Laman

Aku Pernah Retak, Tapi Aku Memilih Bangkit



Rasanya masih sakit....

Sudah dua tahun berlalu, tapi rasanya luka itu masih tetap tinggal di tempat. Kadang aku bertanya pada diriku sendiri, apakah ini tanda aku lemah? Tapi sekarang aku sadar, bukan. Luka itu terlalu dalam, sehingga butuh waktu, butuh proses yang lebih dari sekadar “nanti juga sembuh sendiri.”

Malam ini aku menuliskan catatan untuk hatiku. Aku ingin belajar merawat diri, bukan lagi hanya menunggu waktu. Aku ingin memutuskan untuk sembuh.

Aku membuat rencana 30 hari sederhana. Bukan untuk menjadi sempurna, tapi untuk melatih diriku agar bisa berdiri lagi, sedikit demi sedikit.

🌸 Minggu 1: Menyadari & Melepaskan
Aku akan menulis semua rasa sakit yang selama ini kutahan, tanpa sensor. Aku ingin jujur pada diriku sendiri. Aku juga ingin belajar melepaskan—bukan melupakan, tapi berhenti memeluk erat luka itu.

🌸 Minggu 2: Merawat Diri
Aku ingin mulai memperhatikan tubuhku. Jalan kaki sebentar, tidur lebih teratur, makan yang lebih sehat, berdandan tipis walau di rumah. Hal-hal kecil yang dulu sering kuabaikan. Karena ternyata, merawat diri juga bagian dari menyembuhkan hati.

🌸 Minggu 3: Membuka Ruang Baru
Aku akan mencoba hal-hal baru. Belajar keterampilan baru, bergabung dengan komunitas yang sehat, membuat kenangan manis dengan anak-anak. Mungkin dengan begitu, hatiku punya ruang baru yang bisa dipenuhi cahaya, bukan hanya bayangan masa lalu.

🌸 Minggu 4: Menguatkan Diri
Aku ingin menulis visiku, menempel afirmasi di cermin, dan rutin berdzikir. Aku ingin mengingatkan diriku sendiri bahwa aku berharga, aku pantas dicintai, dan aku berhak bahagia. Aku akan menulis surat untuk diriku di masa depan, semoga nanti saat kubaca ulang, aku bisa tersenyum karena sudah sampai di titik yang lebih baik.

Aku tahu perjalanan ini tidak akan mudah. Bisa jadi ada hari di mana aku gagal melakukan target. Bisa jadi ada hari di mana aku masih menangis. Tapi aku tidak ingin menyerah. Aku ingin terus melangkah, sekecil apa pun langkah itu.

Untuk anak-anakku, untuk masa depanku, dan terutama… untuk diriku sendiri.

Hari ini, aku menulis:
“Aku tidak mau lagi jadi tawanan luka. Aku memilih pulih, pelan-pelan, dengan caraku sendiri.”



0 komentar:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...