Laman

Untuk Diriku yang Sedang Belajar Ikhlas Tanpa Mengorbankan Diri Sendiri

Hari ini aku belajar satu hal kecil tapi penting: kadang aku terlalu cepat merasa bersalah… bahkan dalam hal-hal yang sebenarnya wajar.

Pagi tadi, suamiku tiba-tiba masuk dapur, mulai masak dan beres-beres. Sesuatu yang jarang terjadi. Dan tanpa kusadari, aku justru pura-pura tidur. Bukan karena malas. Bukan karena ingin lepas tanggung jawab. Tapi karena tubuhku, hatiku, dan pikiranku… akhirnya merasa bisa istirahat sebentar tanpa harus selalu siap berdiri.

Aku sering lupa bahwa aku manusia—bisa lelah, bisa ingin diam, bisa ingin berhenti sejenak.

Aku juga sering merasa bersalah kalau bantuanku tak seleluasa biasanya, atau ketika aku hanya melakukan yang “cukup”. Padahal selama ini… aku sudah memberikan begitu banyak: perhatian, tenaga, waktu, dan cinta—bahkan ketika tak ada yang melihat.

Ternyata, tidak apa-apa untuk menerima bantuan.
Tidak apa-apa untuk diam dan membiarkan rumah tetap bergerak tanpa aku yang menggerakkannya setiap detik.
Tidak apa-apa untuk tidak selalu kuat.

Aku sedang belajar:
bahwa perhatian tidak harus selalu terlihat besar. Bahwa cinta bisa hadir lewat hal sederhana seperti memastikan semua aman sebelum aku beristirahat.
dan bahwa menghargai diriku sendiri itu bukan egois.

Hari ini aku ingin bilang pada diriku:

“Terima kasih sudah bertahan.
Terima kasih sudah mengurus banyak hal tanpa suara.
Dan tidak apa-apa… benar-benar tidak apa-apa… untuk meminta ruang bagi dirimu sendiri.”

Semoga suatu hari nanti, ketika aku membaca ulang tulisan ini, aku sudah tumbuh menjadi diriku yang lebih lembut pada diri sendiri.
Yang tidak lagi merasa bersalah hanya karena ingin bernafas.

0 komentar:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...