Laman

Arti Penting mempelajari Ekonomi Politik Internasional

Dilihat dalam bahasan yang berbeda, dimana Ekonomi berkaitan dengan uang, pasar, perdagangan, kekayaan, harga dan lain sebagainya. Sedangkan politik membicarakan tentang kekuasaan, power, kepemerintahan, kedaulatan nasional, dan lain sebagainya. Ekonomi dan politik menjadi suatu yang paling dominan bagi negara. Dan juga menentukan bagi jalannya suatu negara tersebut, apakah stabil atau cenderung labil.

Ilmu ekonomi diimplementasikan dalam pasar, dan tujuan dari pasar sendiri adalah untuk mencapai kesejahteraan. Sedangkan politik merupakan sebuah instrument yang sangat melekat dengan pemerintahan sebuah negara, yang memiliki tujuan utama untuk mencapai kekuatan. Walaupun kedua hal ini memiliki perbedaan yang cukup signifikan, namun keduanya saling terkait satu sama lain. secara khusus ekonomi politik menjelaskan hubungan antara negara dengan pasar. “Hal ini merupakan hubungan yang kompleks dalam konteks internasional antara politik dan ekonomi, antara negara dan pasar, yang merupakan inti dari EPI” (Jackson & Sorenson,2009:228).


PERBEDAAN EKONOMI POLITIK DAN EKONOMI POLITIK INTERNASIONAL
1. EKONOMI POLITIK
Gilpin (2001) mengungkapkan bahwa inti dari studi ekonomi politik adalah bagaimana ilmu pengetahuan ada, dapat digunakan negara sebagai sarana untuk memperkaya negara yang bersangkutan. Menurut Gilpin bahwa inti atau kunci utama dari studi Ekonomi Politik terletak bagaimana ilmu pengetahuan tersebut mampu membuat negara menjadi negara yang kaya. Karena bahwa focus utama dalam ilmu ekonomi politik adalah pada kekayaan bagi negara. Ekonomi Politik hanya menyinggung ke arah bagaimana suatu negara dapat memperkaya dirinya sendiri beserta dengan urusan-urusan politik domestic. Maka dalam hal ini Ekonomi politik hanya fokus pada ruang lingkup negara atau untuk memperkaya negaranya.

2. EKONOMI POLITIK INTERNASIONAL
Ekonomi Politik Internasional memiliki ruang lingkup yang lebih besar dimana mempelajari interaksi aktor internasional dalam usahanya untuk meningkatkan ekonomi. Ekonomi Politik Internasional itu sendiri menitikberatkan pada pemahaman interaksi antara pasar dan actor politik yang ada di kancah internasional. Ekonomi Politik Intenasional memandang lebih luas lagi, karena cakupannya bukan hanya interaksi antara politik dan ekonomi saja, namun juga membahas tentang interdependensi antara negara satu dengan negara yang lain, rezim-rezim internasional, dan tentu saja, cara untuk mencapai kepentingan nasional.

Pentingnya studi Ekonomi Politik Internasional awal 1970-an dimana terjadinya kemerosotan ekonomi AS yang secara global berdampak pada kemampuan politiknya. Setelah pasca PD 2 bermunculan negara baru yang merupakan mayoritas negara miskin, tingkat pertembuhan ekonominya rendah, dsb. Dimana terjadinya krisis perekonomian akibat perang yang secara terus menerus terjadi di berbagai belahan negara. Krisis ekonomi ini membuat masyarakat internasional mulai memperhatikan bahwasanya ada keterkaitan antara politik dan ekonomi.  Sedangkan dalam buku Yanuar Ikbar "Ekonomi Politik Internasional" Bahwa studi EPI dimulainya diskusi-diskusi ketidakadilan dalam sistem internasional terutama dalam tata ekonomi dunia yang dikuasai oleh negara-negara besar industri yang maju, ketidakadilan tersebut secara garis besar dapat dibagi dalam tiga pola: a. Tidak meratanya pembagian kekayaan di dunia diantara negara-negara kaya yang maju dan negara-negara dunia ketiga yang miskin, b. Tidak meratanya angka-angka pertumbuhan ekonomi dalam sistem, dan c. Tidak meratanya pembagian kekayaan materiil di sebagian negara-negara ketiga itu sendiri.

Fokus kajian EPI dimana setiap manusia berkepentingan dengan kelangsungan hidupnya. Setiap manusia ingin memenuhi kebutuhan hidupnya. Maka dari itu, salah satu alasan orang bernegara guna terpenuhi kebutuhannya dengan baik. Dan tugas negara dalam hal ini adalah mensejahterakan rakyatnya. Politik dapat diartikan sebagai kajian bagaimana kehidupan bernegara tidak dapat dipisahkan dengan kebutuhan orang. Maka Kajian EPI dilihat dari bagaimana sebuah negara dalam berinteraksi dengan negara lain tidak hanya berusaha untuk mencapai kekuatan, tetapi juga mencapai kesejahteraan bagi negaranya, kekuatan negara dan kesejahteraan ini didapatkan melalui keuntungan-keuntungan dari terlaksananya kerjasama atau hubungan timbal-balik antara ekonomi dan politik.

Oleh Ima Sarah Nabila
*digunakan sebagai tugas mata kuliah Ekonomi Politik Internasional
Sumber: internet, buku EPI yanuar ikbar, dan materi kuliah.

UTS Hubungan Internasional Kawasan AFRIKA dan Timur Tengah

1. MENGAPA SERING TERJADI KONFLIK DI TIMUR TENGAH?

Perbedaan-perbedaan yang dimiliki oleh negara-negara Timur Tengah
Hal yang harus diingat bahwa tidak semua perbedaan dapat menimbulkan       konflik.
Akan tetapi di Timur Tengah perbedaan-perbedaan yang dimiliki oleh suatu negara dapat menimbulkan perbedaan yang lain, seperti perbedaan dalam bentuk pemerintahan menimbulkan perbedaan yang lain dalam orientasi politik luar negeri. Kedua, perbedaan yang mereka miliki telah mengundang campur tangan asing untuk memecah belah mereka sehingga perbedaan itu semakin tidak dapat menyatukan mereka dan mempersulit terwujudnya integrasi. Ketiga, perbedaan tersebut telah mengelompokkan negara-negara Timur Tengah kedalam kelompok tertentu, misalnya kelompok negara Kerajaan yang moderat dan kelompok negara  Republik yang radikal sehingga kedua kelompok ini memposisikan diri sebagai salah satu kelompok yang saling bermusuhan.

Rendahnya Legitimasi Politik
Legitimasi politik yang rendah akan menimbulkan ketidakpastian rakyat yang kemudian dapat menyebabkan konflik antara penguasa dengan rakyat, antara rakyat dengan rakyat. Keadaan ini akan diperparah dengan datangnya campur tangan asing baik yang berasal dari wilayah Timur Tengah sendiri maupun dari luar wilayah Timur Tengah.

Kesulitan Mewujudkan Integrasi Nasional dan Regional
Akibat dari banyaknya perbedaan yang dimiliki dan rendahnya legitimasi maka integrasi nasional masing-masing negara dan integrasi regional antar negara Timur Tengah sulit terwujud sehingga menumbuh suburkan konflik.

Campur tangan Asing
Perbedaan-perbedaan yang dimiliki, rendahnya legitimasi dan sulitnya integrasi telah mendorong campur tangan asing. Campur tangan asing ini dapat menjadi penyebab munculnya konflik atau memperuncing konflik yang telah terjadi. Campur tangan asing juga dapat berupa peninggalan yang dibuat pada masa lampau seperti konflik Arab-Israel adalah peninggalan Inggris karena Deklarasi Balfour tahun 1917, dan konflik di Libanon merupakan peninggalan Perancis berupa Pakta Nasional 1943.

Adanya bangsa yang tidak memiliki negara, yaitu Palestina
Berdirinya negara Israel tahun 1948 telah menyebabkan bangsa Palestina kehilangan wilayahnya, sehingga bangsa Palestina menjadi pengungsi dihampir semua negara Arab. Keadaan ini menyebabkan konflik antara pengungsi dengan negara yang bersangkutan. Konflik juga disebabkan karena perbedaan sikap masing-masing negara Arab terhadap bangsa Palestina dan Israel.

Kondisi Geografis (Lihat ciri umum wilayah Timur Tengah)
Letak strategis penghubung antara benua Eropa, Afrika dan Asia sehingga menjadi lalu lintas yang padat, apalagi setelah dibukanya Terusan Suez. Akibatnya banyak Negara ingin menguasai atau menanamkan pengaruhnya diwilayah ini sehingga menjadi ajang perebutan disamping juga penolakan wilayah yang akan dikuasai.
Sebagai tempat suci tiga agama; Islam, Kristen dan Yahudi.
Kekayaan alam; minyak yang melimpah, gas dan mineral.
Perbatasan yang labil.
Kelangkaan akan air karena terbatasnya jumlah sungai ditambah dengan sungai yang ada mengalir kebeberapa negara.
Suhu udara yang terlalu panas kemungkinan mempengaruhi temperamen seseorang untuk bermusuhan dengan yang lain.

Penyebab Utama Konflik palestina israel
Satu negara/wilayah yaitu Palestina yang diperebutkan oleh dua bangsa yaitu bangsa Arab Palestina dan bangsa Yahudi.
Penyebab Pemicu
Diproklamasikannya negara Palestina pada tanggal 15 Mei 1948 yang kemudian mendapatkan pengakuan dari Uni Soviet dan Amerika Serikat.
Asal usul Konflik Palestina-Israel
Pada tahun 1897 diadakan Kongres Yahudi di Bassel, Swiss yang melahirkan ide Zionisme yaitu suatu gerakan yang menghimpun kembali bangsa Yahudi diseluruh dunia di Palestina. Tokoh zionisme adalah Theodor Herzl.
1897-1917 merupakan masa pengiriman imigran Yahudi untuk mendirikan Eretz Yisrael (tanah Israel) yang dijanjikan Tuhan untuk orang-orang Yahudi.
15 Mei 1948 Palestina lepas dari jajahan Inggris, namun sehari sebelumnya (14 Mei 1948), Israel mengambilalih kekuasaan Palestina dari Inggris, sejak saat itu konflik terbuka Palestina-Israel dimulai.
1948 terjadi perang antara Israel beserta sekutunya dengan negara-negara Arab untuk memperebutkan Palestina, dan dimenangkan oleh Israel.
1974 PLO (Palestine Liberation Organization) berdiri dengan ideologi Nasionalisme Sekuler.
1974 PLO dibawah kepemimpinan Yasser Arafat menerapkan kebijakan nonkooperatif terhadap Israel. Dampaknya, Arafat dianggap sebagai tokoh ’teroris’ yang diburu Israel. Kemudian terjadi perubahan strategi perjuangan PLO dari perjuangan bersenjata kepada perundingan dan akhirnya berdamai dengan Israel.
Faksi-faksi perjuangan Palestina; PLO (Fatah), Hamas, Jihad Islam, dll.
Intifadhah = pemberontakan, dalam bahasa Arab artinya menggetarkan/mengguncang.
Intifadhah lahir pada 7 Desember 1987, PBB mendeskripsikan kondisi Intifadhah dalam bentuk mobilisasi masa rakyat Palestina dari semua tingkat usia baik pemuda, anak-anak, wanita,  pedagang dan pekerja yang melakukan demonstrasi guna memboikot ekonomi, penolakan pajak dan protes terhadap pendudukan Israel terhadap tanah mereka serta menuntut kemerdekaan.
Karekteristik Intifadhah;
Islamiyyah
Terus menerus dan tertata rapi
Kepeloporan
Masjid sebagai pusat gerakan
Total dan simultan
Intifadhah menggambarkan perjuangan Palestina yang offensif terhadap Israel yang deffensif.

MUNGKINKAH ISRAEL PALESTINA BERDAMAI? Argumentasi anda!

2. Jelaskan definisi tentang Timur Tengah:

Pendapat pertama, David E. Long dan Bernard Reich mengatakan bahwa wilayah Timur Tengah adalah negara-negara Arab non Afrika ditambah Iran dan Israel. Dengan definisi ini negara-negara Arab yang terletak di Afrika Utara seperti Mesir, Maroko, Libya dan Aljazair tidak dapat dimasukkan kedalam wilayah Timur Tengah.

Pendapat kedua, Roy R. Anderson, Robert F. Seibert, John G. Wagner dan Robert O. Freddman, mengartikan Timur Tengah sebagai Negara-negara yang tergabung dalam Liga Arab ditambah dengan Iran, Israel dan Turki.

Pendapat ketiga, memasukkan negara-negara seperti Afghanistan, Pakistan bahkan negara-negara Asia Tengah bekas Uni Soviet kedalam wilayah Timur Tengah. Pendapat ini dikemukakan dalam majalah The Middle East terbitan Inggris dan The Middle East Journal terbitan Amerika Serikat.

3. UPAYA UNTUK MENGAKHIRI KONFLIK DAN KRISIS SURIAH

4. JELASKAN KASUS ARAB SPRING!

5. Jelaskan Politik Luar Negeri Mesir (Nasser, Sadat dan Mubarak)

Gamal Abdul Nasser
Revolusi 1952 berhasil menggulingkan Raja Farouk oleh gerakan ”Perwira Muda” dibawah pimpinan Kol. Gamal Abdul Nasser.
Setelah berkuasa, Nasser membuka hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat guna memperkuat persenjataan, namun AS memberi syarat bahwa Mesir harus bergabung dengan AS (Blok Barat) dan menerapkan kebijakan anti Komunis atau memusuhi Blok Timur (Uni Soviet). Mesir (Nasser) menolak syarat tersebut, kemudian Nasser membuka hubungan dengan negara-negara Blok Timur seperti Chekoslowakia dan akhirnya dengan Uni Soviet.
Bantuan persenjataan Uni soviet ke Mesir menandakan awal dimulainya orientasi Mesir ke Timur.
Nasser tidak menghendaki berkembangnya faham komunis dan tetap mempertahankan idelogi Sosialisme Arab. Walau Ideologi Sosialisme Arab tidak pernah dirinci dengan jelas, namun pada umumnya diartikan sebagai orientasi politik yang berdasarkan kerakyatan.
Nasser mengembangkan gagasan Pan Arabisme guna membangun dunia Arab yang bersatu, kemudian dibentuklah Liga Arab di Alexandria (Iskandariah) pada Maret 1945.
Nasser mengusulkan dibentuknya Republik Persatuan Arab (United Arab Republic). Gagasan ini hanya mendapat tanggapan dari Syria. Penggabungan Mesir-Syria menjadi Republik Persatuan Arab hanya bertahan singkat, yaitu dari 1956 sampai dengan 1958.
Eksistensi Nasser sebagai pemimpin revolusioner telah memicu/menstimulus terjadinya gerakan revolusi dibeberapa negara tetangga, antara lain:
Runtuhnya Kerajaan Irak pada tahun 1958
Revolusi di Yaman Utara pada tahun 1962
Kudeta Militer di Syria pada tahun 1963
Perebutan kekuasaan oleh Partai Baath di Irak pada tahun 1968
Kudeta Militer di Sudan pada tahun 1959
Kudeta Militer di Libya pada tahun 1969
Nasser lebih sering menggunakan Liga Arab dan GNB dalam menjalankan Politik Luar Negeri Mesir.
Nasser sangat terpukul oleh kekalahan perang 6 hari melawan Israel pada tahun 1967 yang berakibat didudukinya wilayah Mesir (Semenanjung Sinai) oleh Israel. Kekalahan tersebut berdampak pada pengunduran diri Nasser sebagai Kepala Negara. Namun melalui referendum, Nasser terpilih kembali.
28 September 1970 Nasser wafat karena serangan jantung.

Anwar Sadat
Kebijakan Sadat sangat berbeda dengan Nasser, baik dari aspek politik Dalam Negeri maupun politik Luar Negeri Mesir.
Dalam politik domestik, Sadat mengeluarkan kebijakan infitah (pintu terbuka) sebagai permulaan liberalisasi ekonomi.
Sedangkan dalam politik Luar Negeri, Sadat melakukan upaya/gerakan pembersihan terhadap anasir ’sayap kiri’ yang pro Soviet dan mengurangi intensitas hubungan diplomatik dengan negara-negara Blok Timur.
1973 terjadi Perang Mesir-Israel, bagi Mesir perang tersebut disebut sebagai ’perang Ramadhan’, sedangkan Israel menyebutnya sebagai ’perang Yom Kippur’. Perang ini berhasil menghancurkan benteng pertahanan Israel serta dapat merebut kembali Semenanjung Sinai. Tujuan lain dari perang ini adalah upaya melibatkan Amerika Serikat yang nantinya dapat mempertemukan Mesir-Israel dalam meja perundingan.
Pada November 1977 Sadat melakukan kunjungan ’fenomenal’ ke Yerussalem guna merintis usaha perdamaian melalui perundingan langsung dengan Israel.
Kunjungan Sadat tersebut dibalas oleh Manachem Begin (PM Israel) dengan mengunjungi Mesir. Sikap saling mengunjungi tersebut menghapus slogan ’no recognition dan no negotiation, kemudian yang tinggal hanya no peace.
17 September 1978 diadakan perundingan dalam bentuk perjanjian perdamaian di Camp David yang dihadiri oleh J. Carter (AS), Anwar Sadat dan Machem Begin.
Perjanjian Camp David menimbulkan reaksi pro-kontra dari Negara-negara Arab lainnya, dampaknya bagi Mesir antara lain:
Mesir dikeluarkan dari keanggotaan Liga Arab.
Markas Pusat Liga Arab dipindahkan dari Kairo ke Tunis
Berbagai bantuan dari negara-negara Arab dihentikan
Mesir terkucil dari Dunia Arab.
6 Oktober 1981 Anwar Sadat terbunuh pada acara kemiliteran guna memperingati Perang 1967.
Salah satu keberhasilan Sadat adalah mengembalikan Semenanjung Sinai yang diduduki Israel pada 1967.

Husni Mubarak
Selama hampir 6 tahun Mubarak menjadi Wapres dan pendukung loyal terhadap setiap kebijakan Sadat.
Pada masa kepemimpinannya, prioritas awal program kerja pemerintahan Mubarak adalah memperbaiki perekonomian dengan melanjutkan kebijakan ’infitah’.
Mengingat posisi Mesir yang dikucilkan oleh negara-negara Arab, maka Mubarak mencari bantuan ekonomi pada Amerika Serikat. Salah satu hasilnya adalah adanya pemutihan hutang.
Selain melakukan hubungan dengan Amerika, Mubarak juga mulai melakukan normalisasi hubungan dengan Uni Soviet. Salah satu upaya tersebut ialah ditingkatkannya pertukaran kunjungan pejabat tinggi antar kedua negara.
Upaya Mesir mendekati negara-negara Arab Ialah dengan memberikan dukungan kepada Irak pada Perang Teluk I antara Irak vs Iran tahun 1979-1988.
Adapun pada Perang Teluk II antara Irak vs Kuwait pada 2 Agustus 1990, Mesir bersama negara-negara Arab lainnya mendukung Kuwait.
Setelah dapat kesepahaman dengan negara-negara Arab lainnya, maka pada tahun 1989 Mesir diterima kembali menjadi anggota Liga Arab.
Situasi politik antar negara-negara Arab sangat sulit disimpulkan/diprediksi, terutama dalam hal konflik dan persekutuan. Ini semua disebabkan oleh tidak adanya kesamaan dalam common interest guna menghadapi common enemy/common opponent, dalam hal ini terutama Israel yang didukung oleh sekutu abadinya yaitu Amerika Serikat.


 *Catatan Pribadi digunakan sebagai UTS mata kuliah "Hubungan Internasional Kawasan Afrika dan Timur Tengah" Hanya Share! Sayang dibuang. Sisanya Jawab Sendiri ya. Semoga bermanfaat ;) 

UAS Studi Lingkungan Global

IMA SARAH NABILA
113112350750087

1. JELASKAN!
Peranan lingkungan dalam pembangunan dalam pendekatan ekologi pembangunan dan pendekatan AMDAL

Pembangunan dan lingkungan hidup adalah dua bagian yang satu dengan yang lainnya saling mendukung dan tidak dapat dipisahkan, karena tidak akan terjadi sebuah pembangunan dalam kehidupan manusia jika tidak ada lingkungan yang mendukung kearah terwujudnya pembangunan tersebut.
Dalam pengelolaan lingkungan yang dimaksud dengan lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya. selama manusia ada pembangunanpun akan terus berlangsung, apalagi ditunjang dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu pesat akan memacu pembangunan yang cepat karena kebutuhan manusiapun akan semakin meningkat. Jadi sangatlah jelas bahwa pembangunan mempengaruhi dan dipengaruhi oleh lingkungan hidup.

Ekologi adalah ilmu mengenai hubungan timbal balik antara organism dan sesamanya serta dengan lingkungan tempat tinggalnya. Ekologi adalah suatu studi yang mempelajari struktur dan fungsi ekosistem. Di dalam ekologi pembangunan manusia mempunyai peranan yang sangat penting, baik sebagai subjek maupun objek pembangunan.Ekologi adalah ilmu mengenai hubungan timbal balik antara organism dan sesamanya serta dengan lingkungan tempat tinggalnya. Ekologi adalah suatu studi yang mempelajari struktur dan fungsi ekosistem.

Pembangunan dan lingkungan hidup adalah dua bagian yang satu dengan yang lainnya saling mendukung dan tidak dapat dipisahkan, karena tidak akan terjadi sebuah pembangunan dalam kehidupan manusia jika tidak ada lingkungan yang mendukung kearah terwujudnya pembangunan tersebut. Interaksi antara pembangunan dan lingkungan hidup membentuk sistem ekologi yang disebut ekosistem.

Secara formal konsep Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) berasal dari undang-undang National Environmental Policy Act (NEPA) 1969 di Amerika Serikat. Dalam undang-undang ini AMDAL dimaksudkan sebagai alat untuk merencanakan tindakan preventif terhadap kerusakan lingkungan yang mungkin akan ditimbulkan oleh suatu aktivitas pembangunan yang sedang direncanakan. Di Indonesia AMDAL tertera dalam pasal 16 Undang-undang Nomor 4 tahun 1982 tentang Ketentuan-ketentuan pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Indonesia memiliki masalah dalam pemanfaatan sumber daya alam yang melebihi daya untuk memperbaharuinya. Di samping itu permasalah lainnya adalah pemanfaatan lingkungan yang melebihi daya dukungnya. Pencemaran lingkungan perairan, daratan, dan atmosfer merupakan persoaalan yang ditemukan pada berbagai lingkungan terutama di perkotaan. Pencemaran yang menyebabkan kualitas lingkungan rendah ini merupakan akibat dari kegiatan pembangunan yang dilaksanakan di Indonesia yang tidak memperhatikan dampak yang ditimbulkan dari pembangunan tersebut.

Perubahan lingkungan oleh aktivitas manusia masih dalam kemampuan alam untuk memulihkan diri sendiri secara alamiah, tetapi aktivitas manusia makin lama makin menimbulkan perubahan sumberdaya alam dan lingkungannya. Perubahan-perubahan lingkungan makin lama makin menimbulkan kerugian bagi manusia sendiri dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, kesejahteraannya, bahkan keselamatan dirinya, yaitu dalam bentuk dampak kegiatan pembangunan atau akibat-akibat sampingan dengan adanya kegiatan pembangunan.

AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) merupakan kajian dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup, dibuat pada tahap perencanaan, dan digunakan untuk pengambilan keputusan. Hal-hal yang dikaji dalam proses AMDAL adalah aspek fisik-kimia, ekologi, sosial-ekonomi, sosial-budaya, dan kesehatan masyarakat sebagai pelengkap studi kelayakan suatu rencana usaha dan/atau kegiatan.

2. Bagaimana seharusnya pembangunan mengambil sikap terhadap lingkungan?

Banjir yang melanda Jakarta dan beberapa daerah lain terjadi karena rusaknya ekologis akibat kebijakan pembangunan yang tak memperhatikan alam. Lahan hijau dan kawasan penampung air diubah jadi permukiman dan lahan industri. kerusakan ekologis di Indonesia dari tahun ke tahun makin memprihatinkan. Pemerintah harus mengambil sikap tegas terhadap rencana pembangunan yang tak memperhatikan alam, tidak disertai Amdal. Pemerintah juga harus menyelamatkan ekologi yang makin rusak. Banjir yang berulang di Jakarta terjadi karena wilayah sekitarnya telanjur rusak dan tak kunjung dibenahi. Alih fungsi lahan yang tidak pada tempatnya dan hanya untuk kepentingan bisnis membuat kerusakan semakin tak terelakkan. Ini tidak lepas dari peran pemerintah yang mengizinkannya.

Pembangunan yang memadukan lingkungan hidup, termasuk sumber daya alam, menjadi sarana untuk mencapai keberlanjutan pembangunan dan menjadi jaminan bagi kesejateraan dan mutu hidup generasi masa kini dan generasi masa depan. Oleh karena itu, lingkungan hidup Indonesia harus dikelola dengan prinsip melestarikan fungsi lingkungan hidup yang serasi, selaras dan seimbang untuk menunjang pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan hidup bagi peningkatan kesejahteraan dan mutu generasi masa kini dan generasi masa depan.


Untuk menjamin kelangsungan hidup kita dan kelangsungan hidup generasi yang akan datang, dalam suasana baik dan menyenangkan dan untuk menjamin kelangsungan berbagai lapisan kehidupan yang ada di alam, maka mau tak mau kita harus merubah dalam memandang dan memperlakukan alam. Perubahan sikap ini bukan hanya karena alam begitu penting bagi manusia, melainkan karena alam dengan berbagai lapisan kehidupan yang ada di dalamnya, memiliki nilai dalam dirinya sendiri, yang harus dihormati dan dilindungi. Bagi keberlangsungan hidup bersama.

*Ditulis dan di catat sebagai kepentingan pribadi untuk UAS mata kuliah "Studi Lingkungan Global". Hanya Share! Sayang dibuang. Semoga Bermanfaat :D

MARITIM CHINA


PENDAHULUAN
Negara maritim merupakan negara yang memiliki wilayah lautan atau perairan yang luas dan mampu untuk menguasai wilayah tersebut. Dalam kamus besar bahasa indonesia maritim dalam arti adalah berkenaan dengan laut, berhubungan dengan pelayaran serta Perdagangan di laut.
 Dalam hal tersebut negara-negara di dunia meyakini bahwa maritim merupakan kekuatan utama suatu negara dalam hal transportasi perdagangan di laut. Sampai saat ini laut menjadi media transportasi perdagangan dunia. Kebanyakan perjalanan komersial dunia dilakukan melalui jalur laut.Maritim terdiri dari lautan, pelabuhan, muara, kepulauan, dan daerah pesisir pantai yang telah mendukung perdagangan dunia.Sehingga negara-negara di dunia berlomba-lomba untuk memperkuat barisan maritimnya.

Bukan hanya dalam hal ekonomi, diyakini bahwa laut adalah aspek alamiah yang paling memengaruhi kehidupan politik, sosial, budaya juga. Dalam hal ini dilakukan dengan pelayaran dunia. Suatu negara menggembangkan serta menjaga daerah kemaritimannya dalam rangka pemanfaatan laut bagi kemakmuran bangsanya, sekaligus untuk mengembangkan budaya, tujuan akhirnya penguasaan laut nasional yang dapat dieksplorisasi bagi kepentingan negara serta bangsanya. Negara dengan kekuatan ekonomi yang terus berkembangmembuktikan bahwa kelanjutan kemajuan sebuah negara akan makin bergantung pada perdagangan dan angkutan laut dan ketersediaan energi, serta ekploitasi sumber daya laut dan bawah laut dan akhirnya membangun industri maritim yang tangguh. Sisi lain dari laut yang memberikan peluang kesejahteraan dan kemakmuran adalah sumber daya laut dan bawah laut.

MARITIM CHINA
Maritim kelautan cina terbagi menjadi dua yaitu Laut Cina Selatan dan Laut Cina Timur.
Laut Cina Selatan
Laut Cina Selatan merupakan sebuah laut yang terletak di bagian dari Samudra Pasifik, yang terletak mencakup daerah dari Singapura ke Selat Taiwan sekitar 3.500.000 km². Laut ini merupakan badan laut terbesar setelah kelima samudera.
Negara-negara dan wilayah yang berbatasan dengan laut ini di antaranya: Republik Rakyat Cina, Makau, Hong Kong,Republik China (Taiwan), Filipina, Malaysia, Brunei, Indonesia, Singapura, Muang Thai, Kamboja, dan Vietnam.
Secara geografis hal ini dianggap sebagai wilayah strategis ditinjau dari segi lalu lintas pelayaran. Pemanfaatan sumber daya laut di daerah perbatasan serta berbagai usaha perdagangan selain dapat meningkatkan kesejahteraan dan juga mempermudahkan perekonomian. Dari aspek kesejahteraan dapat mengeksploritasi kekayaan sumber daya alam di laut. Sedangkan dari aspek perekonomian dikatakan laut sebagai salah satu lalu lintas perdagangan. Namun tidak hanya itu, dalam hal ini dibutuhkan juga keamanan dan pertahanan guna meningkatkan keamanan wilayah di perbatasan wilayah perairan tersebut.

Di Laut Cina Selatan sendiri terdapat empat kelompok gugusan kepulauan, dan karang-karang yaitu: Paracel, Spartly, Pratas, dan kepulauan Maccalesfield. Sengketa teritorial di Laut Cina Selatan terjadi pada kedua gugusan kepulauan Spartly dan paracel, dan perselisihan mengenai Pulau Phu Quac di Teluk Thailand antara Kamboja dan Vietnam, klaim multilateral di pulau Spartly dan Paracel ini lebih menonjol karena intensitas konfliknya. Di antara kedua kepulauan itu, permasalahannya lebih terpusat pada Spartly, yang merupakan gugus kepulauan yang mencakup bagian laut Cina Selatan, yang diklaim oleh enam negara. Diantaranya: Cina, Taiwan, Vietnam, Brunei, Filipina, dan Malaysia, sementara Kepulauan Paracel dan juga Pratas, praktis secara efektif masing-masing sudah berada di bawah kendali Cina dan Taiwan.

Isu sengketa perairan Laut China Selatan menjadi strategis dalam perkembangan Asia Timur. Dimana negara-negara yang berbatasan dengan Laut Cina Selatan bersengketa dengan Cina mengenai ini. Beberapa negara-negara ASEAN tersebut mendesak agar hal ini disampaikan pada KTT ASEAN, namun Cina menolak karena ditakutkan adanya interferensi dari negara lain. Dengan siap yang demikian, Cina dianggap arogan dalam kasus ini. Cina mengklaim laut yang serupa berbentuk "U"dalam laut cina selatan adalah miliknya. Namun hal ini bertentangan dengan konverensi Hukum Laut PBB UNCLOS.

Dan perjalanan konflik panjang terjadi atas Sengketa teritorial di kawasan laut Cina Selatan khususnya sengketa kepemilikan Kepulauan Spartly dan Kepulauan Paracel. Karena penguasaan kepulauan ini telah melibatkan banyak negara diantaranya Inggris, Prancis, Jepang, RRC, Vietnam, yang kemudian melibatkan pula Malaysia, Brunei, Filipina dan Taiwan. Sengketa teritorial di kawasan laut Cina Selatan ini bukan hanya terbatas pada masalah kedaulatan atas kepemilikan pulau-pulau, tetapi juga bercampur dengan masalah hak berdaulat atas Landas Kontinen dan ZEE serta menyangkut masalah penggunaan teknologi baru penambangan laut dalam (dasar laut) yang menembus kedaulatan negara.Hal inilah yang menjadi bertentangan dengan Konverensi Hukum Laut PBB UNCLOS.

Hal ini dilihat tidak lepas dari kepentingan pertahanan dan industri pertahanan wilayah maritim itu sendiri. Pertumbuhan negara China dan ambisinya sebagai kekuatan besar regional berhasil menggoyang lingkaran pengaruh dunia melalui pelibatan ekonomi dan militernya. Diakui dunia, china merupakan negara dengan kemajuan ekonominyanya pesat dan sebagai bangsa yang produktif didunia. Dengan hal itu, china memodernisasikan militernya demi sebuah pertahanan negaranya serta guna melncarkan ambisinya sebagai kekuatan regional Asia.
China dengan maritim nasional dan kekuatan Angkatan Lautnya dari masa ke-masa,diawali dengan tulisan Ketua Mao Zedong tahun 1953 yang menulis “kita bangun Angkatan Laut yang kuat guna memerangi agresi imperialis”.Tahun 1979, diteruskan ketua Deng Xiaoping yang menyerukan “membangun Angkatan Laut kuat dengan kapabilitas tempur modern”. Tahun 1997,Jiang Zemin mendesak agar Angkatan Laut China tampil seperti “tembok raksasa Maritim”. 2.Djoko, Budiman. 2012. Bangkitnya naga kuning-strategi maritim china.
Dalam hal ini terlihat bahwa china sangat mengedepankan stateginya guna menjadikan kekuatan negaraya. Dan dari pada itu strategi yang digunakan sedemikian rupa untuk memperoleh suatu pertahanan negri yang kokoh. Satu orientasi dan fokus kepentingan nasional China adalah kedaulatan dan integritas territorial yang sangat kokoh.

Laut Cina Timur
Laut cina timur merupakan sebuah laut tepi yang terbentang di sebelah timur Cina, menghubungkan Jepang, Korea dan pesisir timur Cina. Laut ini merupakan bagian dari Samudra Pasifik. Laut Cina Timur dibatasi di sebelah timur oleh pulau Kyūshū dan Kepulauan Ryukyu, di sebelah selatan oleh Taiwan dan di sebelah barat oleh daratan Cina. Laut ini dihubungkan dengan Laut Cina Selatan oleh Selat Taiwan dan denganLaut Jepang oleh Selat Korea. Di utara laut ini juga terhubung dengan Laut Kuning.
Sama halnya dengan LCS (laut cina selatan), Laut cina timur pun mengalami konflik atas kepulauan yang berbatasan atau yang menjadi penghubung dengan negara tetangga. Luas kawasan ini sekitar 7 km2 dan terletak di timur laut Taiwan, di timur Cina daratan dan di barat daya kawasan Okinawa Jepang.
 Dalam hal ini adalah pulau Dioyu. Persengketaan mengenai kepulauan Senkaku, yang diklaim oleh China, Jepang, dan Taiwan. Cina menegaskan bahwa Kepulauan Diaoyu , atau Senkaku, seperti yang dikenal di Jepang, merupakan bagian dari wilayah kedaulatan China. Kepulauan Senkaku [juga dikenal sebagai Kepulauan Daioyutai di Cina, dan Kepulauan Tiaoyutai di Taiwan] tidaklah berpenghuni. Jepang mengatakan mereka telah melakukan survei atas pulau ini dalam 10 tahun dan menetapkan bahwa pulau-plau itu tidak berpenghuni. Pada 14 Januari 1895, Jepang mendirikan batas kedaulatan yang secara resmi memasukkan kepulauan itu ke kawasan Jepang.
Menurut Jepang, Cina telah melakukan pelanggaran wilayah terhadap sejumlah kepulauan di Laut Cina Timur yang diklaim sebagai kawasan berdaulat milik Jepang. Di samping itu, Korea Utara dianggap Jepang sebagai ancaman abadi di kawasan tersebut.

SISTEM PERTAHANAN MARITIM CHINA

RRC melakukan pendekatan terhadap Filipina dan malaysia untuk mencari penyelesaian sengketa atas Kepulauan Spratly secara damai. Pada waktu itu beberapa negara yang mengklaim laut Cina Selatan telah sepakat untuk tidak menggunakan senjata sebagai alat penyelesaian sengketa. Akan tetapi RRC mengadakan pendekatan kepada kedua negara tersebut, RRC terus bersikeras memperkuat kehadirannya di kepulauan Spralty dengan meningkatkan sejumlah tentaranya di pulau kecil yang lain di kawasan Laut Cina Selatan.Sikap dan tindakan RRC itu merupakan bentuk frontal penolakan terhadap serentetan protes yang dilakukan Vietnam dan seru-seruan agar diadakan perundingan-perundingan mengenai Kepulauan Spratly. Hal ini semakin jelas karena RRC berusaha mengukuhkan kekuasaannya di Laut Cina Selatan. Dan negara Cina ini telah memperkuat kehadiran militernya di kawasan tersebut, serta melakukan modernisasi kekuatan pertahanan menuju ke arah tercapainya armada samudra.

Pertumbuhan kekuatan militer chinayang menjadipenggerak utama adalah perekonomian makro Internal negaranya. Sehingga china dianggap sebagai kekuatan Maritim yang baru tumbuh didunia, para pengamat mengungkapkan ambisi kekuatan Maritim China masih sebatas sebagai pemangku kepentingan nasionalnya.Serta menduga arah percepatan modernisasi kekuatan Maritim China dengan strukturnya,peralatan,dan pelatihannya yang jelas kekuatan Maritim ini akan mendukung kepentingan nasional dibidang kesejahteraan negaranya.
Tanda-tanda arah pembangunan kekuatan Maritim China semakin jelas,seperti:modernisasi dukungan terhadap operasi tempur gabungan diperairan litoral,melaksanakan “kontrol laut” dekat perimeter pertahanan rantai kepulauan pertamanya dan mengembangkan “operasi penolakan”  kearah luar diperairan regional,serta mempertahankan gugus lautnya untuk mendukung operasi non-tempur dan konflik intensitas rendah.
Hal ini diperkuat dengan keinginan rakyat china untuk menjadi kekuatan maritim, yang selaras dengan kekuatan ekonominya. Dengan mempunyai kapal induk, tujuannya tidak lain adalah untuk meningkatkan kapasitas eksploitasi sumber daya laut, mengembangkan ekonomi laut, melindungi lingkungan ekologi laut, dengan tegas menjaga hak serta kepentingan matitimnya, dan tentunya membangun kekuatan maritim melalui pertahanan kawasan maritim itu sendiridengan tujuan menjadi kekuatan bagi negaranya.
China semakin menunjukkan kelasnya dengan aksi kekuatan Maritimnya mengawal armada niaganya sampai dilepas pantai Somalia pada tahun 2008.China banyak belajar di-area OMSP pihak Barat dan AS dan menyadari bagaimana pentingnya mengawal Armada niaga yang mengangkut komoditi import dan ekport bagi kepentingan nasionalnya. Jelas disini bahwa china memperkuat maritimnya dengan tujuan semata-mata untuk kepentingan nasionalnya. Dan upaya sebagai kekuatan asia dilakukannya guna kesejahteraan bagi negaranya.
China sebagai negara yang berupaya sebagai pertubuhan kekuatan maritimnya setidaknya memiliki tiga kondisi yang harus dipertahankan untuk kelangsungan hidupnya dan kesejahteraannya, kondisi ini relative sama dengan kepentingan nasional bagi Negara lain. Ketiganya adalah:Keutuhan nasional, Stabilitas dan Kedaulatan. Dalam hal ini Relatif mirip negara lain seperti kesejahteraan,keamanan dan kedaulatan atau ditambah substansi yang lain. Substansi kepentingan nasional jauh lebih penting karena akan menjadi rujukan strategi dan policy sertamenjadi salah satu instrumen kekuasaan nasional.

Dengan demikian, persengketaan teritorial ini merupakan suatu keinginan berkuasanya cina pada perairan samudera pasifik. Dan hal ini menciptakan potensi konflik yang luar biasa besar di sepanjang kawasan Asia Pasifik. Kondisi ini harus adanya penyelesaian sengketa teritorial di Laut Cina Selatan yang tampaknya semakin rumit dan membutuhkan mekanisme pengelolaan yang lebih berhati-hati agar tidak menimbulkan ekses-ekses instabilitas di kawasan Asia Pasifik itu sendiri.

Laut cina selatan maupun timur sama-sama ketat pertahanannya. Pertahanan cina dilakukan dengan adanya penjagaan yang ketat dari angkatan laut maupun udara dimasing-masing pulau sengketa. Bahkan cina sendiri telah menciptakan zona identifikasi pertahanan udara di laut cina timur. Sampai saat ini, persengketaan atas keduanya belum berujung pada penyelesaian. Konflik laut cina selatan maupun laut cina timur pun semakin memanas atas pertahanan masing-masing negara atas wilayah tersebut. Dalam persengketaan ini tidak lebih dari keingginan masing-masing negara untuk memiliki tempat sengketa tersebut.

*Dibuat sebagai tugas POLITIK KELAUTAN DAN HUKUM LAUT INTERNASIONAL
Sumber: all akses internet.

Bisnis Internasional 6

STRATEGI MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA

I. Manajemen SDM internasional adalah proses seleksi, pelatihan, pengembangan, dan pengompensasian personil dalam posisi-posisi di luar negeri. Ada tiga sumber bakat personil MNCs diposisis-posisi dalam perusahaan yaitu: 1. Ekspatriat yaitu Para warga negara asal yang menetap diluar negeri tapi masih warganegara dari negara asal MNC. 2. Para warga negara tuan rumah yaitu orang-orang setempat yang dipekerjakan oleh MNC. 3. Para warganegara dari negara-negara selain dari negara dimana NMC berkantor pusat atau negara dimana mereka ditugaskan oleh MNC.

II. Kriteria penyaringan internasional adalah faktor-faktor yang dipakai untuk mengidentifikasi para individu yang dianggap sebagai yang paling sesuai untuk penugasan diluar negeri. Kriterianya yaitu: 1. Adaptabilitas adalah kemampuan perorangan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan kultur. 2. Percaya diri. Untuk pengambilan keputusan segera dan tuntas tanpa berkonsultasi dengan kantorpusat. 3. Umur, pengalaman, dan pendidikan. Manajer yang lebih berusia mempunyai pengalaman dan kedewasaan lebih yang dapat disetarakan dalam penugasan, namun banyak MNC yang mengirimkan personil mudandan berpengalaman hal ini diingikan adanya keseimbangan kekuatan. Pendidikan tinggi sangat penting bagi para manajer terutama lulusan spesifik bidang tertentu dan lulusan universitas ternama menjadi penting. 4. Kesehatan dan status keluarga. Kesehatan emosional dan fisikal yang baik. Kehidupan keluarga akan mempengaruhi produktivitas pekerja. 5. Motivasi dan kepemimpinan. Motivasi untuk semangat, untuk meningkatkan kesempatan pribadi, dan peluang untuk memperbaiki status ekonomi pribadi. Karakteristik-karakteristik yang merupakan indikasi potensi kepemimpinan adalah stabilitas kedewasaan, stabilitas emosional, kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik, independen, punya inisiatif dan kreativitas. 6. Prosedur-prosedur seleksi antara lain wawancara dan ujian-ujian.

III. Pelatihan adalah proses pengubahan perilaku dan sikap pekerja dalam hubungan pencapaian sasaran. Pengembangan manajerial adalah proses melalui tolak ukur para menejer memperoleh keterampilan, pengalaman, dan sikap wajib yang dibutuhkan untuk menjadi pemimpin sukses. Jenis-jenis pelatihan ada dua kategori umum yaitu distandardisasi dan dispesifikkan. Program-program distandardisasi adalah generik dan dapat dipakai oleh para manajer diseluruh dunia. Program-program yang dispesifikan termasuk sejumlah besar input yang berbasiskan kultur.

IV. Paket kompensasi internasional yang umum termasuk gaji pokok, kemudahan-kemudahan, tunjangan-tunjangan. Gaji pokok adalah kompensasi sejumlah uang tunai yang diterima oleh seseorang dinegara asal. Kemudahan-kemudahan merupakan porsi besar dari paket kompensasi. Termasuk menanganicangkupan biaya medis, jaminan sosial, dan paket pensiun. Tunjangan-tunjangan merupakan porsi utama dari kompensasi ekspatriat. Yaitu tunjangan biaya hidup yanb merupakan pembayaran untuk mengkompensasi perbedaan-perbedaan dalam pengeluaran antara negara asal dan lokasi diluar negri.

V.  Jenis praktek hubungan ketenagakerjaan
PrKtek-praktek hubungan ketenagakerjaan bervariasi secara luas dalam arena internasional.

VI. Strategi-strategi manajemen SDM Internasional
1. Pelatihan bahasa sangat berhina bagi para manajer untuk berinteraksi secara lebih efektif dengan kolega-kolega lokal dan para pekerja serta untuk berinteraksi secara lebih langsung dengan para pemasok dan para konsumen. 2. Adaptasi kultur dibutuhkan bagi para manajer untuk memahami kultur negara dimana mereka ditugaskan. Tiga pendekatan, pertama memperkenalkan orientasi kultural dengan mendekatkan individu dengan lembaga kultural dan sistem-sistem nilai dari negara tuan rumah. Kedua melalui pelatihan bahasa. Ketiga assimilator-assimilator kultural adalah suatu pembelajaran teknik yang terprogram yang didesain untuk memperkenalkan para anggota dari suatu kultur kepada kultur lain berkenaan dengan sikap, persepsi, adat, dan nilai2 kultur. 4. Kompensasi kompetitif, mengevaluasi secara lebih hati-hati biaya pengiriman orang-orang keluar negeri seperti juga untuk mengkaji ulang biaya mempertahankan bakat ekslutif dalam arena internasional.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...