Laman

Sekarang Aku Mengerti: “Kenapa Banyak Istri Akhirnya Memilih Diam?”

"Diam bukan berarti tak peduli. Diam adalah cara bertahan ketika kata-kata terasa tak berguna lagi."

Dulu, banyak istri yang suka bercerita ini-itu pada pasangannya. Rasanya menyenangkan bisa berbagi cerita kecil setiap hari.
Namun seiring waktu, ada yang merasa kata-katanya mulai tidak dianggap.
Kalau bicara pelan, dianggap tidak jelas.
Kalau bicara agak keras, dianggap membentak.
Kalau bicara terus, dianggap cerewet.

Sampai akhirnya, sebagian istri memilih diam.
Bukan karena tidak ada yang ingin disampaikan, tapi karena setiap kata terasa salah tempat.

Padahal, diam bukan berarti tidak butuh didengar.
Diam bukan berarti baik-baik saja.
Diam sering kali adalah tanda lelah… lelah berharap ada yang peka tanpa harus selalu dijelaskan.

Banyak istri mendambakan hal sederhana:
Saat suami pulang kerja, ia langsung menyapa, menggendong anak sebentar, atau sekadar bertanya, “Capek nggak hari ini?”
Hal kecil itu bisa membuat seorang istri merasa dihargai.

Banyak istri ingin rumah dipandang sebagai rumah kita, bukan hanya tugas istri.
Bahwa anak adalah anak kita, dan semua urusan rumah tangga adalah tugas bersama.

๐ŸŒธ Refleksi ๐ŸŒธ
Dalam diam, seorang istri belajar bersabar.
Dalam lelahnya hati, ia belajar bersandar.
Dan ketika dunia terasa sepi, ia tahu ada satu tempat yang selalu mendengar tanpa bosan: Allah.

Ketika manusia tak mendengar, Allah selalu mendengar.
Ketika hati tak dimengerti, Allah selalu tahu apa yang dirasakan.
Dan ketika tubuh lelah, Allah-lah yang memberi kekuatan untuk tetap berdiri.

๐Ÿ’Œ “Ya Allah, berilah setiap istri kesabaran, kelembutan hati, dan kekuatan untuk tetap menjadi pendamping yang Engkau ridhoi. Lembutkanlah hati setiap suami, agar ia bisa melihat dan menghargai perjuangan kecil istrinya setiap hari.

0 komentar:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...