Laman

Ketika Menjadi Istri Terasa Begitu Melelahkan

Ada masa di mana pundak ini terasa begitu berat.
Sebagai istri sekaligus ibu, aku merasa dituntut untuk bisa segalanya: menjadi teladan bagi anak-anak, mengurus rumah, mendampingi belajar, bahkan memastikan tumbuh kembang mereka tetap baik.

Di tengah semua itu, aku kadang bertanya-tanya:
“Kenapa rasanya aku berjuang sendirian? Kenapa sulit sekali berjalan seirama dengan pasangan?”

Aku tahu, bukan berarti dia tidak peduli. Hanya saja, sering kali cara kami berbeda. Ada kalanya aku ingin dia lebih hadir, lebih terlibat, lebih sejalan. Tapi kenyataan tidak selalu sesuai harapan.

Lelah itu nyata. Tangis itu pernah ada. Tapi di antara semua perasaan yang campur aduk, aku sadar… bahwa aku tetap ingin berjuang. Aku ingin anak-anak melihat ibunya yang meski rapuh, tetap berusaha ada untuk mereka.

Dan mungkin, dengan caraku yang kecil ini, aku juga sedang belajar: bahwa rumah tangga bukan tentang siapa yang paling kuat atau paling benar, tapi tentang bagaimana saling menemukan jalan untuk tumbuh bersama.

Aku percaya, setiap usaha yang dilakukan dengan cinta—betapapun beratnya—akan selalu Allah lihat.

Untuk diriku yang sedang lelah: istirahatlah sejenak, tarik napas, dan yakini bahwa perjalanan ini tidak sia-sia. 🌷

0 komentar:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...