Menjadi orang tua ternyata bukan hanya tentang mengasuh anak, tapi juga tentang belajar berdamai dengan perbedaan — terutama perbedaan cara pandang antara aku dan pasangan.
Ada kalanya aku merasa jengkel.
Ketika aku berusaha menanamkan satu hal pada anak, tapi yang terjadi justru sebaliknya. Misalnya soal gadget, disiplin, atau kebiasaan sederhana di rumah. Kadang yang ingin aku contohkan terasa tidak sejalan dengan apa yang dilakukan orang dewasa lain di rumah.
Di titik itu, rasanya lelah.
Bukan karena ingin selalu benar, tapi karena aku ingin anak melihat contoh nyata, bukan hanya larangan atau nasihat yang diucapkan. Anak belajar dari apa yang mereka lihat, bukan hanya dari apa yang mereka dengar.
Namun seiring waktu, aku belajar satu hal:
Aku tidak bisa mengubah semua orang sesuai keinginanku.
Tapi aku bisa tetap menjadi contoh yang baik bagi anak, dengan caraku sendiri.
Mungkin tidak sempurna, tapi tulus.
Suatu hari nanti, anak akan tahu — siapa yang berusaha menanamkan nilai dengan tindakan, bukan sekadar kata-kata.
Dan untuk saat ini, aku cukupkan dengan menjadi versi terbaik dari “ibu” yang aku bisa. 🌿
0 komentar:
Post a Comment