Ada hari-hari di mana aku merasa ingin pergi.
Bukan untuk lari, tapi untuk menemukan kembali diriku yang sempat hilang dalam riuhnya dunia rumah, anak, dan rutinitas yang tiada habisnya.
Aku ingin sendiri di tempat yang tenang.
Tidak perlu jauh, asal cukup sunyi.
Cukup ada aku, dan suara hening yang tidak menuntut, tidak menyuruh apa-apa.
Di sana, aku ingin tidur tanpa beban.
Menangis tanpa ditanya.
Diam tanpa dicurigai.
Aku hanya ingin jeda.
Sejenak dari semuanya.
Bukan karena aku tidak mencintai peranku sebagai ibu dan istri. Bukan pula karena aku ingin kabur dari tanggung jawab.
Tapi karena hatiku lelah selalu berusaha kuat, setiap hari, tanpa ruang untuk benar-benar dipahami.
Sering kali, dunia menuntut ibu untuk sempurna. Selalu sabar, selalu ikhlas, selalu bisa segalanya. Padahal, ibu juga manusia. Ada batasnya, ada rapuhnya, ada rindunya untuk dimengerti tanpa harus menjelaskan panjang lebar.
💗 Mau sendiri itu tidak egois. Itu tanda aku sedang butuh pulih. Dan pulih itu bukan hanya soal waktu, tapi juga soal tempat di mana hati bisa merasa aman, meski hanya sebentar.
Jeda bukan berarti menyerah. Jeda justru cara untuk bertahan. Karena setelah pulih, aku ingin kembali dengan hati yang lebih ringan, agar bisa mencintai lagi dengan sepenuh jiwa. 🌷
0 komentar:
Post a Comment