Laman

Tentang Kewarasan Seorang Ibu

Hari ini aku kembali menyadari satu hal penting: menjadi ibu itu memang luar biasa melelahkan. Ada hari-hari di mana aku merasa kuat, bisa menanggung semua sendiri. Tapi ada juga saat di mana aku merasa kosong… seolah semua tenaga dan perasaan habis tercurah hanya untuk orang lain, sampai lupa kalau aku pun butuh dirawat.

Aku sering bertanya pada diriku sendiri, “Kapan terakhir kali aku benar-benar menikmati sesuatu untuk diriku sendiri?” Rasanya sulit sekali menemukan jawabannya. Karena rutinitas sebagai ibu kadang membuatku lupa kalau aku juga manusia, bukan mesin.

Aku belajar pelan-pelan. Ternyata menjaga kewarasan bukan berarti harus punya waktu berjam-jam sendirian, tapi cukup dengan keberanian bilang, “Aku butuh waktu.” Entah itu 10 menit minum kopi tanpa gangguan, duduk diam di teras rumah, atau membaca satu halaman buku sebelum tidur.

Aku juga belajar untuk tidak malu meminta bantuan. Karena ibu yang bahagia jauh lebih berharga bagi anak-anak daripada ibu yang selalu lelah. Aku mencoba menurunkan standar perfeksionis—rumah berantakan sedikit tidak apa-apa, makanan tidak harus selalu istimewa. Yang penting, aku tetap waras, tetap tersenyum, tetap ada hati untuk memberi kasih.

Dan mungkin, inilah perjalanan panjang seorang ibu: menemukan keseimbangan antara memberi dan mengisi diri sendiri. Aku menulis ini sebagai pengingat… bahwa aku juga berhak bahagia. Bahwa merawat diri bukan egois, tapi justru cara agar aku bisa terus mencintai anak-anakku dengan lebih utuh.

0 komentar:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...