1 Desember. Hari kelahiranku.
Hari yang selalu kuharapkan terasa sedikit hangat… tapi tahun ini rasanya lain.
Hari ini aku hanya ingin satu hal: menjadi diriku sendiri. Tanpa takut dihakimi. Tanpa merasa bersalah hanya karena ingin bahagia.
Aku sudah berusaha banyak hal untuk menyenangkan orang lain menunduk, mengalah, diam, menata ulang diri agar tidak merepotkan.
Tapi entah kenapa… tetap saja aku dibilang egois. Dan lama-lama, kata itu seperti menempel di dadaku tanpa pernah benar-benar kering.
Aku tidak marah.
Aku hanya… lelah.
Lelah karena selalu mencoba kuat di depan semua orang, sementara ketika hatiku terluka, aku seperti sendirian mencari perban untuk diriku sendiri.
Aku pernah merasa hancur, tapi aku tidak boleh runtuh. Ada anak-anak yang menatap hidup lewat pundakku.
Ada masa depan yang harus tetap kutuntun meski langkahku gemetar.
Dan di titik inilah aku menyadari… kekuatan seorang ibu sering lahir dari luka yang ia simpan diam-diam.
Di hari kelahiranku ini, aku berdoa pelan-pelan:
“Semoga suatu hari nanti, aku dipertemukan dengan seseorang yang bisa menerima aku apa adanya…
Yang tidak pernah membuatku merasa bersalah karena menjadi diriku sendiri.
Yang bisa menjadi tempatku bercerita, bahkan tentang hal-hal kecil yang tidak berani kuceritakan pada siapa-siapa.”
Jika masa depan tidak sebaik harapanku…
Jika di masa tua nanti orang-orang tetap menganggapku egois…
Jika anak-anak sibuk dengan hidupnya dan aku menjalani hari-hariku dalam kesunyian…
Aku ingin belajar menerima itu dengan hati yang lapang. Aku ingin tetap bahagia karena ada satu hal yang tidak pernah selesai: diriku sendiri.
Karena andai suatu hari aku pergi tanpa ada seseorang pun di sisiku, setidaknya aku bisa berkata:
“Aku pernah berjuang. Aku pernah mencintai. Dan aku tidak pernah mengkhianati diriku sendiri.”
Pesan untuk diriku sendiri
Kalau kamu membaca ini suatu hari nanti, ingatlah:
- Kamu tidak egois hanya karena berani memilih dirimu.
- Kamu tidak jahat hanya karena menolak menyakiti hatimu sendiri.
- Kamu tidak sendirian; kamu punya dirimu, dan itu sudah cukup untuk mulai sembuh.
- Kamu berhak dicintai tanpa syarat, tanpa rasa takut, tanpa harus menjadi versi yang disukai orang lain.
- Dan yang paling penting… kamu pantas bahagia, bahkan jika kebahagiaan itu harus kamu bangun sendiri.
Selamat ulang tahun, diriku.
Semoga hari ini bukan tentang siapa yang mengingatmu, tetapi tentang bagaimana kamu akhirnya mulai mengingat dirimu sendiri.
0 komentar:
Post a Comment