Laman

Aku, Proses, dan Rasa Sedih yang Tak Terucap

Hari ini aku ingin jujur sama diriku sendiri.
Aku sedih.
Sedih banget.

Lihat orang lain yang baru mulai ngonten 1 bulan, bahkan 3 bulan, sudah bisa monetisasi. Sementara aku? Aku butuh waktu 1 tahun hanya untuk sampai ke tahap itu. Dan sekarang pun penghasilan masih recehan, jauh dari yang kubayangkan.

Padahal, aku sudah berusaha keras. Dari awal aku belajar personal branding, mikirin niche, sampai buku tulisku habis lima hanya untuk catatan ide ngonten. Tiap hari aku mikirin konten, rekam, ngedit, posting… tapi hasilnya masih belum sebanding dengan lelah yang kurasakan.

Kadang aku bertanya,
“Apa mereka hanya hoki? Atau memang aku yang terlalu lambat?”

Sakit rasanya melihat views stagnan. Apalagi ketika ada satu konten yang sempat FYP, malah berakhir dengan hujatan, dan aku memilih hapus karena mentalku belum siap. Itu benar-benar bikin aku down.

Sekarang, aku jadi jarang posting. Performaku menurun. Dan jujur, aku capek.

Tapi di balik semua rasa sedih ini… aku tahu satu hal.
Aku tidak akan menyerah.
Karena aku percaya, setiap proses punya waktunya sendiri.
Mungkin jalan orang lain lebih cepat, tapi jalan ini adalah milikku.

Aku hanya perlu terus berjalan, walau pelan, walau terseok, asal jangan berhenti.
Suatu hari nanti, aku ingin membaca tulisan ini lagi dan berkata pada diriku sendiri:
"Lihat, ternyata aku bisa. Aku cuma perlu bertahan sedikit lebih lama."

0 komentar:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...