Laman

Saat Aku Mulai Memilih Diriku

My Journey Stories 
~ Chapter 6 ~ 

Memilih diri sendiri terdengar sederhana.
Tapi bagiku, itu adalah keputusan paling menakutkan. 

Aku terbiasa memilih diam agar tidak ribut. Memilih mengalah agar tetap utuh. Memilih bertahan agar tidak dicap gagal.
Aku lupa rasanya bertanya:
“Apa yang aku butuhkan?”

Saat aku mulai memilih diriku, rasa bersalah datang lebih dulu.
Takut dibilang egois.
Takut dianggap tidak bersyukur.
Takut menyakiti orang lain.
Padahal, yang paling lama tersakiti adalah diriku sendiri.

Memilih diriku tidak berarti meninggalkan tanggung jawab.
Tidak berarti membenci masa lalu.
Tidak berarti membatalkan peran sebagai ibu.

Memilih diriku berarti:
aku berhenti mengorbankan kewarasanku.
Aku berhenti hidup dari sisa-sisa tenaga.
Aku mulai memberi ruang untuk bernapas.
Aku belajar berkata,
“Aku capek.”
“Aku butuh waktu.”
“Aku ingin tenang.”
Bukan dengan suara keras, tapi dengan kejujuran.

Dan untuk pertama kalinya, aku merasa punya izin untuk hidup sebagai manusia,
bukan hanya peran.

0 komentar:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...