Laman

Anak-Anak Adalah Alasanku Bertahan

My Journey Stories 
~ Chapter 4 ~ 

Anak-anakku tidak pernah tahu betapa sering aku hampir menyerah. Mereka hanya tahu bahwa ibunya selalu ada.
Mengantar pagi, menutup malam, memeluk saat lelah. Dan mungkin, itulah alasan terbesarku bertahan.

Aku sering bertanya dalam diam:
“Kalau bukan karena mereka, apakah aku masih sanggup sejauh ini?”
Anak-anakku adalah jangkar.
Mereka menahanku agar tidak hanyut terlalu jauh. Saat pikiranku berantakan,
saat hatiku remuk, wajah merekalah yang membuatku kembali ke tubuhku sendiri.

Aku bertahan bukan karena aku tidak sakit. Aku bertahan karena aku tidak ingin luka ini menurun pada mereka. Aku tidak ingin mereka tumbuh dengan merasa tidak aman. Tidak ingin mereka belajar bahwa cinta itu keras dan menyakitkan. Tidak ingin mereka melihat ibunya hancur tanpa sempat bangkit.

Setiap kali aku ingin pergi, aku teringat suara mereka. Tawa mereka. Cara mereka memanggilku dengan penuh percaya.
Dan itu membuatku bertanya ulang:
“Apa yang paling mereka butuhkan dariku?”
Jawabannya bukan ibu yang sempurna.
Bukan ibu yang selalu kuat. Tapi ibu yang hadir, yang waras, yang tidak kehilangan dirinya sendiri.

Aku mulai sadar, bertahan demi anak-anak
tidak selalu berarti tinggal di tempat yang sama. Kadang, bertahan berarti mencari jalan agar aku bisa bernapas supaya kelak mereka punya ibu yang benar-benar hidup.

Aku ingin mereka melihat ibunya bangkit,
meski pelan. Meski tertatih. Meski sambil menangis.
Aku ingin mereka tahu: 
bahwa mencintai diri sendiri bukan egois. 
Bahwa memilih tenang bukan lari.
Bahwa seorang ibu juga manusia yang berhak sembuh.

Anak-anakku bukan bebanku.
Mereka adalah alasan aku masih di sini.
Dan untuk pertama kalinya,
aku mulai percaya: demi mereka, aku tidak hanya harus bertahan "aku harus pulih."

0 komentar:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...