menghadapi gangguan dan muncul sebagai SSSE bagi sasaran (destination).

Ø  Model DeFleur
De Fleur mempersoalkan arti dari isi pernyataan yang disampaikan dan arti dari isi pernyataan yang diterima. Noise dapat mempengaruhi semua unsur komunikasi. De Fleur menemukan adanya umpan balik (feedback). Dengan umpan balik ini, akan lebih mudah tercapai persamaan arti antara arti message yang disampaikan dan arti pesan yang diterima. Dalam komunikasi massa, komunikator hanya memperoleh feedback yang terbatas atau tidaklangsung dari khalayaknya.

Ø  David Berlo
Model komunikasi ini dikenal dengan S-M-C-R. S adalah source yaitu pengirim pesan, M adalah Message yaitu pesan itu sendiri, Channel yaitu saluran atau cara yang digunakan untuk menyampaikan pesan dan R yaitu Receiver atau penerima pesan yang menjadi sasaran kita.
David K. Berlo model ini ia temukan pada tahun 1960, yang lebih dikenal dengan nama model SMCR (Source-Message-Channel-Receiver). Menurut Berlo, source dan receiver dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti: ketrampilan berkomunikasi, tindakan yang diambil, luasnya pengetahuan, sistem sosial, dan kebudayaan lingkungan sekitar. Sedangkan pesan yang diutarakan dikembangkan sesuai dengan elemen, struktur, isi, perlakuan, dan kode. Kemudian channel yang akan digunakan berhubungan langsung dengan panca indera, yaitu
dengan melihat, mendengar, menyentuh, mencium bau-bauan, dan mencicipi. Tidak terbatasnya penggunaan model ini terhadap konteks komunikasi lain (seperti komunikasi massa, komunikasi antarpribadi, maupun berbagai bentuk komunikasi tertulis) menjadi suatu kelebihan tersendiri bagi model Berlo. Selain itu, model ini juga berfungsi sebagai pemandu para komunikan dalam melakukan komunikasi.

Ø  Stewart L. Tubbs

Ada empat jenis pesan yang mungkin:             
(1) Verbal disengaja
(2) Verbal tak disengaja
(3) nonverbal disengaja
(4) nonverbal tak disengaja
Pesan verbal adalah semua jenis komunikasi lisan yang menggunakan suatu kata atau lebih. Communicative stimuli (rangsangan wicara): usaha-usaha yang dilakukan secara sadar untuk berhubungan dengan orang lain secara lisan = Pesan verbal disengaja.
Pesan nonverbal meliputi aspek nonverbal dalam perilaku kita: ekspresi wajah, sikap tubuh, nada suara gerakan tangan, cara berpakaian, dan sebagainya. Semua pesan yang disampaikan tanpa kata-kata atau selain dari kata-kata yang kita pergunakan.
Pesan nonverbal tak disengaja: semua aspek nonverbal dalam perilaku kita yang kita sampaikan tanpa kita kontrol.
Saluran komunikasi tatap muka adalah organ pengindera – khususnya pendengaran, pengelihatan dan perabaan. Gangguan (interference) dan kegaduhan (noise) yakni segala sesuatu yang mengubah informasi yang disampaikan kepada penerima atau mengalihkannya dari penerimaan tersebut. Ada dua jenis; gangguan teknis dan gangguang semantik.


Ø  The bullet theory of communication ( teori peluru )
Teori peluru ini merupakan konsep awal sebagai effek komunikasi massa yang oleh para teoritis komunikasi tahun 1970 an dinamakan pula hypodermic needle thory yang dapat diterjemahkan sebagai teori jarum hipodermik. Teori ini ditampilkan pada tahun 1950 an setelah peristiwa penyiaran kaleidoskop stasiun radio CBS di Amerika berjudul “The Invasion From Mars”.
Wilbur Schramm pada tahun 1950 an itu mengatakan bahwa seorang komunikator dapat menembakkan peluru komunikasi yang begitu ajaib kepada khalayak yang pasif tidak berdaya. Tetapi pada tahun 1970 an Scrhamm meminta pada khalayak peminatnya agar teori peluru komunikasi itu tidak ada, sebab khalayak yang menjadi sasaran media massa itu ternyata tidak pasif.
Pernyataan Schramm tentang pencabutan teorinya tersebut didukung oleh Paul Lazarsfeld dan Raymond Bauer. Lazarsfeld mengatakan bahwa jika khalayak diterpa peluru komunikasi, mereka tidak jatuh terjerembab. Kadang – kadang peluru itu tidak menembus. Adakalanya efek yang timbul berlainan dengan tujuan si penembak.
Sementara itu Raymond Bauer menyatakan bahwa khalayak sasaran tidak pasif,mereka bandel (stubborn).Secara aktif mereka mencari yang diinginkan dari media massa. Jika menemukannya, lalu melakukan interpretasi sesuai dengan predisposisi dan kebutuhannya.

Ø  Model Gudykunst dan Kim
    Menurut Godykunst dan Kim, penyandian pesan dan penyandian-balik pesan merupakan proses interaktif yang dipengaruhi oleh filter-filter konspetual yang dikategorikan menjadi faktor-faktor buday, sosiobudaya, psikobudaya dan faktor lingkunga. Lingkaran paling dalam, yang mengandung interaksi antara penyandian pesan paling dalam, yang mengandung interaksi antara penyandian pesan dan penyandian pesan balik pesan, dikelilingi tiga lingkaran lainnya yang merepresentasikan pengaruh budaya, sosiobudaya, dan psikobudaya.
Salah satu unsur yang melengkapi model Godykunst dan Kim adalah lingkungan. Lingkungan mempengaruhi kita dalam menyand dan menyandi balik pesan. Lokasi geografis, iklim, situasi arsitektual (lingkungan fisik). Dan persepsi kita atas lingkunga tersebut mempengaruhi cara kita menafsirkan rangsangan yang datang dan prediksi yang kita buat mengenai perilaku orang lain.

Sumber : Dikutip dari Blogger


TEORI-TEORI SOSIOLOGI MOERN

TEORI FUNGSIONALISME
Tokoh-tokoh yang pertama kalimencetuskan fungsional yaitu August Comte, Emile Durkheim dan Herbet Spencer.Pemikiran structural fungsional sangat dipengaruhi oleh pemikiranbiologis yaitu menganggap masyarakat sebagai organisme biologis yaitu terdiridari organ-organ yang saling ketergantungan, ketergantungan tersebut merupakanhasil atau konsekuensi agar organisme tersebut tetap dapat bertahan hidup.pendekatan structural fungsional ini juga bertujuan untuk mencapai keteraturansosial. Durkheim mengungkapkan bahwa masyarakat adalah sebuah kesatuan dimanadi dalamnya terdapat bagian – bagian yang dibedakan. Bagian-bagian dari sistemtersebut mempunyai fungsi masing – masing yang membuat sistem menjadi seimbang.Bagian tersebut saling interdependensi satu sama lain dan fungsional, sehinggajika ada yang tidak berfungsi maka akan merusak keseimbangan sistem.

TEORI KONFLIK
Teorikonflik adalah teori yang memandang bahwa perubahan sosial tidakterjadi melalui proses penyesuaian nilai-nilai yang membawa perubahan, tetapi terjadiakibat adanya konflik yangmenghasilkan kompromi-kompromi yang berbeda dengan kondisi semula.
Teori konflik muncul sebagai reaksi dari munculnya teori struktural fungsional. Pemikiranyang paling berpengaruh atau menjadi dasar dari teori konflik ini adalahpemikiran Karl Marx. Padatahun 1950-an dan 1960-an, teori konflik mulai merebak.
Teorikonflik merupakan antitesis dari teori struktural fungsional, dimanateori struktural fungsional sangat mengedepankan keteraturan dalam masyarakat. Teori konflik melihatpertikaian dan konflik dalam sistem sosial. Teori konflik melihat bahwa di dalammasyarakat tidak akan selamanya berada pada keteraturan. Buktinya dalammasyarakat manapun pasti pernah mengalami konflik-konflik atauketegangan-ketegangan. Kemudian teori konflik juga melihat adanya dominasi, koersi, dan kekuasaan dalam masyarakat. Teori konflikjuga membicarakan mengenai otoritas yang berbeda-beda.
Teorikonflik juga mengatakan bahwa konflik itu perlu agar terciptanya perubahan sosial. Ketikastruktural fungsional mengatakan bahwa perubahan sosial dalam masyarakat ituselalu terjadi pada titik ekulibrium, teori konflik melihat perubahan sosialdisebabkan karena adanya konflik-konflik kepentingan. Namun pada suatu titiktertentu, masyarakat mampu mencapai sebuah kesepakatan bersama. Di dalamkonflik, selalu ada negosiasi-negosiasi yang dilakukan sehingga terciptalahsuatu konsensus.

TEORI INTERAKSIONALISME SIMBOLIK
George Herbert Mead (1863–1931), Charles Horton Cooley (1846–1929), Merekamenemukan bahwa individu-individu tersebut berinteraksi dengan menggunakansimbol-simbol, yang di dalamnya berisi tanda-tanda, isyarat dan kata-kata.
Francis Abraham dalam Modern Sociological Theory (1982) mengatakan bahwainteraksionisme simbolik pada hakikatnya merupakan sebuah perspektif yangbersifat sosial-psikologis yang terutama relevan untuk penyelidikan sosiologis.Teori ini akan berurusan dengan struktur-struktur sosial, bentuk-bentukkongkret dari perilaku individual atau sifat-sifat batin yang bersifat dugaan,interaksionisme simbolik memfokuskan diri pada hakekat interaksi, padapola-pola dinamis dari tindakan sosial dan hubungan sosial.
MANUSIA adalah masyarakat dalam bentuk miniatur. Ketika diaberkomunikasi dengan dirinya sendiri, dia bisa menjadi subyek dan sekaligusobyek. Dalam komunikasi itu pula, manusia berpikir, menunjuk segala sesuatu,menginterpretasikan situasi, dan berkomunikasi dengan dirinya sendiri dengancara-cara berbeda.Berpikir berarti berbicara kepada diri sendiri, sama seperticara kita berbicara dengan orang lain. Percakapan dengan diri sendiri sebagianbesar dilakukan dengan diam. Tanpa diri sendiri, manusia tidak akan mampuberkomunikasi dengan orang lain, sebab hanya dengan itu, maka komunikasiefektif dengan orang lain bisa terjadi. Dari situ akan terdapat banyak ‘arti’.Individu yang menyampaikan ‘arti’ pada dirinya sendiri, pada saat itu juga iamemberikan ‘arti’ pada orang lain.
Dan inilah yang dibincangkan dalam dalam teori interaksionisme simbolis.

TEORI PERTUKARAN
teori pertukaran (exchange theory) yang dikembangkanberdasarkan pemikiran psychological behaviorism. Dalam suasana kemunduran teoriinteraksionisme simbolik fenomena-fenomena baru muncul dalam interaksi sosial dimasyarakat maka George C. Homans menyempurnakan dengan prinsip-prinsip pertukaran sosial. menyatakantentang pentingnya pendekatan psikologi dalam menjelaskan gejala-gejala sosial.Menurut pendapatnya dengan psikologi dapat dijelaskan mengenai faktor yangmenghubungkan sebab dan akibat.
George C. Homans menyatakan bahwa psikologi perilaku menjelaskan pertukaransosial. penjelasan pertukaran sosial, yaitu (1) proposisi sukses, artinyasemakin perilaku itu memperoleh ganjaran, semakin orang melaksanakan perilakutersebut; (2) proposisi stimulus, artinya apabila stimulus menyebabkan adanyaganjaran maka pada kesempatan yang lain orang akan melakukan tindakan apabilaada stimulus yang serupa; (3) proposisi nilai, artinya semakin tinggi nilaisuatu tindakan maka semakin senang orang melaksanakan; (4) proposisi deprivasisatiasi, artinya semakin orang memperoleh ganjaran tertentu maka semakinberkurang nilai itu bagai orang yang bersangkutan; (5) proposisi restu-agresi,artinya ganjaran yang tidak seperti yang diharapkan maka akan menyebabkan marahdan kecewa serta dapat menyebabkan perilaku yang agresif.
Dalam teori pertukaran sosial menekankan adanya suatu konsekuensi dalampertukaran baik yang berupa ganjaran materiil, misal yang berupa barang maupunspiritual yang berupa pujian. Harapan-harapan yang akan diperoleh dalampertukaran sosial menurut Peter M. Blau, yaitu (a) ganjaran atau penghargaan;(b) lahirnya diferensiasi kekuasaan; (c) kekuasaan dalam kelompok; dan (d) kebsahankekuasaan dalam kelompok.
Untuk jelasnya dapat dikemukakan bahwa interaksi sosial dapat digolongkandalam dua kategori, yaitu didasarkan pada ganjaran atau penghargaan yangbersifat intrinsik dan ekstrinsik. Peter M. Blau berpendapat bahwa (1)individu-individu dalam kelompok-kelompok yang sederhana (mikro) satu sama laindalam pertukaran sosial mempunyai keinginan untuk memperoleh ganjaran ataupunpenghargaan; dan (2) tidak semua transaksi sosial bersifat simetris yangdidasarkan pada pertukaran sosial yang seimbang.

Sumber : Dikutip dari wikipedia



Penggolongan dan Ciri Statistik


PENGGOLONGAN STATISTIK
Berdasarkan tingkat pekerjaannya statistik sebagai ilmu pengetahuan dapat dibedakan menjadi dua golongan yaitu :

1)      Statistik deskriptif, yang dikenal sebagai statistik deduktif, statistik sederhana dan Descriptive Statistic adalah statistik yang tingkat pengerjaannya mencangkup cara-cara menghimpun, menyusun, atau mengatur, mengolah, menyajikan, dan menganalisa data angka agar dapat memberikan gambaran yang teratur ringkas, dan jelas, mengenai suatu gejala, peristiwa atau keadaan.
2)      Statistik inferensial yang dikenal statistik induktif, statistik lanjut, stastistik mendalam adalah statistik yang menyediakan aturan atau cara yang dapat dipergunakan sebagai alat dalam rangka menarik kesimpulan yang bersifat umum dari sekumpulan datra yang telah disusun dan diolah. Kecuali menyediakan aturan tertentu dalam rangka penarikan ksimpulan, penyusunan atau pembuatan ramalan, penaksiran dan sebagainya.

CIRI KHAS STATISTIK
v  Statistik selalu bekerja dengan angka atau bilangan, dengan kata lain  untuk dapat melaksanakan tugasnya statistik memerlukan bahan keterangan yang sifatnya kwantitatif.
v  Statistik bersifat objektif, selalu bekerja menurut objeknya.
v  Statistik bersifat universal, ruang lingkupnya tidak sempit.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...