Isu-isu lingkungan hidup tidak lepas dari masalah-masalah lingkungan hidup itu sendiri. Lingkungan hidup merupakan kombinasi yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi surya, mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan, untuk kelanjutan hidup manusia di muka bumi ini. Jika lingkungan hidup musnah, maka penghuninya pun demikian. Hal ini lah yang saat ini menjadi topik perbimcangan yang terjadi di kancah dunia imternasional. Melihat betapa perihatinnya lingkungan hidup dari masa ke masa.
Isu lingkungan global merupakan permasalahan lingkungan dan dampak yang ditimbulkan dari permasalahan lingkungan tersebut mengakibatkan dampak yang luas dan serius bagi dunia. Kesadaran manusia akan lingkungannya yang telah rusak membuat isu lingkungan ini mencuat. Isu lingkungan global yang mencuat ke permukaan yang bersifat global serta yang paling penting dalam lingkungan adalah mengenai pemanasan global.
Pemanasan global atau yang sering disebut global warming adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer,laut, dan daratan bumi. Pemanasan global atau global warming menjadi isu global mutakhir terkait lingkungan hidup dimana pencemaran dan pengrusakan terhadap lingkungan dianggap sebagai faktor penyebab hilangnya sifat kealamiahan bumi akibat pemanasan global. Dunia pun menyadari untuk melakukan upaya keras mengingat semakin terancamnya eksistensi kehidupan.
Menurut N.H.T.Siahaan (2004) ada beberapa masalah lingkungan yang meliputi sebagai berikut:
1. Pencemaran (Pollution)
Timbulnya pencemaran ini akibat dari berbagai aktivitas manusia yang berupa Kegiatan industri, dalam bentuk limbah dan zat buangan berbahaya.
2. Timbul berbagai penyakit aneh dan baru
Belakangan makin banyak jenis penyakit baru yang muncul, seperti malaria, DBD, antraks, AIDS, chikungunya, ebola, SARS (flu burung dan flu babi).
3. Pemanfaat Alam secara tak terkendali
Merupakan dampa dari tinngkah laku manusia dalam mengekspoitasi dan menggunakan sumber daya alam secara serampangan dan tidak bertanggungjawab. Misalnya, penebangan liar sampai gundul, pengambilan terumbu karang atau ekosistem pantai, penangkapan ikan dengan bahan peledak dan alat beracun dan sebagainya.
4. Kepadatan Penduduk
Kepadatan penduduk telah melewati batas siklus kemampuan atau cadangan sumber daya lingkungan sebagai sumber kebutuhan hidup manusia.
5. Menurunya Populasi Fauna dan Flora
6. Ketidakseimbangan ekosistem-ekosistem yang memiliki keterkaitan di dalamnya.
7. Konsumerisme, Kemiskinan dan Kelaparan.
Isu lingkungan ini diangkat oleh disiplin Hubungan Internasional karena keamanan dan konflik dunia akan berdampak buruk bagi lingkungan seperti setelah perang dunia 2 dengan timbulnya kerusakan bagi lingkungan. Dan adanya kesadaran di Barat bahwa hal ini akan mengancam lingkungan hidup.
Berakhirnya Perang Dingin menjadi perhatian pengamat dan para ahli lingkungan karena kerusakan lingkungan akibat perang itu sendiri. Dan adanya kesadaran publik terhadap perubahan lingkungan global dan banyak gejala terjadi dalam lingkungan global yang menyebabkan iklim tidak pasti. Sehingga para peneliti mulai keras dan berani tampil yang penelitiannya mulai dipublikasikan. Hal ini meyuarakan keprihatinan terhadap lingkungan hidup. Kegiatan ekonomi dan sosial pun akan mengancam manusia. Karena manusia itu sendiri mengeruk sumber daya alam demi memenuhi permintaan pasar tanpa memikirkan akibatnya.
Peran aktor negara (state actor) yang diwakili oleh IGO dan INGO pun menjadi salah satu dampak dari ketidak harmonisan lingkungan. Kebijakan pembangunan yang dilakukan negara-negara di dunia mengabaikan kelanjutan, kelestarian, dan kelanjutan lingkungan. Akibat kerusakan lingkungan ini, bukan hanya lokal bahkan lintas negara dan global. Contohnya: kebakaran hutan yang asapnya dapat mengganggu negara tetangga dan sebaginya.
Human scurity dibuat untuk mencegah ancaman-ancaman kemanusiaan yang ada di dunia. Ada 7 elemen yang paling penting yaitu keamanan ekonomi, keamanan kesehatan, keamanan makanan, keamanan lingkungan, keamanan personal/pribadi, keamanan politik, dan keamanan komunitas.
*Digunakan sebagai tugas mata kuliah Isu-Isu kontemporer dalam HI
Laman
Transformasi kekuatan di asia pasifik: TRANSFORMASI KEKUATAN MILITER JEPANG
LATAR BELAKANG
Jepang merupakan negara yang terletak dikawasan Asia Timur. Secara geografis Jepang terletak di ujung barat Samudra Pasifik, di sebelah timur Laut Jepang, dan berdekatan dengan Republik Rakyat Cina, Korea, dan Rusia. Jepang juga merupakan negara yang ekonominya tergolong maju karena berhasil menguasai pasar dunia. Namun dari sisi lain pertahanan militernya jepang selalu berada dibawah naungan Amerika. Bermula dari kekalahan jepang pada perang dunia 2. Dimana Jepang berani menyerang pangkalan militer amerika dikawasan pasifik, tepatnya di pearl harbor pada tanggal 7 Desember 1941. Serangan itu sangat mengejutkan bagi Amerika karena dilakukan tanpa pernyataan perang terlebih dahulu. Pengeboman Pearl Harbor merupakan serangan mendadak yang dilaksanakan oleh Angkatan Laut Jepang atas Armada Pasifik Angkatan Laut Amerika Serikat. Serangan balik dilakukan amerika dengan serangan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki. Senjata nuklir "Little Boy" dijatuhkan di kota Hiroshima pada tanggal 6 Agustus 1945, diikuti dengan pada tanggal 9 Agustus1945, dijatuhkan bom nuklir "Fat Man" di atas Nagasaki. Enam hari setelah dijatuhkannya bom atom di Nagasaki, pada 15 Agustus, Jepang mengumumkan bahwa Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu, menandatangani instrumen menyerah pada tanggal 2 September, yang secara resmi mengakhiri Perang Pasifik dan Perang Dunia II.
Sepanjang 1944 dan 1945, Amerika Serikat mengalahkan Angkatan Laut Jepang dan menduduki beberapa pulau di Pasifik Barat, menjatuhkan bom atom di negara itu menjelang invasi ke Kepulauan Jepang. Kekaisaran Jepang menyerah pada tanggal 15 Agustus 1945, sehingga mengakhiri perang di Asia dan memperkuat kemenangan total Sekutu atas Poros.
Setelah kekalahan Jepang, Amerika Serikat melarang Jepang memiliki kekuatan militer sendiri dan hanya diperbolehkan memiliki pasukan bela diri guna mempertahankan negara dari serangan musuh. Sesuai dengan konstitusi tahun 1947 saat jepang berada dalam naungan Amerika atas kekalahannya terkait dengan penolakan terhadap perang dan sangat menjunjung perdamaian dunia. Hal ini kemudian memberi batasan bagi pengembangan Pertahanan Jepang dan melarang bagi Jepang untuk mengembangkan kekuatan militer baik darat, laut maupun udara. Amerika Serikat memiliki kontribusi besar dalam bidang pertahanan Jepang. Sehingga Jepang tidak memiliki kekuatan militer dan dalam pertahanannya hanya mengandalkan aliansinya dengan Amerika Serikat. Keberadaan konstitusi ini membuat Jepang tidak memiliki kekuatan militer dan pertahanan yang kuat bagi negaranya. Pertahanan Jepang pada konstitusi 1954 membuat jepang hanya diperbolehkan untuk beladiri dengan mengandalkan personil beladirinya.
Pasca perang dingin yang dilatar belakangi oleh situasi politik dan keamanan dunia khususnya keamanan regional yang menjadi ancaman tersendiri bagi jepang. Akhirnya padatahun 2007 pemerintah jepang memutuskan untuk membentuk Departemen Pertahanan dan kementrian pertahanan yang sebelumnya badan pertahanan. Hal ini dilakukan guna meminimalisir situasi keamanan regional yang dianggap mengancam.
1.2 Rumusan Masalah
Bagaimana pembentukan sistem pertahanan jepang dan kebijakan pertahananya?
Bagaimana Strategi transformasi pertahanan jepang?
PEMBAHASAN
2.1 Pembentukan sistem pertahanan Jepang
Departemen pertahanan jepang didirikan pada tanggal 9 januari 2007 yang awalnya merupakan badan pertahanan yag didirikan padatahu1954. Diatur dalam konstitusi 1947 yang isinya ditentukan oleh Amerika melarang Jepang untuk mempunyai kekuatan militer hanya diperbolehkan memiliki pasukan bela diri untuk mempertahankan negaranya. Hal ini disetujui Jepang dengan mengakui kekalahannya terhadap sekutu.
Dengan pembentukan baru Departemen Pertahanan bagi jepang memiliki kekuatan besar yang berhak merencanakan anggaran sendiri dan mengajukan rancangan undang-undang. Kementrian Pertahanan juga dapat menentukan kebijakan keamanan dan pertahanan Jepang. Peningkatan status Badan Pertahanan mencerminkan adanya keinginan Jepang untuk memainkan peran lebih besar dalam mengatasi ancaman di kawasan.
2.1.1 Kebijakan pertahanan jepang
Perubahan kebijakan mengenai pertahanan ini sebenarnya juga dilatar belakangi oleh meningkatnya kemajuan ekonomi Jepang yang membuatnya mampu meningkatkan kekuatan militernya dan juga meningkatnya rasa nasionalisme pada masyarakat Jepang. Perhatian utama Jepang terhadap situasi keamanan kawasan Asia Timur dalam menyusun kebijakan pertahanan merupakan suatu tuntutan karena potensi ancaman semakin besar datang dari negara lain yang memiliki kedekatan geografis. Dimana Jepang Memiliki permasalahan keamanan dengan Korea Utara, Cina, dan Korea Selatan yang tidak lain adalah negara tetangga di kawasan Asia Timur.
Dalam kebijakan ini Jepang akan terus mengembangkan dan meningkatkan sistem pertahanan rudal dengan bekerja sama dengan U.S. Perubahan-perubahan kebijakan dari waktu ke waktu dalam hal pertahanan ini menunjukkan bentuk upaya yang dilakukan Jepang dalam rangka menuju normal state.
Anggaran bisa dialokasikan untuk peningkatan kekuatan militer seperti jumlah pasukan, kapal dan pesawat militer. Jepang telah menyetujui rencana pertahanan baru yang menghendaki peningkatan 5 persen belanja militer dan peran yang lebih besar di kawasan Asia bagi pasukan pertahanan dirinya. belanja pertahanan akan meningkat 5 persen dari 2014 hingga 2019. Pesawat pengintai tanpa awak, kapal selam, pesawat tempur dan kendaraan amfibi turut di antara peralatan yang akan dibeli, yang jumlah biayanya akan mencapai US$247 milyar.
Perubahan kebijakan pertahanan Jepang ini seperti yang dipaparkan diatas dipengaruhi oleh situasi keamanan regional seperti peningkatan militer China dan ancaman nuklir dan rudal dari Korea Utara, perubahan kebijakan ini merupakan jawaban atas hal tersebut.
2.3 Strategi transformasi pertahanan
Kabinet Jepang, Selasa (17/12), menyetujui paket kebijakan pertahanan untuk menambah kekuatan militernya di tengah meningkatnya kekhawatiran akan ketegangan wilayah. Selama lima tahun ke depan, Jepang akan membeli alat berat termasuk drone, pesawat terbang dan kendaraan amfibi. Militer juga akan membangun unit laut baru. (Suara merdeka, 12 des 2013) setelah kebijakan pertahanan jepang disetujui, maka strategi tranformasi pun dibuat. Dan menurut perdana menteri Shinzo Abe stategi keamanan nasional dibuat guna melindungi warga negaranya.
Peningkatan kapabilitas Jepang dibuktikan dengan Jepang akan meningkatkan jumlah kapal selam yang ada dari 16 menjadi 22, dan mengalihkan fokus pertahanan dari utara ke barat daya dimana Jepang berbagi perbatasan maritim dengan China. Hal ini semakin membuktikan bahwa keamanan regional menjadi ancaman tersendiri bagi Jepang hingga merubah kebijakan pertahanannya menuju normal state yang memiliki kapabilitas militer yang kuat.
Dalam berita satu.com 18 des 2013 ada beberapa stategi yang diperbaharui jepang dalam paket pertahanan. Dinyatakan bahwa Pemerintah Jepang telah menerapkan paket kebijakan pertahanan baru yang menyerukan pertahanan yang lebih tangguh untuk pulau-pulau terpencil Jepang, di tengah-tengah ambisi maritim Tiongkok. Secara spesifik, paket itu juga menyerukan dibentuknya brigade amfibi dalam pasukan Bela Diri SDF Darat guna mempercepat tanggapan terhadap invasi apapun di pulau-pulau terpencil dan merebutnya kembali. Pedoman itu juga menyebut brigade tersebut dilengkapi dengan 52 kendaraann amfibi. Jumlah pesawat perusak dan tempur juga akan ditingkatkan.
Strategi berikutnya adalah meningkatkan kemampuan ekonomi Jepang merupakan faktor penting dalam mendukung ambisi Jepang untuk meningkatkan pertahanan militernya. Dalam rangka menuju Pertahanan yang memiliki kekuatan militer kuat, Jepang memerlukan biaya yang sangat besar dan faktor ekonomi akan sangat menunjang hal tersebut. Dengan adanya ekonomi Jepang yang maju maka hal tersebut sangatlah mendukung Jepang dalam meningkatkan kapabilitas militernya. Dengan berkembangnya ekonomi Jepang ini kemudian sangat mendukung Jepang untuk membangun kekuatan militernya seperti angkatan perang. Hal ini dapat memenuhi kebutuhannya dalam artian mampu untuk membiayai Departemen Pertahanannya yang diikuti dengan pengembangan dan peningkatan kapabilitas militer Jepang.
KESIMPULAN
Seperti yang kita ketahui bahwa Jepang adalah sebuah negara Industri maju, yang kemudian mengantarkan jepang menjadi negara yang memiliki kemajuan dalam bidang ekonominya, selama ini, pasca PD II Jepang hanya di bawah naungan AS (sekutunya) namun di tahun 2007 Jepang kemudian mulai melirik peran penting sebuah nilai pertahanan keamanan, sehingga jepang pun mengambil keputusan untuk mengembangkan kekuatan bersenjatanya.
Meningkatnya kemampuan ekonomi, merupakan faktor penting untuk mendukung ambisi Jepang menuju pertahanan yang kuat. Jepang yang telah siap dengan industri dan teknologi tinggi dengan ekonomi yang mapan sudah tidak diragukan lagi bahwa jepang dapat memiliki kekuatan bersenjata yang kuat dan maju. Pertumbuhan ekonomi Jepang yang semakin meningkat memberikan dampak yang positif untuk menyongsong sistem pertahanan dan keamanan yang mandiri dan kuat.
SUMBER
http://id.m.wikipedia.org/wiki/Perang_Dunia_II
http://id.m.wikipedia.org/wiki/Serangan_bom_atom_di_Hiroshima_dan_Nagasaki
http://id.m.wikipedia.org/wiki/Pearl_Harbor
Semangat Baru Pertahanan Jepang: http://www.beritaindonesia.co.id/mancanegara/681-semangat-baru-pertahanan-jepang
http://www.academia.edu/4303016/Kebijakan_Pertahanan_Jepang_Tinjauan_Strategis_NDPG_2005
http://m.voaindonesia.com/a/1811844.html
*digunakan sebagai tugas Hubungan Internasional Kawasan Asia Timur dan Asia Pasifik
Jepang merupakan negara yang terletak dikawasan Asia Timur. Secara geografis Jepang terletak di ujung barat Samudra Pasifik, di sebelah timur Laut Jepang, dan berdekatan dengan Republik Rakyat Cina, Korea, dan Rusia. Jepang juga merupakan negara yang ekonominya tergolong maju karena berhasil menguasai pasar dunia. Namun dari sisi lain pertahanan militernya jepang selalu berada dibawah naungan Amerika. Bermula dari kekalahan jepang pada perang dunia 2. Dimana Jepang berani menyerang pangkalan militer amerika dikawasan pasifik, tepatnya di pearl harbor pada tanggal 7 Desember 1941. Serangan itu sangat mengejutkan bagi Amerika karena dilakukan tanpa pernyataan perang terlebih dahulu. Pengeboman Pearl Harbor merupakan serangan mendadak yang dilaksanakan oleh Angkatan Laut Jepang atas Armada Pasifik Angkatan Laut Amerika Serikat. Serangan balik dilakukan amerika dengan serangan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki. Senjata nuklir "Little Boy" dijatuhkan di kota Hiroshima pada tanggal 6 Agustus 1945, diikuti dengan pada tanggal 9 Agustus1945, dijatuhkan bom nuklir "Fat Man" di atas Nagasaki. Enam hari setelah dijatuhkannya bom atom di Nagasaki, pada 15 Agustus, Jepang mengumumkan bahwa Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu, menandatangani instrumen menyerah pada tanggal 2 September, yang secara resmi mengakhiri Perang Pasifik dan Perang Dunia II.
Sepanjang 1944 dan 1945, Amerika Serikat mengalahkan Angkatan Laut Jepang dan menduduki beberapa pulau di Pasifik Barat, menjatuhkan bom atom di negara itu menjelang invasi ke Kepulauan Jepang. Kekaisaran Jepang menyerah pada tanggal 15 Agustus 1945, sehingga mengakhiri perang di Asia dan memperkuat kemenangan total Sekutu atas Poros.
Setelah kekalahan Jepang, Amerika Serikat melarang Jepang memiliki kekuatan militer sendiri dan hanya diperbolehkan memiliki pasukan bela diri guna mempertahankan negara dari serangan musuh. Sesuai dengan konstitusi tahun 1947 saat jepang berada dalam naungan Amerika atas kekalahannya terkait dengan penolakan terhadap perang dan sangat menjunjung perdamaian dunia. Hal ini kemudian memberi batasan bagi pengembangan Pertahanan Jepang dan melarang bagi Jepang untuk mengembangkan kekuatan militer baik darat, laut maupun udara. Amerika Serikat memiliki kontribusi besar dalam bidang pertahanan Jepang. Sehingga Jepang tidak memiliki kekuatan militer dan dalam pertahanannya hanya mengandalkan aliansinya dengan Amerika Serikat. Keberadaan konstitusi ini membuat Jepang tidak memiliki kekuatan militer dan pertahanan yang kuat bagi negaranya. Pertahanan Jepang pada konstitusi 1954 membuat jepang hanya diperbolehkan untuk beladiri dengan mengandalkan personil beladirinya.
Pasca perang dingin yang dilatar belakangi oleh situasi politik dan keamanan dunia khususnya keamanan regional yang menjadi ancaman tersendiri bagi jepang. Akhirnya padatahun 2007 pemerintah jepang memutuskan untuk membentuk Departemen Pertahanan dan kementrian pertahanan yang sebelumnya badan pertahanan. Hal ini dilakukan guna meminimalisir situasi keamanan regional yang dianggap mengancam.
1.2 Rumusan Masalah
Bagaimana pembentukan sistem pertahanan jepang dan kebijakan pertahananya?
Bagaimana Strategi transformasi pertahanan jepang?
PEMBAHASAN
2.1 Pembentukan sistem pertahanan Jepang
Departemen pertahanan jepang didirikan pada tanggal 9 januari 2007 yang awalnya merupakan badan pertahanan yag didirikan padatahu1954. Diatur dalam konstitusi 1947 yang isinya ditentukan oleh Amerika melarang Jepang untuk mempunyai kekuatan militer hanya diperbolehkan memiliki pasukan bela diri untuk mempertahankan negaranya. Hal ini disetujui Jepang dengan mengakui kekalahannya terhadap sekutu.
Dengan pembentukan baru Departemen Pertahanan bagi jepang memiliki kekuatan besar yang berhak merencanakan anggaran sendiri dan mengajukan rancangan undang-undang. Kementrian Pertahanan juga dapat menentukan kebijakan keamanan dan pertahanan Jepang. Peningkatan status Badan Pertahanan mencerminkan adanya keinginan Jepang untuk memainkan peran lebih besar dalam mengatasi ancaman di kawasan.
2.1.1 Kebijakan pertahanan jepang
Perubahan kebijakan mengenai pertahanan ini sebenarnya juga dilatar belakangi oleh meningkatnya kemajuan ekonomi Jepang yang membuatnya mampu meningkatkan kekuatan militernya dan juga meningkatnya rasa nasionalisme pada masyarakat Jepang. Perhatian utama Jepang terhadap situasi keamanan kawasan Asia Timur dalam menyusun kebijakan pertahanan merupakan suatu tuntutan karena potensi ancaman semakin besar datang dari negara lain yang memiliki kedekatan geografis. Dimana Jepang Memiliki permasalahan keamanan dengan Korea Utara, Cina, dan Korea Selatan yang tidak lain adalah negara tetangga di kawasan Asia Timur.
Dalam kebijakan ini Jepang akan terus mengembangkan dan meningkatkan sistem pertahanan rudal dengan bekerja sama dengan U.S. Perubahan-perubahan kebijakan dari waktu ke waktu dalam hal pertahanan ini menunjukkan bentuk upaya yang dilakukan Jepang dalam rangka menuju normal state.
Anggaran bisa dialokasikan untuk peningkatan kekuatan militer seperti jumlah pasukan, kapal dan pesawat militer. Jepang telah menyetujui rencana pertahanan baru yang menghendaki peningkatan 5 persen belanja militer dan peran yang lebih besar di kawasan Asia bagi pasukan pertahanan dirinya. belanja pertahanan akan meningkat 5 persen dari 2014 hingga 2019. Pesawat pengintai tanpa awak, kapal selam, pesawat tempur dan kendaraan amfibi turut di antara peralatan yang akan dibeli, yang jumlah biayanya akan mencapai US$247 milyar.
Perubahan kebijakan pertahanan Jepang ini seperti yang dipaparkan diatas dipengaruhi oleh situasi keamanan regional seperti peningkatan militer China dan ancaman nuklir dan rudal dari Korea Utara, perubahan kebijakan ini merupakan jawaban atas hal tersebut.
2.3 Strategi transformasi pertahanan
Kabinet Jepang, Selasa (17/12), menyetujui paket kebijakan pertahanan untuk menambah kekuatan militernya di tengah meningkatnya kekhawatiran akan ketegangan wilayah. Selama lima tahun ke depan, Jepang akan membeli alat berat termasuk drone, pesawat terbang dan kendaraan amfibi. Militer juga akan membangun unit laut baru. (Suara merdeka, 12 des 2013) setelah kebijakan pertahanan jepang disetujui, maka strategi tranformasi pun dibuat. Dan menurut perdana menteri Shinzo Abe stategi keamanan nasional dibuat guna melindungi warga negaranya.
Peningkatan kapabilitas Jepang dibuktikan dengan Jepang akan meningkatkan jumlah kapal selam yang ada dari 16 menjadi 22, dan mengalihkan fokus pertahanan dari utara ke barat daya dimana Jepang berbagi perbatasan maritim dengan China. Hal ini semakin membuktikan bahwa keamanan regional menjadi ancaman tersendiri bagi Jepang hingga merubah kebijakan pertahanannya menuju normal state yang memiliki kapabilitas militer yang kuat.
Dalam berita satu.com 18 des 2013 ada beberapa stategi yang diperbaharui jepang dalam paket pertahanan. Dinyatakan bahwa Pemerintah Jepang telah menerapkan paket kebijakan pertahanan baru yang menyerukan pertahanan yang lebih tangguh untuk pulau-pulau terpencil Jepang, di tengah-tengah ambisi maritim Tiongkok. Secara spesifik, paket itu juga menyerukan dibentuknya brigade amfibi dalam pasukan Bela Diri SDF Darat guna mempercepat tanggapan terhadap invasi apapun di pulau-pulau terpencil dan merebutnya kembali. Pedoman itu juga menyebut brigade tersebut dilengkapi dengan 52 kendaraann amfibi. Jumlah pesawat perusak dan tempur juga akan ditingkatkan.
Strategi berikutnya adalah meningkatkan kemampuan ekonomi Jepang merupakan faktor penting dalam mendukung ambisi Jepang untuk meningkatkan pertahanan militernya. Dalam rangka menuju Pertahanan yang memiliki kekuatan militer kuat, Jepang memerlukan biaya yang sangat besar dan faktor ekonomi akan sangat menunjang hal tersebut. Dengan adanya ekonomi Jepang yang maju maka hal tersebut sangatlah mendukung Jepang dalam meningkatkan kapabilitas militernya. Dengan berkembangnya ekonomi Jepang ini kemudian sangat mendukung Jepang untuk membangun kekuatan militernya seperti angkatan perang. Hal ini dapat memenuhi kebutuhannya dalam artian mampu untuk membiayai Departemen Pertahanannya yang diikuti dengan pengembangan dan peningkatan kapabilitas militer Jepang.
KESIMPULAN
Seperti yang kita ketahui bahwa Jepang adalah sebuah negara Industri maju, yang kemudian mengantarkan jepang menjadi negara yang memiliki kemajuan dalam bidang ekonominya, selama ini, pasca PD II Jepang hanya di bawah naungan AS (sekutunya) namun di tahun 2007 Jepang kemudian mulai melirik peran penting sebuah nilai pertahanan keamanan, sehingga jepang pun mengambil keputusan untuk mengembangkan kekuatan bersenjatanya.
Meningkatnya kemampuan ekonomi, merupakan faktor penting untuk mendukung ambisi Jepang menuju pertahanan yang kuat. Jepang yang telah siap dengan industri dan teknologi tinggi dengan ekonomi yang mapan sudah tidak diragukan lagi bahwa jepang dapat memiliki kekuatan bersenjata yang kuat dan maju. Pertumbuhan ekonomi Jepang yang semakin meningkat memberikan dampak yang positif untuk menyongsong sistem pertahanan dan keamanan yang mandiri dan kuat.
SUMBER
http://id.m.wikipedia.org/wiki/Perang_Dunia_II
http://id.m.wikipedia.org/wiki/Serangan_bom_atom_di_Hiroshima_dan_Nagasaki
http://id.m.wikipedia.org/wiki/Pearl_Harbor
Semangat Baru Pertahanan Jepang: http://www.beritaindonesia.co.id/mancanegara/681-semangat-baru-pertahanan-jepang
http://www.academia.edu/4303016/Kebijakan_Pertahanan_Jepang_Tinjauan_Strategis_NDPG_2005
http://m.voaindonesia.com/a/1811844.html
*digunakan sebagai tugas Hubungan Internasional Kawasan Asia Timur dan Asia Pasifik
Arti Penting mempelajari Ekonomi Politik Internasional
Dilihat dalam bahasan yang berbeda, dimana Ekonomi berkaitan dengan uang, pasar, perdagangan, kekayaan, harga dan lain sebagainya. Sedangkan politik membicarakan tentang kekuasaan, power, kepemerintahan, kedaulatan nasional, dan lain sebagainya. Ekonomi dan politik menjadi suatu yang paling dominan bagi negara. Dan juga menentukan bagi jalannya suatu negara tersebut, apakah stabil atau cenderung labil.
Ilmu ekonomi diimplementasikan dalam pasar, dan tujuan dari pasar sendiri adalah untuk mencapai kesejahteraan. Sedangkan politik merupakan sebuah instrument yang sangat melekat dengan pemerintahan sebuah negara, yang memiliki tujuan utama untuk mencapai kekuatan. Walaupun kedua hal ini memiliki perbedaan yang cukup signifikan, namun keduanya saling terkait satu sama lain. secara khusus ekonomi politik menjelaskan hubungan antara negara dengan pasar. “Hal ini merupakan hubungan yang kompleks dalam konteks internasional antara politik dan ekonomi, antara negara dan pasar, yang merupakan inti dari EPI” (Jackson & Sorenson,2009:228).
PERBEDAAN EKONOMI POLITIK DAN EKONOMI POLITIK INTERNASIONAL
1. EKONOMI POLITIK
Gilpin (2001) mengungkapkan bahwa inti dari studi ekonomi politik adalah bagaimana ilmu pengetahuan ada, dapat digunakan negara sebagai sarana untuk memperkaya negara yang bersangkutan. Menurut Gilpin bahwa inti atau kunci utama dari studi Ekonomi Politik terletak bagaimana ilmu pengetahuan tersebut mampu membuat negara menjadi negara yang kaya. Karena bahwa focus utama dalam ilmu ekonomi politik adalah pada kekayaan bagi negara. Ekonomi Politik hanya menyinggung ke arah bagaimana suatu negara dapat memperkaya dirinya sendiri beserta dengan urusan-urusan politik domestic. Maka dalam hal ini Ekonomi politik hanya fokus pada ruang lingkup negara atau untuk memperkaya negaranya.
2. EKONOMI POLITIK INTERNASIONAL
Ekonomi Politik Internasional memiliki ruang lingkup yang lebih besar dimana mempelajari interaksi aktor internasional dalam usahanya untuk meningkatkan ekonomi. Ekonomi Politik Internasional itu sendiri menitikberatkan pada pemahaman interaksi antara pasar dan actor politik yang ada di kancah internasional. Ekonomi Politik Intenasional memandang lebih luas lagi, karena cakupannya bukan hanya interaksi antara politik dan ekonomi saja, namun juga membahas tentang interdependensi antara negara satu dengan negara yang lain, rezim-rezim internasional, dan tentu saja, cara untuk mencapai kepentingan nasional.
Pentingnya studi Ekonomi Politik Internasional awal 1970-an dimana terjadinya kemerosotan ekonomi AS yang secara global berdampak pada kemampuan politiknya. Setelah pasca PD 2 bermunculan negara baru yang merupakan mayoritas negara miskin, tingkat pertembuhan ekonominya rendah, dsb. Dimana terjadinya krisis perekonomian akibat perang yang secara terus menerus terjadi di berbagai belahan negara. Krisis ekonomi ini membuat masyarakat internasional mulai memperhatikan bahwasanya ada keterkaitan antara politik dan ekonomi. Sedangkan dalam buku Yanuar Ikbar "Ekonomi Politik Internasional" Bahwa studi EPI dimulainya diskusi-diskusi ketidakadilan dalam sistem internasional terutama dalam tata ekonomi dunia yang dikuasai oleh negara-negara besar industri yang maju, ketidakadilan tersebut secara garis besar dapat dibagi dalam tiga pola: a. Tidak meratanya pembagian kekayaan di dunia diantara negara-negara kaya yang maju dan negara-negara dunia ketiga yang miskin, b. Tidak meratanya angka-angka pertumbuhan ekonomi dalam sistem, dan c. Tidak meratanya pembagian kekayaan materiil di sebagian negara-negara ketiga itu sendiri.
Fokus kajian EPI dimana setiap manusia berkepentingan dengan kelangsungan hidupnya. Setiap manusia ingin memenuhi kebutuhan hidupnya. Maka dari itu, salah satu alasan orang bernegara guna terpenuhi kebutuhannya dengan baik. Dan tugas negara dalam hal ini adalah mensejahterakan rakyatnya. Politik dapat diartikan sebagai kajian bagaimana kehidupan bernegara tidak dapat dipisahkan dengan kebutuhan orang. Maka Kajian EPI dilihat dari bagaimana sebuah negara dalam berinteraksi dengan negara lain tidak hanya berusaha untuk mencapai kekuatan, tetapi juga mencapai kesejahteraan bagi negaranya, kekuatan negara dan kesejahteraan ini didapatkan melalui keuntungan-keuntungan dari terlaksananya kerjasama atau hubungan timbal-balik antara ekonomi dan politik.
Ilmu ekonomi diimplementasikan dalam pasar, dan tujuan dari pasar sendiri adalah untuk mencapai kesejahteraan. Sedangkan politik merupakan sebuah instrument yang sangat melekat dengan pemerintahan sebuah negara, yang memiliki tujuan utama untuk mencapai kekuatan. Walaupun kedua hal ini memiliki perbedaan yang cukup signifikan, namun keduanya saling terkait satu sama lain. secara khusus ekonomi politik menjelaskan hubungan antara negara dengan pasar. “Hal ini merupakan hubungan yang kompleks dalam konteks internasional antara politik dan ekonomi, antara negara dan pasar, yang merupakan inti dari EPI” (Jackson & Sorenson,2009:228).
PERBEDAAN EKONOMI POLITIK DAN EKONOMI POLITIK INTERNASIONAL
1. EKONOMI POLITIK
Gilpin (2001) mengungkapkan bahwa inti dari studi ekonomi politik adalah bagaimana ilmu pengetahuan ada, dapat digunakan negara sebagai sarana untuk memperkaya negara yang bersangkutan. Menurut Gilpin bahwa inti atau kunci utama dari studi Ekonomi Politik terletak bagaimana ilmu pengetahuan tersebut mampu membuat negara menjadi negara yang kaya. Karena bahwa focus utama dalam ilmu ekonomi politik adalah pada kekayaan bagi negara. Ekonomi Politik hanya menyinggung ke arah bagaimana suatu negara dapat memperkaya dirinya sendiri beserta dengan urusan-urusan politik domestic. Maka dalam hal ini Ekonomi politik hanya fokus pada ruang lingkup negara atau untuk memperkaya negaranya.
2. EKONOMI POLITIK INTERNASIONAL
Ekonomi Politik Internasional memiliki ruang lingkup yang lebih besar dimana mempelajari interaksi aktor internasional dalam usahanya untuk meningkatkan ekonomi. Ekonomi Politik Internasional itu sendiri menitikberatkan pada pemahaman interaksi antara pasar dan actor politik yang ada di kancah internasional. Ekonomi Politik Intenasional memandang lebih luas lagi, karena cakupannya bukan hanya interaksi antara politik dan ekonomi saja, namun juga membahas tentang interdependensi antara negara satu dengan negara yang lain, rezim-rezim internasional, dan tentu saja, cara untuk mencapai kepentingan nasional.
Pentingnya studi Ekonomi Politik Internasional awal 1970-an dimana terjadinya kemerosotan ekonomi AS yang secara global berdampak pada kemampuan politiknya. Setelah pasca PD 2 bermunculan negara baru yang merupakan mayoritas negara miskin, tingkat pertembuhan ekonominya rendah, dsb. Dimana terjadinya krisis perekonomian akibat perang yang secara terus menerus terjadi di berbagai belahan negara. Krisis ekonomi ini membuat masyarakat internasional mulai memperhatikan bahwasanya ada keterkaitan antara politik dan ekonomi. Sedangkan dalam buku Yanuar Ikbar "Ekonomi Politik Internasional" Bahwa studi EPI dimulainya diskusi-diskusi ketidakadilan dalam sistem internasional terutama dalam tata ekonomi dunia yang dikuasai oleh negara-negara besar industri yang maju, ketidakadilan tersebut secara garis besar dapat dibagi dalam tiga pola: a. Tidak meratanya pembagian kekayaan di dunia diantara negara-negara kaya yang maju dan negara-negara dunia ketiga yang miskin, b. Tidak meratanya angka-angka pertumbuhan ekonomi dalam sistem, dan c. Tidak meratanya pembagian kekayaan materiil di sebagian negara-negara ketiga itu sendiri.
Fokus kajian EPI dimana setiap manusia berkepentingan dengan kelangsungan hidupnya. Setiap manusia ingin memenuhi kebutuhan hidupnya. Maka dari itu, salah satu alasan orang bernegara guna terpenuhi kebutuhannya dengan baik. Dan tugas negara dalam hal ini adalah mensejahterakan rakyatnya. Politik dapat diartikan sebagai kajian bagaimana kehidupan bernegara tidak dapat dipisahkan dengan kebutuhan orang. Maka Kajian EPI dilihat dari bagaimana sebuah negara dalam berinteraksi dengan negara lain tidak hanya berusaha untuk mencapai kekuatan, tetapi juga mencapai kesejahteraan bagi negaranya, kekuatan negara dan kesejahteraan ini didapatkan melalui keuntungan-keuntungan dari terlaksananya kerjasama atau hubungan timbal-balik antara ekonomi dan politik.
Oleh Ima Sarah Nabila
*digunakan sebagai tugas mata kuliah Ekonomi Politik Internasional
Sumber: internet, buku EPI yanuar ikbar, dan materi kuliah.
UTS Hubungan Internasional Kawasan AFRIKA dan Timur Tengah
1. MENGAPA SERING TERJADI KONFLIK DI
TIMUR TENGAH?
Perbedaan-perbedaan
yang dimiliki oleh negara-negara Timur Tengah
Hal yang
harus diingat bahwa tidak semua perbedaan dapat menimbulkan konflik.
Akan tetapi
di Timur Tengah perbedaan-perbedaan yang dimiliki oleh suatu negara dapat
menimbulkan perbedaan yang lain, seperti perbedaan dalam bentuk pemerintahan
menimbulkan perbedaan yang lain dalam orientasi politik luar negeri. Kedua,
perbedaan yang mereka miliki telah mengundang campur tangan asing untuk memecah
belah mereka sehingga perbedaan itu semakin tidak dapat menyatukan mereka dan
mempersulit terwujudnya integrasi. Ketiga, perbedaan tersebut telah
mengelompokkan negara-negara Timur Tengah kedalam kelompok tertentu, misalnya
kelompok negara Kerajaan yang moderat dan kelompok negara Republik yang radikal sehingga kedua kelompok
ini memposisikan diri sebagai salah satu kelompok yang saling bermusuhan.
Rendahnya Legitimasi
Politik
Legitimasi
politik yang rendah akan menimbulkan ketidakpastian rakyat yang kemudian dapat
menyebabkan konflik antara penguasa dengan rakyat, antara rakyat dengan rakyat.
Keadaan ini akan diperparah dengan datangnya campur tangan asing baik yang
berasal dari wilayah Timur Tengah sendiri maupun dari luar wilayah Timur
Tengah.
Kesulitan Mewujudkan
Integrasi Nasional dan Regional
Akibat dari
banyaknya perbedaan yang dimiliki dan rendahnya legitimasi maka integrasi
nasional masing-masing negara dan integrasi regional antar negara Timur Tengah
sulit terwujud sehingga menumbuh suburkan konflik.
Campur tangan Asing
Perbedaan-perbedaan
yang dimiliki, rendahnya legitimasi dan sulitnya integrasi telah mendorong
campur tangan asing. Campur tangan asing ini dapat menjadi penyebab munculnya
konflik atau memperuncing konflik yang telah terjadi. Campur tangan asing juga dapat
berupa peninggalan yang dibuat pada masa lampau seperti konflik Arab-Israel
adalah peninggalan Inggris karena Deklarasi Balfour tahun 1917, dan konflik di
Libanon merupakan peninggalan Perancis berupa Pakta Nasional 1943.
Adanya bangsa yang
tidak memiliki negara, yaitu Palestina
Berdirinya
negara Israel tahun 1948 telah menyebabkan bangsa Palestina kehilangan
wilayahnya, sehingga bangsa Palestina menjadi pengungsi dihampir semua negara
Arab. Keadaan ini menyebabkan konflik antara pengungsi dengan negara yang
bersangkutan. Konflik juga disebabkan karena perbedaan sikap masing-masing
negara Arab terhadap bangsa Palestina dan Israel.
Kondisi Geografis
(Lihat ciri umum wilayah Timur Tengah)
Letak
strategis penghubung antara benua Eropa, Afrika dan Asia sehingga menjadi lalu
lintas yang padat, apalagi setelah dibukanya Terusan Suez. Akibatnya banyak
Negara ingin menguasai atau menanamkan pengaruhnya diwilayah ini sehingga
menjadi ajang perebutan disamping juga penolakan wilayah yang akan dikuasai.
Sebagai
tempat suci tiga agama; Islam, Kristen dan Yahudi.
Kekayaan
alam; minyak yang melimpah, gas dan mineral.
Perbatasan
yang labil.
Kelangkaan
akan air karena terbatasnya jumlah sungai ditambah dengan sungai yang ada
mengalir kebeberapa negara.
Suhu udara
yang terlalu panas kemungkinan mempengaruhi temperamen seseorang untuk
bermusuhan dengan yang lain.
Penyebab Utama Konflik palestina
israel
Satu
negara/wilayah yaitu Palestina yang diperebutkan oleh dua bangsa yaitu bangsa
Arab Palestina dan bangsa Yahudi.
Penyebab Pemicu
Diproklamasikannya
negara Palestina pada tanggal 15 Mei 1948 yang kemudian mendapatkan pengakuan
dari Uni Soviet dan Amerika Serikat.
Asal usul Konflik Palestina-Israel
Pada tahun
1897 diadakan Kongres Yahudi di Bassel, Swiss yang melahirkan ide Zionisme
yaitu suatu gerakan yang menghimpun kembali bangsa Yahudi diseluruh dunia di
Palestina. Tokoh zionisme adalah Theodor Herzl.
1897-1917
merupakan masa pengiriman imigran Yahudi untuk mendirikan Eretz Yisrael (tanah
Israel) yang dijanjikan Tuhan untuk orang-orang Yahudi.
15 Mei 1948
Palestina lepas dari jajahan Inggris, namun sehari sebelumnya (14 Mei 1948),
Israel mengambilalih kekuasaan Palestina dari Inggris, sejak saat itu konflik
terbuka Palestina-Israel dimulai.
1948
terjadi perang antara Israel beserta sekutunya dengan negara-negara Arab untuk
memperebutkan Palestina, dan dimenangkan oleh Israel.
1974 PLO
(Palestine Liberation Organization) berdiri dengan ideologi Nasionalisme Sekuler.
1974 PLO
dibawah kepemimpinan Yasser Arafat menerapkan kebijakan nonkooperatif terhadap
Israel. Dampaknya, Arafat dianggap sebagai tokoh ’teroris’ yang diburu Israel.
Kemudian terjadi perubahan strategi perjuangan PLO dari perjuangan bersenjata
kepada perundingan dan akhirnya berdamai dengan Israel.
Faksi-faksi
perjuangan Palestina; PLO (Fatah), Hamas, Jihad Islam, dll.
Intifadhah
= pemberontakan, dalam bahasa Arab artinya menggetarkan/mengguncang.
Intifadhah
lahir pada 7 Desember 1987, PBB mendeskripsikan kondisi Intifadhah dalam bentuk
mobilisasi masa rakyat Palestina dari semua tingkat usia baik pemuda,
anak-anak, wanita, pedagang dan pekerja
yang melakukan demonstrasi guna memboikot ekonomi, penolakan pajak dan protes
terhadap pendudukan Israel terhadap tanah mereka serta menuntut kemerdekaan.
Karekteristik
Intifadhah;
Islamiyyah
Terus
menerus dan tertata rapi
Kepeloporan
Masjid
sebagai pusat gerakan
Total dan
simultan
Intifadhah
menggambarkan perjuangan Palestina yang offensif terhadap Israel yang deffensif.
MUNGKINKAH ISRAEL PALESTINA BERDAMAI? Argumentasi anda!
2. Jelaskan definisi
tentang Timur Tengah:
Pendapat pertama, David E. Long dan Bernard Reich
mengatakan bahwa wilayah Timur Tengah adalah negara-negara Arab non Afrika
ditambah Iran dan Israel. Dengan definisi ini negara-negara Arab yang terletak
di Afrika Utara seperti Mesir, Maroko, Libya dan Aljazair tidak dapat
dimasukkan kedalam wilayah Timur Tengah.
Pendapat kedua, Roy R. Anderson, Robert F. Seibert,
John G. Wagner dan Robert O. Freddman, mengartikan Timur Tengah sebagai
Negara-negara yang tergabung dalam Liga Arab ditambah dengan Iran, Israel dan
Turki.
Pendapat ketiga, memasukkan negara-negara seperti
Afghanistan, Pakistan bahkan negara-negara Asia Tengah bekas Uni Soviet kedalam
wilayah Timur Tengah. Pendapat ini dikemukakan dalam majalah The Middle East
terbitan Inggris dan The Middle East Journal terbitan Amerika Serikat.
3. UPAYA UNTUK MENGAKHIRI KONFLIK DAN KRISIS SURIAH
4. JELASKAN KASUS ARAB SPRING!
5. Jelaskan Politik Luar Negeri Mesir (Nasser,
Sadat dan Mubarak)
Gamal Abdul Nasser
Revolusi
1952 berhasil menggulingkan Raja Farouk oleh gerakan ”Perwira Muda” dibawah
pimpinan Kol. Gamal Abdul Nasser.
Setelah
berkuasa, Nasser membuka hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat guna
memperkuat persenjataan, namun AS memberi syarat bahwa Mesir harus bergabung
dengan AS (Blok Barat) dan menerapkan kebijakan anti Komunis atau memusuhi Blok
Timur (Uni Soviet). Mesir (Nasser) menolak syarat tersebut, kemudian Nasser
membuka hubungan dengan negara-negara Blok Timur seperti Chekoslowakia dan
akhirnya dengan Uni Soviet.
Bantuan
persenjataan Uni soviet ke Mesir menandakan awal dimulainya orientasi Mesir ke
Timur.
Nasser
tidak menghendaki berkembangnya faham komunis dan tetap mempertahankan idelogi
Sosialisme Arab. Walau Ideologi Sosialisme Arab tidak pernah dirinci dengan
jelas, namun pada umumnya diartikan sebagai orientasi politik yang berdasarkan
kerakyatan.
Nasser
mengembangkan gagasan Pan Arabisme guna membangun dunia Arab yang bersatu,
kemudian dibentuklah Liga Arab di Alexandria (Iskandariah) pada Maret 1945.
Nasser
mengusulkan dibentuknya Republik Persatuan Arab (United Arab Republic). Gagasan
ini hanya mendapat tanggapan dari Syria. Penggabungan Mesir-Syria menjadi
Republik Persatuan Arab hanya bertahan singkat, yaitu dari 1956 sampai dengan
1958.
Eksistensi
Nasser sebagai pemimpin revolusioner telah memicu/menstimulus terjadinya
gerakan revolusi dibeberapa negara tetangga, antara lain:
Runtuhnya
Kerajaan Irak pada tahun 1958
Revolusi di
Yaman Utara pada tahun 1962
Kudeta
Militer di Syria pada tahun 1963
Perebutan
kekuasaan oleh Partai Baath di Irak pada tahun 1968
Kudeta
Militer di Sudan pada tahun 1959
Kudeta
Militer di Libya pada tahun 1969
Nasser
lebih sering menggunakan Liga Arab dan GNB dalam menjalankan Politik Luar
Negeri Mesir.
Nasser
sangat terpukul oleh kekalahan perang 6 hari melawan Israel pada tahun 1967
yang berakibat didudukinya wilayah Mesir (Semenanjung Sinai) oleh Israel.
Kekalahan tersebut berdampak pada pengunduran diri Nasser sebagai Kepala
Negara. Namun melalui referendum, Nasser terpilih kembali.
28
September 1970 Nasser wafat karena serangan jantung.
Anwar Sadat
Kebijakan
Sadat sangat berbeda dengan Nasser, baik dari aspek politik Dalam Negeri maupun
politik Luar Negeri Mesir.
Dalam
politik domestik, Sadat mengeluarkan kebijakan infitah (pintu terbuka) sebagai
permulaan liberalisasi ekonomi.
Sedangkan
dalam politik Luar Negeri, Sadat melakukan upaya/gerakan pembersihan terhadap
anasir ’sayap kiri’ yang pro Soviet dan mengurangi intensitas hubungan
diplomatik dengan negara-negara Blok Timur.
1973
terjadi Perang Mesir-Israel, bagi Mesir perang tersebut disebut sebagai ’perang
Ramadhan’, sedangkan Israel menyebutnya sebagai ’perang Yom Kippur’. Perang ini
berhasil menghancurkan benteng pertahanan Israel serta dapat merebut kembali
Semenanjung Sinai. Tujuan lain dari perang ini adalah upaya melibatkan Amerika
Serikat yang nantinya dapat mempertemukan Mesir-Israel dalam meja perundingan.
Pada
November 1977 Sadat melakukan kunjungan ’fenomenal’ ke Yerussalem guna merintis
usaha perdamaian melalui perundingan langsung dengan Israel.
Kunjungan
Sadat tersebut dibalas oleh Manachem Begin (PM Israel) dengan mengunjungi
Mesir. Sikap saling mengunjungi tersebut menghapus slogan ’no recognition dan
no negotiation, kemudian yang tinggal hanya no peace.
17
September 1978 diadakan perundingan dalam bentuk perjanjian perdamaian di Camp
David yang dihadiri oleh J. Carter (AS), Anwar Sadat dan Machem Begin.
Perjanjian
Camp David menimbulkan reaksi pro-kontra dari Negara-negara Arab lainnya,
dampaknya bagi Mesir antara lain:
Mesir
dikeluarkan dari keanggotaan Liga Arab.
Markas
Pusat Liga Arab dipindahkan dari Kairo ke Tunis
Berbagai
bantuan dari negara-negara Arab dihentikan
Mesir
terkucil dari Dunia Arab.
6 Oktober
1981 Anwar Sadat terbunuh pada acara kemiliteran guna memperingati Perang 1967.
Salah satu
keberhasilan Sadat adalah mengembalikan Semenanjung Sinai yang diduduki Israel
pada 1967.
Husni Mubarak
Selama
hampir 6 tahun Mubarak menjadi Wapres dan pendukung loyal terhadap setiap
kebijakan Sadat.
Pada masa
kepemimpinannya, prioritas awal program kerja pemerintahan Mubarak adalah
memperbaiki perekonomian dengan melanjutkan kebijakan ’infitah’.
Mengingat
posisi Mesir yang dikucilkan oleh negara-negara Arab, maka Mubarak mencari
bantuan ekonomi pada Amerika Serikat. Salah satu hasilnya adalah adanya
pemutihan hutang.
Selain
melakukan hubungan dengan Amerika, Mubarak juga mulai melakukan normalisasi
hubungan dengan Uni Soviet. Salah satu upaya tersebut ialah ditingkatkannya
pertukaran kunjungan pejabat tinggi antar kedua negara.
Upaya Mesir
mendekati negara-negara Arab Ialah dengan memberikan dukungan kepada Irak pada
Perang Teluk I antara Irak vs Iran tahun 1979-1988.
Adapun pada
Perang Teluk II antara Irak vs Kuwait pada 2 Agustus 1990, Mesir bersama
negara-negara Arab lainnya mendukung Kuwait.
Setelah
dapat kesepahaman dengan negara-negara Arab lainnya, maka pada tahun 1989 Mesir
diterima kembali menjadi anggota Liga Arab.
Situasi
politik antar negara-negara Arab sangat sulit disimpulkan/diprediksi, terutama
dalam hal konflik dan persekutuan. Ini semua disebabkan oleh tidak adanya
kesamaan dalam common interest guna menghadapi common enemy/common opponent,
dalam hal ini terutama Israel yang didukung oleh sekutu abadinya yaitu Amerika
Serikat.
UAS Studi Lingkungan Global
IMA SARAH NABILA
113112350750087
1. JELASKAN!
Peranan lingkungan dalam
pembangunan dalam pendekatan ekologi pembangunan dan pendekatan AMDAL
Pembangunan dan lingkungan
hidup adalah dua bagian yang satu dengan yang lainnya saling mendukung dan
tidak dapat dipisahkan, karena tidak akan terjadi sebuah pembangunan dalam
kehidupan manusia jika tidak ada lingkungan yang mendukung kearah terwujudnya
pembangunan tersebut.
Dalam pengelolaan lingkungan
yang dimaksud dengan lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda,
daya, keadaan, makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang
mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk
hidup lainnya. selama manusia ada pembangunanpun akan terus berlangsung,
apalagi ditunjang dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang
begitu pesat akan memacu pembangunan yang cepat karena kebutuhan manusiapun
akan semakin meningkat. Jadi sangatlah jelas bahwa pembangunan mempengaruhi dan
dipengaruhi oleh lingkungan hidup.
Ekologi adalah ilmu mengenai
hubungan timbal balik antara organism dan sesamanya serta dengan lingkungan
tempat tinggalnya. Ekologi adalah suatu studi yang mempelajari struktur dan
fungsi ekosistem. Di dalam ekologi pembangunan manusia mempunyai peranan yang
sangat penting, baik sebagai subjek maupun objek pembangunan.Ekologi adalah
ilmu mengenai hubungan timbal balik antara organism dan sesamanya serta dengan
lingkungan tempat tinggalnya. Ekologi adalah suatu studi yang mempelajari
struktur dan fungsi ekosistem.
Pembangunan dan lingkungan
hidup adalah dua bagian yang satu dengan yang lainnya saling mendukung dan
tidak dapat dipisahkan, karena tidak akan terjadi sebuah pembangunan dalam
kehidupan manusia jika tidak ada lingkungan yang mendukung kearah terwujudnya
pembangunan tersebut. Interaksi antara pembangunan dan lingkungan hidup
membentuk sistem ekologi yang disebut ekosistem.
Secara formal konsep Analisis
Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) berasal dari undang-undang National
Environmental Policy Act (NEPA) 1969 di Amerika Serikat. Dalam undang-undang
ini AMDAL dimaksudkan sebagai alat untuk merencanakan tindakan preventif
terhadap kerusakan lingkungan yang mungkin akan ditimbulkan oleh suatu
aktivitas pembangunan yang sedang direncanakan. Di Indonesia AMDAL tertera dalam
pasal 16 Undang-undang Nomor 4 tahun 1982 tentang Ketentuan-ketentuan pokok
Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Indonesia memiliki masalah
dalam pemanfaatan sumber daya alam yang melebihi daya untuk memperbaharuinya.
Di samping itu permasalah lainnya adalah pemanfaatan lingkungan yang melebihi
daya dukungnya. Pencemaran lingkungan perairan, daratan, dan atmosfer merupakan
persoaalan yang ditemukan pada berbagai lingkungan terutama di perkotaan.
Pencemaran yang menyebabkan kualitas lingkungan rendah ini merupakan akibat
dari kegiatan pembangunan yang dilaksanakan di Indonesia yang tidak
memperhatikan dampak yang ditimbulkan dari pembangunan tersebut.
Perubahan lingkungan oleh
aktivitas manusia masih dalam kemampuan alam untuk memulihkan diri sendiri
secara alamiah, tetapi aktivitas manusia makin lama makin menimbulkan perubahan
sumberdaya alam dan lingkungannya. Perubahan-perubahan lingkungan makin lama
makin menimbulkan kerugian bagi manusia sendiri dalam memenuhi kebutuhan
hidupnya, kesejahteraannya, bahkan keselamatan dirinya, yaitu dalam bentuk
dampak kegiatan pembangunan atau akibat-akibat sampingan dengan adanya kegiatan
pembangunan.
AMDAL (Analisis Mengenai
Dampak Lingkungan) merupakan kajian dampak besar dan penting terhadap
lingkungan hidup, dibuat pada tahap perencanaan, dan digunakan untuk
pengambilan keputusan. Hal-hal yang dikaji dalam proses AMDAL adalah aspek
fisik-kimia, ekologi, sosial-ekonomi, sosial-budaya, dan kesehatan masyarakat
sebagai pelengkap studi kelayakan suatu rencana usaha dan/atau kegiatan.
2. Bagaimana seharusnya
pembangunan mengambil sikap terhadap lingkungan?
Banjir
yang melanda Jakarta dan beberapa daerah lain terjadi karena rusaknya ekologis
akibat kebijakan pembangunan yang tak memperhatikan alam. Lahan hijau dan
kawasan penampung air diubah jadi permukiman dan lahan industri. kerusakan
ekologis di Indonesia dari tahun ke tahun makin memprihatinkan. Pemerintah
harus mengambil sikap tegas terhadap rencana pembangunan yang tak memperhatikan
alam, tidak disertai Amdal. Pemerintah juga harus menyelamatkan ekologi yang
makin rusak. Banjir yang berulang di Jakarta terjadi karena wilayah sekitarnya
telanjur rusak dan tak kunjung dibenahi. Alih fungsi lahan yang tidak pada
tempatnya dan hanya untuk kepentingan bisnis membuat kerusakan semakin tak
terelakkan. Ini tidak lepas dari peran pemerintah yang mengizinkannya.
Pembangunan yang memadukan
lingkungan hidup, termasuk sumber daya alam, menjadi sarana untuk mencapai
keberlanjutan pembangunan dan menjadi jaminan bagi kesejateraan dan mutu hidup
generasi masa kini dan generasi masa depan. Oleh karena itu, lingkungan hidup
Indonesia harus dikelola dengan prinsip melestarikan fungsi lingkungan hidup
yang serasi, selaras dan seimbang untuk menunjang pembangunan berkelanjutan
yang berwawasan lingkungan hidup bagi peningkatan kesejahteraan dan mutu
generasi masa kini dan generasi masa depan.
Untuk menjamin kelangsungan
hidup kita dan kelangsungan hidup generasi yang akan datang, dalam suasana baik
dan menyenangkan dan untuk menjamin kelangsungan berbagai lapisan kehidupan
yang ada di alam, maka mau tak mau kita harus merubah dalam memandang dan
memperlakukan alam. Perubahan sikap ini bukan hanya karena alam begitu penting
bagi manusia, melainkan karena alam dengan berbagai lapisan kehidupan yang ada
di dalamnya, memiliki nilai dalam dirinya sendiri, yang harus dihormati dan
dilindungi. Bagi keberlangsungan hidup bersama.
*Ditulis dan di catat sebagai kepentingan pribadi untuk UAS mata kuliah "Studi Lingkungan Global". Hanya Share! Sayang dibuang. Semoga Bermanfaat :D